Ambyar! Kemenangan Forest atas Man City Seret MU ke Zona Degradasi, Setan Merah Bisa Jadi Juru Kunci sebelum Melawan Aston Villa

Manchester United terjerembap ke zona degradasi, rekor terburuk dalam 40 tahun terakhir.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 08 November 2026, 05:40 WIB
Pelatih kepala Manchester United asal Inggris Michael Carrick memberi isyarat di tepi lapangan selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Bournemouth di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 25 Oktober 2026. (Darren Staples/AFP)

Bola.com, Jakarta - Manchester United kembali menghadapi masa sulit di Premier League. Kekalahan Manchester City dari Nottingham Forest membuat Setan Merah terlempar ke zona degradasi.

MU pun mencatatkan situasi yang tidak pernah mereka alami dalam 40 tahun terakhir.

Advertisement

Nottingham Forest sukses mengalahkan Man City dengan skor 3-1. Hasil tersebut membuat The Citizens menelan kekalahan ketiga secara beruntun di Premier League.

Pada saat yang sama, kemenangan Forest turut mengubah posisi MU di klasemen hingga masuk ke tiga terbawah.

Catatan ini mengingatkan pada November 1986. Kala itu, MU juga mengakhiri hari di zona degradasi kasta tertinggi sepak bola Inggris. Setan Merah berada di peringkat ke-21 setelah memainkan 15 pertandingan.

ESPN mencatat, buruknya performa tim ketika itu membuat Ron Atkinson kehilangan jabatan sebagai manajer. Sir Alex Ferguson kemudian ditunjuk untuk menggantikannya di Old Trafford.


Berpeluang Jadi Juru Kunci

Jair Cunha dari Nottingham Forest (tengah) merayakan gol pembuka timnya dalam pertandingan Liga Inggris antara Nottingham Forest dan Manchester City di Nottingham, Inggris, Minggu (8-11-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Maddy Grassy)

Posisi MU saat ini masih berpeluang makin buruk. Sunderland akan menghadapi Chelsea, sedangkan Crystal Palace menjamu Liverpool di Selhurst Park pada Minggu.

Jika Sunderland meraih kemenangan dan Palace mampu menghindari kekalahan, Setan Merah akan turun ke posisi juru kunci sebelum menghadapi Aston Villa di Old Trafford, Minggu malam.

MU akan menjalani pertandingan melawan Villa dengan catatan belum meraih kemenangan di Premier League sejak mengalahkan Ipswich Town dengan skor 5-2 pada 30 Agustus.

Rentetan hasil tersebut membuat MU mencatatkan awal musim terburuk sepanjang sejarah mereka di Premier League. Catatan itu juga menjadi yang paling buruk bagi klub dalam 40 tahun terakhir.


Dalam Tekanan Besar

Manajer Manchester United, Michael Carrick, memberikan instruksi dari pinggir lapangan saat pertandingan Premier League antara Chelsea dan Manchester United di Stadion Stamford Bridge, London, pada 31 Oktober 2026. (Foto: Glyn Kirk / AFP)

Kini, Michael Carrick berada dalam tekanan besar. Posisi mantan gelandang MU itu sebagai pelatih terus menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir.

Kemenangan dramatis 3-2 atas AS Roma di Liga Champions pada Selasa sempat meredakan tekanan terhadap Carrick yang berusia 45 tahun.

Namun, masa depannya masih belum pasti. Kekalahan dari Aston Villa berpotensi mengakhiri kiprahnya sebagai pelatih Manchester United.

Carrick berharap kemenangan atas Roma dapat menjadi dorongan bagi timnya untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Ia mengaku melihat respons positif dari para pemain, meski tidak ingin mereka larut dalam euforia.

"Jelas, itu merupakan respons yang positif. Namun, bukan berarti kami tiba-tiba menjadi terlalu percaya diri," ujar Carrick saat membahas suasana tim setelah pertandingan.


Potensi Masih Ada

Gelandang Manchester United asal Kamerun bernomor punggung 19, Bryan Mbeumo (tengah), merayakan gol kelima timnya bersama rekan-rekan setim dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Ipswich Town di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 30 Agustus 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Carrick menegaskan dirinya memahami kemampuan yang dimiliki para pemain MU. Menurutnya, potensi tersebut sudah terlihat dalam berbagai kesempatan dan bukan sesuatu yang baru bagi tim.

"Saya sudah melihat cukup banyak dari para pemain. Saya tahu apa yang mampu kami lakukan. Saya sudah sering mengatakannya, dan kami semua juga tahu. Kita telah melihat kemampuan tim ini dari berbagai sudut pandang. Kami sudah membuktikannya dari waktu ke waktu," kata Carrick.

Ia mengakui MU belum cukup sering menunjukkan kemampuan tersebut dalam beberapa pertandingan terakhir. Meski demikian, Carrick meyakini potensi timnya masih ada.

"Belakangan ini kami memang belum cukup sering membuktikannya, tetapi kami tahu kemampuan itu masih ada. Para pemain berlatih dengan sangat baik. Saya tidak mengatakan itu hanya untuk sekadar mengatakannya. Jika mereka tidak berlatih dengan baik, saya akan mengatakannya," tutur Carrick.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait