Kesan Manis Atlet Malaysia Ikuti MilkLife Superliga Junior 2026: Persaingan Berat, tapi Dapat Banyak Kawan Baru

Pebulu tangkis tunggal putri asal Bukit Jalil Sports School Malaysia, Lee Ha Ning, mendapat pengalaman baru dan seru setelah tampil di MilkLife Superliga Junior 2026.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 08 November 2026, 19:00 WIB
Lee Ha Ning tunggal putri Bukit Jalil Sports School Malaysia setelah tampil di final U-15 Turnamen MilkLife Superliga Junior 2026 di GOR Djarum, Kudus, Minggu (8/11/2026). (Bola.com/Wiwig Prayugi)

Bola.com, Kudus - Pebulu tangkis tunggal putri asal Bukit Jalil Sports School Malaysia, Lee Ha Ning, mendapat pengalaman baru dan seru setelah tampil di turnamen MilkLife Superliga Junior 2026.

Untuk pertama kalinya, ia merasakan atmosfer pertandingan beregu sekaligus berkesempatan menjalin pertemanan dengan atlet-atlet dari negara lain.

Advertisement

Lee Ha Ning harus mengakui keunggulan tunggal putri PB Djarum, Nafla Berly Syakira Al Habsy, dalam pertandingan MilkLife Superliga Junior 2026 di GOR Djarum, Kudus, Minggu (8/11/2026).

Lee kalah melalui pertarungan tiga gim dengan skor 9-15, 15-13, 8-15. Meski gagal meraih kemenangan, pengalaman bertanding di Kudus memberikan kesan tersendiri baginya.

Lee mengaku sangat antusias bisa menjadi bagian dari turnamen beregu tersebut. Pasalnya, MilkLife Superliga Junior 2026 menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi dengan format beregu.

"Ini pertama kalinya aku bermain di ajang beregu. Aku sangat bersemangat bisa bermain untuk pertama kalinya di turnamen ini, dan sangat senang bisa bermain bersama teman-temanku," ujar Lee.


Dapat Teman Baru

Lee Ha Ning tunggal putri Bukit Jalil Sports School Malaysia setelah tampil di final U-15 Turnamen MilkLife Superliga Junior 2026 di GOR Djarum, Kudus, Minggu (8/11/2026). (Bola.com/Wiwig Prayugi)

Bukan hanya soal pertandingan, kehadiran di Kudus juga memberikan kesempatan bagi Lee untuk memperluas pertemanan. Ia mengaku mendapatkan banyak teman baru selama mengikuti turnamen tersebut.

Pengalaman itu menjadi salah satu hal menyenangkan yang ia rasakan di luar persaingan di lapangan.

Di sisi lain, Lee juga mendapatkan gambaran mengenai kualitas para pemain muda Indonesia. Menurutnya, atlet-atlet tuan rumah memiliki kecepatan dan kekuatan yang membuat pertandingan berjalan tidak mudah.

"Mereka semua sangat cepat, kuat, dan bertenaga. Tidak mudah, itu sulit," katanya saat menggambarkan pengalamannya menghadapi para pemain Indonesia.

Meski harus pulang dari pertandingan dengan kekalahan, Lee tetap membawa pengalaman berharga dari MilkLife Superliga Junior 2026. 

Berita Terkait