Bola.com, Jakarta - Jose Mourinho membawa Real Madrid meraih kemenangan 3-0 atas Valencia, Minggu (8-11-2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut memperpanjang tren positif Los Blancos menjadi delapan kemenangan beruntun sekaligus mengantarkan Mourinho mencatatkan sejarah di La Liga.
Madrid tampil meyakinkan saat bertandang ke Mestalla. Federico Valverde dan Arda Guler mencetak gol pada babak pertama, sebelum Kylian Mbappe menambah keunggulan selepas turun minum.
Kemenangan ini membuat Real Madrid terus memberikan tekanan kepada Barcelona dalam persaingan di papan atas klasemen.
Los Blancos berada di posisi kedua, hanya kalah dalam selisih gol. Sementara itu, Barcelona dijadwalkan menghadapi Atletico Madrid yang menempati peringkat ketiga, Senin (9-11-2026) dini hari WIB.
Catatan Impresif
Hasil melawan Valencia juga menambah catatan impresif Mourinho sejak kembali ke Santiago Bernabeu.
Dari 16 pertandingan, pelatih asal Portugal itu telah membawa Madrid meraih 14 kemenangan.
Mourinho kini tercatat sebagai pelatih dengan persentase kemenangan tertinggi sepanjang sejarah kompetisi kasta tertinggi sepak bola Spanyol. Ia mengoleksi 97 kemenangan dari 126 pertandingan atau mencapai 77 persen.
Catatan tersebut menempatkannya di atas Pep Guardiola yang meraih 116 kemenangan dari 152 laga dengan persentase 76 persen. Carlo Ancelotti berada di posisi berikutnya dengan 162 kemenangan dari 228 pertandingan atau 71 persen.
Mourinho mengaku tidak mengetahui pencapaian tersebut sebelum diberi tahu seusai pertandingan.
Catatan Masa Lalu Bukan Fokus
Kendati bangga, ia menegaskan catatan masa lalu bukan hal yang menjadi fokus utamanya.
"Ini memberi tahu saya bahwa kami harus memenangkan pertandingan berikutnya karena, dalam hidup ini, orang-orang melupakan angka-angka bagus yang mungkin memiliki arti tertentu," ujar Mourinho.
"Kita tidak hidup dari angka-angka masa lalu. Kita hidup di masa sekarang dan harus memenangkan pertandingan berikutnya. Saya sama sekali tidak tahu tentang catatan itu, tetapi tentu saja ini menjadi sumber kebanggaan karena sepak bola Spanyol telah memiliki begitu banyak pelatih top sepanjang sejarah," tuturnya.
"Berada di sana dengan angka-angka tersebut merupakan sebuah kebanggaan, tetapi pertandingan berikutnya adalah yang paling penting," lanjut pelatih berusia 63 tahun tersebut.
Sumber: The National