Sukses


5 Bintang yang Makin Gacor Setelah Berganti Posisi Bermain: Mulai dari Gareth Bale, Sergio Ramos, hingga David Alaba

Bola.com, Jakarta - Sepak bola modern menutut pemain bisa bermain di berbagai posisi. Mereka harus siap berganti posisi mengikuti kebutuhan strategi pelatih.

Banyak pemain mengalami peningkatan karier setelah berubah posisi bermain. Kinerja mereka kian kinclong di posisi yang sejatinya sejak awal karier tidak pernah mereka mainkan sebelumnya.

Di masa lalu, beberapa figur pemain yang terlihat luar biasa menjalani perubahan peran. Bastian Schweinsteiger, misalnya. Memulai karier sebagai pemain sayap kanan yang cemerlang, sebelum akhirnya berkembang menjadi gelandang tengah untuk Bayern Munchen dan Jerman.

Pemain seperti Javier Mascherano, Steven Gerrard, dan Vincent Kompany semuanya pernah merasakan perubahan posisi bermain di lapangan untuk kemudian menasbihkan diri menjadi pemain kaliber dunia.

Berikut ini deretan pesepak bola yang kian kinclong kinerjanya usah berganti posisi bermain.

2 dari 7 halaman

Alphonso Davies

Alphonso Davies mencium celah mengembangkan kemampuannya sebagai bek kiri di Bayern Munchen. Di bawah kepemimpinan Hansi Flick pada musim 2019-2020 kariernya melesat saat menjalani posisi anyar.

Pemuda asal Kanada itu datang ke Bayern sebagai penyerang sayap kiri. Namun, peluang bermainnya terbatas di tim yang sudah memiliki pemain seperti Serge Gnabry, Franck Ribery dan Kingsley Coman.

Bayern kemudian memindahkan David Alaba ke bek tengah dengan pertimbangan strategi. Apesnya, mereka membutuhkan bek kiri setelah pemain lain di posisi tersebut Lucas Hernandez dan Niklas Sule sama-sama cedera. Nama Davies kemudian dimunculkan.

Di bawah Flick, Davies telah diberi ultimatum sederhana: menyebabkan kekacauan di pertahanan lawan dengan kecepatannya.

Pendekatan dominasi penguasaan bola yang dimainkan Bayern membuat Davies tetap menjalankan posisi sebagai penyerang sayap kiri, meski sejatinya ia bermain sebagai bek kiri.

Pemain Kanada itu adalah bagian integral dari tim pemenang treble Bayern Munchen musim lalu. Banyak yang dibicarakan tentang kemampuan menyerang, termasuk assist sensasional dalam kemenangan Bayern 8-2 atas Barcelona musim lalu. Kecepatan transisi menyerang ke bertahan juga jempolan dengan modal kecepatan dan kebugaran fisik.

 

3 dari 7 halaman

David Alaba

Alaba selalu dikenal sebagai pemain serba bisa. Selama beberapa tahun, ia bermain sebagai bek kiri untuk Bayern Munchen, dan juga bermain sebagai gelandang tengah untuk Timnas Austria.

Namun, krisis cedera di Bayern Munchen musim lalu membuat Alaba harus lebih beradaptasi dengan posisi baru. Dia melakukannya dengan mudah, ketika Hansi Flick memasangkannya dengan Jerome Boateng di jantung pertahanan Bayern.

Alaba cukup tinggi, membaca permainan dengan baik, dan nyaman dengan bola di kakinya. Ia memang memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi seorang bek tengah.

Kecepatan Alaba menjadi pembeda, ketika ia memenangkan bola di lini belakang ia dengan cepat melakukan transisi bertahan ke menyerang.

 

4 dari 7 halaman

Dani Alves

Dani Alves selama bertugas di Barcelona, Juventus, dan Paris Saint-Germain membangun reputasi sebagai salah satu bek kanan terbaik di dunia.

Alves bergabung dengan klub Brasil Sao Paulo pada 2019, dan diberi kaos nomor punggung 10. Situasi ini tidak seperti Arsenal yang memberi William Gallas jersey bernomor sama, meskipun dia adalah seorang bek tengah.

Dani Alves benar-benar mengubah dirinya untuk bermain dalam peran lini tengah menyerang untuk klub barunua. Di usianya yang tak lagi muda, ia tetap terlihat cepat dan agresif.

Veteran Brasil itu sudah tidak asing berpindah posisi main. Dia bahkan menjaga gawang dalam kariernya, ketika dia menjadi pengganti PSG dalam pertandingan melawan Sochaux.

5 dari 7 halaman

Gareth Bale

Bale adalah bek kiri yang sedang berkembang di akademi Southampton, sebelum ia kemudian bergabung dengan Tottenham Hotspur.

Di klub baru ia kesulitan menyetabilkan diri di tim utama dengan memainkan peran sebagai wing back.

Harry Redknapp kemudian membaca potensi sang pemain dalam hal menyerang. Ia kemudian mendorong Bale sebagai penyerang sayap.

Faktanya, pada musim 2012-2013, Bale dinobatkan sebagai PFA Player of the Year untuk musim yang luar biasa bersama Spurs, yang akhirnya membuatnya pindah ke Real Madrid.

Di Real Madrid ia memiliki karier yang dipenuhi dengan momen-momen ikonik untuk Los Blancos.

Dua gol di final Liga Champions UEFA untuk melengkapi hattrick gelar dan juga gol ikonik ke gawang Barcelona di final Copa Del Rey. Nama Bale akan dikenang sepanjang masa oleh para penggemar Real Madrid.

6 dari 7 halaman

Sergio Ramos

Hingga Piala Dunia FIFA 2010, Ramos masih bermain sebagai bek kanan untuk Timnas Spanyol. Ia tampil amat baik di posisi ini.

Karena kebutuhan strategi, posisi Ramos kemudian digeser sebagai stoper di Real Madrid. Hasilnya? juga luar biasa. Ia bek tengah yang tangguh. Pelan namun pasti ia membangun reputasi sebagai legenda lini belakang Los Blancos.

Ia tak hanya paten dari sisi teknik, tapi juga berkarakter kuat. Jangan heran kalau akhirnya Ramos didapuk sebagai kapten Real Madrid.

Ramos menjadi kapten Real Madrid untuk tiga gelar Liga Champions UEFA berturut-turut, dan telah menjadi salah satu kontributor terbesar bagi kesuksesan klub musim lalu di bawah Zinedine Zidane, dalam peran yang mungkin tidak pernah dia bayangkan saat pindah ke Bernabeu dari Sevilla.

Sumber: Sportskeeda

7 dari 7 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer