Hasil Banding Argentina ke Komding FIFA: Hukuman Nahuel Molina Dipangkas, Paredes Tetap Disanksi 10 Laga

FIFA menerima sebagian banding Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) atas sanksi yang dijatuhkan menyusul insiden di final Piala Dunia 2026.

BolaCom | Juventus FiladelfiaDiterbitkan 08 November 2026, 15:45 WIB
Pemain Spanyol Gavi (kiri) terjatuh saat terlibat keributan dengan pemain Argentina Leandro Paredes (5) dan Thiago Almada usai laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Yuki Iwamura)

Bola.com, Jakarta - Komite Banding FIFA, Jumat (7-11-2026), mengambil keputusan terkait banding yang diajukan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) atas sanksi terhadap sejumlah pemain tim nasional setelah insiden pascafinal Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.

World Soccer Talk melaporkan, Komite Banding FIFA menerima sebagian permohonan AFA.

Advertisement

Hukuman bek kanan, Nahuel Molina, dikurangi, sementara sanksi terhadap gelandang Leandro Paredes tetap dipertahankan.

Sebelumnya, Molina dijatuhi skorsing selama tujuh pertandingan dan denda sebesar 90.000 dolar AS (Rp1,63 miliar).

Setelah banding dikabulkan sebagian, hukumannya kini dipangkas menjadi empat pertandingan dengan denda 60.000 dolar AS (Rp1,09 miliar.)

 


Hukuman Paredes Tak Berubah

Nicolas Otamendi (19) dari Timnas Argentina dan Nahuel Molina (26) berkelahi dengan Rodri dari Spanyol (16) setelah pertandingan final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Senin (20-7-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Frank Franklin II)

Argentina telah menjalani tiga pertandingan tanpa Molina selama jendela internasional Oktober, yakni masing-masing melawan Bolivia, Benin, dan Burkina Faso.

Dengan demikian, pemain berusia 28 tahun tersebut hanya perlu melewatkan satu pertandingan lagi sebelum kembali tersedia untuk memperkuat Timnas Argentina

Berbeda dengan Molina, Paredes tidak mendapatkan pengurangan hukuman.

FIFA tetap mempertahankan skorsing 10 pertandingan dan denda 90.000 dolar AS (Rp1,63 miliar) yang sebelumnya dijatuhkan Komite Disiplin, Agustus lalu.

Sanksi tersebut diberikan menyusul bentrokan antara Paredes dengan pemain Spanyol, Eric Garcia dan Gavi, setelah final Piala Dunia 2026 yang dimenangi Spanyol dengan skor 1-0.

 


Keputusan FIFA Lainnya

Kericuhan usai final Piala Dunia 2026 dimana Leandro Paredes jadi biang keladinya

Dari total 10 pertandingan, Paredes telah menjalani tiga laga skorsing. Artinya, mantan gelandang PSG dan Juventus tersebut masih harus absen dalam tujuh pertandingan bersama La Albiceleste.

Dengan ketentuan pertandingan persahabatan dan laga resmi CONMEBOL dapat diperhitungkan dalam masa hukuman, Paredes diperkirakan belum bisa kembali membela Argentina, setidaknya hingga September 2027.

Keputusan Komite Banding FIFA, Senin lalu itu, tidak hanya menyangkut Molina dan Paredes.

FIFA juga menguatkan sanksi terhadap AFA terkait chant diskriminatif yang terdengar selama pertandingan Piala Dunia 2026.

Sanksi yang dijatuhkan pada Agustus 2026 itu mencakup denda sebesar 240.000 paun (Rp5,8 miliar) serta pembatasan jumlah penonton dalam pertandingan tim nasional.

Kasus tersebut berkaitan dengan sejumlah pertandingan Argentina melawan Tanjung Verde, Mesir, Swiss, Inggris, dan Spanyol.

 


AFA Berniat ke CAS

Roberto Ayala, asisten pelatih Timnas Argentina, menjelang pertandingan perempat final CONMEBOL Copa America 2024 antara Argentina dan Ekuador di Stadion NRG pada 4 Juli 2024 di Houston, Texas. (Logan Riely/Getty Images melalui AFP)

Selain itu, dua anggota delegasi Argentina turut terkena hukuman.

Thiago Almada dijatuhi skorsing satu pertandingan, sedangkan anggota staf pelatih, Roberto Ayala, mendapat larangan mendampingi tim selama tiga pertandingan.

Di sisi lain, AFA menyatakan tidak puas dengan keputusan Komite Banding FIFA. Mereka berencana meminta penjelasan lebih lanjut sekaligus membawa perkara tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Menurut AFA, terdapat sejumlah argumen berdasarkan fakta dan hukum yang dapat menjadi dasar untuk meminta peninjauan ulang terhadap keputusan FIFA.

 

Sumber: World Soccer Talk

Berita Terkait