Lionel Messi Ukir Sejarah, Pemain Pertama yang Raih Golden Boot MLS Dua Musim Beruntun

Lionel Messi menjadi pemain pertama yang berhasil meraih penghargaan Golden Boot dalam dua musim secara beruntun.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 08 November 2026, 12:45 WIB
Ekspresi Lionel Messi saat memperkuat Inter Miami dalam pertandingan musim reguler Major League Soccer (MLS) melawan Charlotte FC di Nu Stadium, Miami, Florida, Amerika Serikat, Minggu (8/11/2026) pagi WIB. (Giorgio Viera / AFP)

Bola.com, Jakarta - Lionel Messi mengukir prestasi istimewa di Major League Soccer (MLS). Megabintang Inter Miami itu menjadi pemain pertama yang berhasil meraih penghargaan Golden Boot dalam dua musim secara beruntun.

Messi memastikan pencapaian tersebut setelah mengakhiri musim reguler MLS 2026 dengan koleksi 26 gol. Jumlah itu menjadi yang terbanyak di antara seluruh pemain yang tampil di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Amerika Serikat tersebut.

Advertisement

Penyerang berusia 39 tahun itu mencetak 26 gol dalam 31 pertandingan, dengan 29 kali tampil sebagai starter. Ia juga membukukan 17 assist sehingga total kontribusi golnya mencapai 43, terbanyak di MLS musim ini.

Dengan torehan tersebut, Messi menjadi pemain keenam dalam sejarah MLS yang mampu mengakhiri lebih dari satu musim reguler sebagai pencetak gol terbanyak. Namun, ia menjadi yang pertama melakukannya secara beruntun.

Messi sebenarnya gagal menambah koleksi golnya pada pertandingan terakhir musim reguler saat Inter Miami menghadapi Charlotte FC, Sabtu (7/11/2026). Dalam laga tersebut, Miami harus puas bermain 3-3 setelah sempat unggul tiga gol pada babak pertama.

Meski demikian, posisi Messi di puncak daftar pencetak gol tidak tergoyahkan. Ia unggul empat gol atas penyerang FC Dallas asal Kroasia, Petar Musa. Sementara itu, striker Nashville SC, Sam Surridge, menempati posisi ketiga dengan 21 gol.

 


Berpeluang Raih Gelar MVP Ketiga

Lionel Messi (AFP)

Keberhasilan Messi menjadi pencetak gol terbanyak turut mengantarkan Inter Miami mengakhiri musim reguler di posisi kedua klasemen Wilayah Timur dengan koleksi 60 poin.

Hasil tersebut memastikan Miami lolos ke babak playoff MLS sekaligus mengamankan tiket ke Concacaf Champions Cup untuk keempat kali secara beruntun.

Pencapaian Golden Boot 2026 melanjutkan keberhasilan Messi pada musim sebelumnya. Pada 2025, kapten Timnas Argentina itu juga menjadi pencetak gol terbanyak setelah membukukan 29 gol hanya dalam 28 pertandingan.

Saat itu, Messi unggul jauh dari Denis Bouanga dan Sam Surridge yang sama-sama mengoleksi 24 gol. Ia juga menjadi pemain dengan assist terbanyak setelah mencatatkan 19 assist.

Performa impresif tersebut mengantarkan Messi meraih penghargaan MVP MLS 2025. Kini, ia kembali menjadi kandidat kuat untuk mendapatkan gelar serupa pada 2026.

Jika kembali terpilih, Messi akan mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama yang meraih tiga penghargaan MVP MLS. Sebelumnya, ia juga mendapatkan gelar tersebut pada 2024, musim penuh pertamanya bersama Inter Miami.

Pelatih Miami, Cristian "Kily" Gonzalez, bahkan menilai Messi layak mendapatkan penghargaan individu paling bergengsi, baik di MLS maupun level dunia.

"Saya tidak ragu bahwa dia adalah yang terbaik dari semuanya. Tidak ada pemain yang bisa dibandingkan dengannya dalam hal rasa hormat kepada rekan-rekannya," ujar González.

"Pada usianya sekarang dan dengan apa yang masih bisa dia lakukan, menurut saya, dia pantas mendapatkan MVP dan juga Ballon d'Or. Saya berharap dia bisa meraihnya."

 


Inter Miami Sempat Unggul 3-0

Penyerang Inter Miami, Lionel Messi (kiri), merayakan gol bersama gelandang asal Brasil, Casemiro (tengah), dan penyerang asal Uruguay, Luis Suarez (kanan), dalam pertandingan musim reguler Major League Soccer (MLS) melawan Charlotte FC di Nu Stadium, Miami, Florida, Amerika Serikat, Minggu (8/11/2026). (Giorgio Viera / AFP)

Dalam pertandingan terakhir melawan Charlotte FC, Inter Miami sebenarnya mengawali laga dengan sangat baik.

Ian Fray membawa Miami unggul pada menit ke-14 setelah memanfaatkan situasi sepak pojok yang dilepaskan Messi. Luis Suarez kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-33 setelah menerima bola hasil sundulan German Berterame yang mengarah ke gawang.

Rodrigo De Paul membuat Miami semakin menjauh. Sepakan dari luar kotak penalti pada menit ke-42 mengubah skor menjadi 3-0.

Namun, Charlotte FC bangkit setelah turun minum. Liel Abada mencetak dua gol masing-masing pada menit ke-50 dan ke-55 untuk memperkecil ketertinggalan.

Drama terjadi pada menit ke-90 ketika Rodolfo Aloko mencetak gol penyeimbang. Ia memanfaatkan bola rebound setelah tembakan Tyger Smalls membentur tiang gawang.

Hasil imbang itu membuat Inter Miami menutup musim reguler di peringkat kedua Wilayah Timur dengan 60 poin. Mereka akan menghadapi Columbus Crew yang finis di posisi ketujuh pada putaran pertama playoff dengan format best-of-three.

Sementara itu, Nashville SC keluar sebagai tim dengan perolehan poin terbaik setelah mengalahkan Cincinnati 2-0 dan mengoleksi 77 poin. Mereka sekaligus mematahkan rekor poin terbanyak dalam satu musim reguler MLS milik Inter Miami, yakni 74 poin yang dicatat pada 2024.

Berita Terkait