Presiden Como Mirwan Suwarso Ingin Bangun DNA Klub Seperti Barcelona

Mirwan Suwarso berambisi untuk mengadopsi gaya permainan Como menjadi lebih atraktif layaknya raksasa Spanyol, Barcelona.

Bola.com, Jakarta - Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, membeberkan visi besar klub dalam membangun identitas permainan di pentas sepak bola Eropa. Tim asal Italia tersebut berambisi untuk mengadopsi gaya permainan atraktif layaknya raksasa Spanyol, Barcelona.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mirwan Suwarso dalam wawancara eksklusif bersama komentator TNT Sports, Adam Summerton. Momentum ini bertepatan setelah Como mengukir sejarah lewat kemenangan spektakuler 9-1 atas Lens di ajang Liga Champions, yang menjadi rekor kemenangan terbesar klub Italia di kompetisi tersebut.

Mirwan menegaskan fondasi utama yang sedang dibangun klub didasarkan pada penentuan DNA permainan yang kuat dan berkarakter. Langkah ini diambil agar identitas permainan Como tetap konsisten meski kelak terjadi pergantian di kursi kepelatihan.

"Jika berbicara soal rekrutmen, jelas Brighton dan Brentford menjadi model yang dilirik semua orang. Namun, kami memulainya dari DNA. Apa filosofi sepak bola kami? Bagaimana kami ingin bermain? Sehingga gaya tersebut akan tetap bertahan, bahkan jauh setelah banyak terjadi pergantian di posisi pelatih," ujar Mirwan Suwarso seperti dikutip dari Football Italia pada Sabtu (7/11/2026).

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Transformasi Pesat Como

Ia menambahkan dari segi filosofi permainan, Como mengusung ambisi tinggi untuk meniru standar yang ditunjukkan oleh Barcelona.

Pendekatan tersebut menekankan pada penguasaan bola, tekanan tinggi atau high pressing, serta menyajikan gaya bertanding yang atraktif bagi para penggemar.

"Dari segi DNA sepak bola, kami ingin menjadi seperti Barcelona. Kami ingin memiliki fokus pada penguasaan bola, high pressing, serta penguasaan permainan yang merupakan sepak bola atraktif. Di saat yang sama, kami berusaha menemukan pemain yang dinilai terlalu rendah untuk disesuaikan ke dalam unit tim menggunakan model yang sama seperti yang dilakukan Brighton atau Brentford," kata Mirwan. 

Perjalanan Como 1907 mengalami transformasi pesat sejak diambil alih oleh Hartono Bersaudara dari Serie D tujuh tahun lalu.

Kehadiran Cesc Fabregas, yang bergabung sebagai pemain pada 2022 dan kini bertindak sebagai pelatih kepala, berhasil membawa klub menembus jajaran elite Liga Champions.

Di kompetisi domestik, anak asuh Fabregas kini bertengger di peringkat keempat klasemen Liga Italia dengan koleksi 23 poin.

Como berpeluang melompati juara bertahan Inter Milan apabila mampu mencuri kemenangan di San Siro pada laga krusial mendatang.

Liga Italia Berkembang Pesat

Selain fokus pada performa di lapangan, Mirwan optimistis Liga Italia memiliki potensi besar untuk mengikis jarak kualitas dengan Liga Inggris.

Menurutnya, industri sepak bola bergerak secara ekonomi dan Liga Italia kini menunjukkan perkembangan pesat menuju arah yang lebih ofensif dan dinamis.

"Waktu. Saya pikir kita membutuhkan waktu. Saya percaya setiap produk, sama seperti setiap perekonomian, bersifat siklikal. Premier League mungkin berada di puncak saat ini, tetapi Serie A juga pernah berada di sana. Tidak ada yang bertahan di puncak selamanya, dan bahkan saat kita berbicara, perbandingan Serie A dari tahun lalu ke tahun ini hampir seperti siang dan malam," jelas Mirwan Suwarso.

Ia juga mengungkapkan Como kini mulai mengekspor ide-ide sukses mereka sebagai produk dan layanan bagi klub lain guna memperluas pendapatan bisnis.

Saat ini, Como telah menjalin kerja sama dengan 27 klub untuk memastikan pertumbuhan pendapatan yang dapat berkembang secara berkelanjutan.

Menanggapi kritik yang kerap menerpa proyek Como, Mirwan menepis anggapan miring tersebut dan menegaskan iklim sepak bola Italia sebenarnya sangat kolaboratif. Kemitraan antarklub di Italia dinilainya solid karena seluruh pihak memiliki tujuan yang sama untuk memajukan kompetisi.

Sumber: Football Italia

 

Video Populer

Foto Populer