Atletico Madrid dan Barcelona Mulai Berdamai, Saga Julian Alvarez Sempat Jadi Pemicu Ketegangan

Jelang pekan ke-12 La Liga, Barcelona dan Atletico Madrid mengagendakan makan siang rekonsiliasi di Riyadh Air Metropolitano usai tensi soal Julian Alvarez.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 07 November 2026, 22:23 WIB
Bek Barcelona, Pau Cubarsi, mencoba melewati penjagaan pemain Atletico Madrid pada lanjutan Liga Spanyol 2025/2026 di Stadio Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (5/4/2026) dini hari WIB. (Pierre-Philippe MARCOU / AFP)

Bola.com, Jakarta - Atletico Madrid dan Barcelona berusaha memperbaiki hubungan menjelang pertemuan pada pekan ke-12 La Liga, Senin (9/11) dini hari WIB. Kedua klub sebelumnya sempat bersitegang akibat saga transfer Julian Alvarez.

Menurut laporan AS, ketegangan tersebut mulai mereda setelah beberapa bulan berlalu. Kedua pihak kini menunjukkan keinginan untuk membangun kembali hubungan kerja mereka.

Advertisement

Presiden Barcelona, Joan Laporta, akan memimpin delegasi klub ke Riyadh Air Metropolitano. Para petinggi kedua klub juga dijadwalkan menghadiri jamuan makan siang sebelum pertandingan.

Momen tersebut menjadi simbol rekonsiliasi setelah perselisihan pada bursa transfer musim panas lalu. Atletico dan Barcelona ingin menunjukkan bahwa hubungan mereka mulai membaik.


Saga Julian Alvarez dan Retaknya Hubungan Atletico dan Barcelona

Eric Garcia dan Julian Alvarez berebut bola dalam laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Atletico Madrid vs Barcelona di Metropolitano, 15 April 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Perselisihan bermula ketika Barcelona berusaha merekrut Julian Alvarez pada bursa transfer musim panas. Laporta mengklaim klubnya telah mengajukan penawaran dan siap membahas kemungkinan transfer.

Alvarez sempat menyatakan keinginan meninggalkan Atletico untuk mengejar impiannya. Namun, Atletico tetap bersikeras tidak akan melepas penyerang Argentina tersebut dengan harga berapa pun.

CEO Atletico, Miguel Angel Gil Marin, kemudian mengkritik pendekatan Barcelona. Ia menuding Blaugrana tidak jujur, tidak etis, dan kurang transparan dalam proses transfer.

Pernyataan itu memancing reaksi wakil presiden Barcelona saat itu, Rafa Yuste. Ia menilai Gil Marin telah melampaui batas melalui komentarnya terhadap klub Catalan tersebut.


Joan Laporta dan Miguel Angel Gil Marin Mulai Berdamai

Presiden FC Barcelona, ​​Joan Laporta, meninggalkan gedung pengadilan Ciutat de la Justicia di Barcelona pada 12 Desember 2025 setelah menyatakan diri sebagai saksi dalam kasus korupsi wasit sepak bola "Negreira". (Manaure Quintero/AFP)

Barcelona akhirnya menghentikan upaya merekrut Alvarez setelah Atletico menolak melepas sang pemain. Blaugrana kemudian mengalihkan perhatian untuk merekrut Gabriel Jesus dari Arsenal.

Hubungan kedua klub mulai mencair setelah Laporta dan Gil Marin bertemu dalam acara European Football Clubs (EFC) Assembly di Kopenhagen. Pertemuan tersebut menjadi salah satu tanda meredanya perselisihan.

"Kami bertemu dan berpelukan. Saya yakin kami telah menyelesaikan masalah yang ada, dan kini semuanya sudah jelas. Dia adalah sosok luar biasa yang membuat saya merasa sangat nyaman saat berinteraksi dengannya," ujar Laporta.

Jamuan makan siang menjelang pertandingan di Metropolitano akan menjadi kesempatan bagi kedua manajemen untuk memperlihatkan rekonsiliasi. Persaingan di lapangan tetap berlangsung, tetapi kedua klub kini berupaya meninggalkan konflik transfer Alvarez.

Sumber: Barca Universal


Klasemen La Liga 2026/2027

Berita Terkait