Bola.com, Jakarta - Hubungan Sir Alex Ferguson dan Roy Keane yang telah lama merenggang kembali menjadi sorotan.
Kendati keduanya nyaris tidak berkomunikasi selama sekitar 20 tahun, pernyataan Ferguson dalam sebuah buku dan pengakuan terbaru Keane membuka kemungkinan hubungan mereka belum sepenuhnya tertutup untuk diperbaiki.
Ferguson dan Keane dikenal sebagai dua sosok dengan karakter kuat dan vokal dalam sejarah Manchester United. Keane bahkan menjadi kapten tim selama sebagian besar masa kebersamaannya dengan Ferguson.
Namun, hubungan mereka memburuk setelah Keane dituding mengkhianati rekan-rekannya melalui kritik keras dalam sebuah acara MUTV, menyusul kekalahan MU 1-4 dari Middlesbrough pada 2005.
Sejak insiden tersebut, komunikasi di antara keduanya nyaris terputus. Dalam peluncuran autobiografinya pada 2014, Keane bahkan mengisyaratkan dirinya mungkin tidak akan pernah memaafkan Ferguson atas apa yang terjadi.
Dapatkan jadwal lengkap Liga Inggris 2026/2027 di sini.
Rekonsiliasi Masih Bisa Terjadi
Meski begitu, Ferguson pernah memberi sinyal rekonsiliasi masih mungkin terjadi.
Dalam buku ketujuhnya, Games of My Life, yang dirilis tahun lalu, manajer legendaris MU itu mengenang 21 pertandingan paling berkesan sepanjang kariernya.
Salah satunya adalah keberhasilan MU membalikkan keadaan saat menghadapi Juventus di Liga Champions 1999.
Keane memainkan peran penting dalam kemenangan tersebut. Walau hubungan mereka telah rusak, Ferguson tetap memberikan apresiasi tinggi kepada mantan kaptennya itu.
"Saya tahu Roy bukan orang yang mencari perhatian dan dia mengabaikan pujian yang diberikan orang lain kepadanya," tulis Ferguson.
"Dia mencurahkan seluruh dirinya dalam pertandingan itu. Itu adalah malam terbaiknya bersama seragam merah."
Ferguson juga mengungkapkan penampilan Keane di Stadion Delle Alpi akan selalu membekas dalam ingatannya.
"Selama kisah tentang pencapaian Manchester United terus diceritakan, penampilan Roy di tengah asap suar dan suara drum di Stadion Delle Alpi akan selalu saya kenang. Penampilan itu layak diwariskan dari generasi ke generasi," ujarnya.
Apakah Keane Bersedia Memaafkan Ferguson?
Kendati Ferguson telah menunjukkan penghargaan terhadap kontribusi Keane, memperbaiki hubungan mereka tetap membutuhkan langkah lebih jauh.
Ferguson harus meminta maaf atas apa yang terjadi, sementara Keane juga perlu bersedia menerima permintaan maaf tersebut jika keduanya ingin berdamai dengan masa lalu.
Pada 2019, Keane sempat menutup kemungkinan untuk memaafkan mantan manajernya itu. Dalam sebuah acara Off the Ball, ia menyatakan dengan tegas, "Saya tidak memaafkan Alex Ferguson."
"Saya pikir ketika dia meminta maaf, mungkin saya akan menyapanya," tambahnya.
"Saya tidak tertarik berbicara dengan pria itu," katanya.
Keane Melunak
Namun, sikap Keane tampaknya sedikit melunak dalam pernyataan yang disampaikan tujuh tahun kemudian.
Saat menyebut Ferguson sebagai salah satu sosok paling berpengaruh dalam kariernya, Keane mengakui masih kecewa dengan cara Ferguson memperlakukannya pada akhir kebersamaan mereka.
Meski begitu, ia menegaskan tidak ingin terus menyimpan dendam.
"Jelas, dia adalah manajer yang paling lama bekerja bersama saya, Alex Ferguson. Saya masih kecewa dengan cara dia memperlakukan saya pada akhirnya, tetapi itulah hidup. Saya bukan orang yang menyimpan dendam," kata Keane kepada ITV.
Pernyataan tersebut kembali memunculkan kemungkinan Ferguson dan Keane suatu saat bisa bertemu dan memperbaiki hubungan mereka.
Jika itu terjadi, bukan tidak mungkin detail perselisihan yang telah berlangsung selama puluhan tahun akhirnya terungkap.
Sumber: Sportbible