Sukses


5 Alumnus FC Utrecht yang Mendunia, Semoga Bagus Kahfi Menyusul

Bola.com, Utrecht - FC Utrecht dianggap sebagai klub yang tepat untuk Bagus Kahfi. Selain menjadi tempat belajar, klub Belanda tersebut juga dapat diplot sebagai batu lompatan.

Bagus Kahfi resmi diumumkan sebagai pemain FC Utrecht pada Jumat (5/2/2021). Penyerang berusia 19 tahun itu dikontrak selama 18 bulan.

Dalam kesepakatannya, Bagus Kahfi memiliki klausul perpanjangan kerja sama dua tahun lagi, namun tergantung penampilan.

Namun, Bagus Kahfi harus ditempatkan di tim level usia. Dia tidak membela Jong Utrecht, tim U-23 FC Utrecht yang berkompetisi di Eerste Divisie alias kasta kedua di Liga Belanda.

FC Utrecht mengirimkan Bagus Kahfi ke tim U-18 untuk sementara waktu. "Pemain FC Utrecht itu, pemain di tim utamanya, hampir semuanya diincar klub-klub besar. Dirk Kuyt jebolan FC Utrecht. Saya 20 tahun di Belanda, sejak zaman dulu, FC Utrecht dikenal karena para pemainnya dibidik klub besar," kata Justinus Lhaksana, mantan pelatih futsal Indonesia yang pernah lama tinggal di Belanda kepada Bola.com, Sabtu (6/2/2021). 

"Tak masalah dia bermain di tim U-18. Kalau Bagus Kahfi bisa cepat beradaptasi, dalam dua bulan dia bisa pindah ke Jong Utrecht. Dia bisa jadi starter di Jong Utrecht dan diberikan tempat di tim utama. Jadi berhasil atau tidak, itu tergantung dia."

"Dia harus pintar. Secara fisik, dia akan lemah atau kalah. Dia harus tekankan kekuatan yang lain sambil mengangkat atau membuat fisiknya lebih bagus. Kalau Bagus Kahfi bisa masuk tim utama FC Utrecht, dia pasti akan dipantau klub-klub besar di Belanda. Itu sudah pasti. Itu sudah menjadi tradisi puluhan tahun FC Utrecht," imbuhnya.

Pernyataan coach Justin, karib Justinus disapa, melegakan Bagus Kahfi. Jika bekerja keras dan serius, ia bisa berprospek cerah di Belanda dan memperpanjang kebiasaan FC Utrecht sebagai tim yang kerap melahirkan pemain potensial.

Bola.com merangkum lima jebolan FC Utrecht yang mendunia. Berikut lima di antaranya:

2 dari 7 halaman

1. Dirk Kuyt

Nama Dirk Kuyt boleh mendunia saat membela Feyenoord. Sebelum itu, ia adalah anggota FC Utrecht.

Dirk Kuyt membela FC Utrecht selama lima tahun pada periode 1998-2003. Dari situ, ia hijrah ke Feyenoord hingga 2006 sebelum bergabung dengan Liverpool.

Selama membela FC Utrecht, Dirk Kuyt tampil dalam 174 penampilan dan mencetak 56 gol. Dia turut menyumbangkan satu trofi KNVB Cup 2002/2003.

3 dari 7 halaman

2. Dries Mertens

Sama seperti Dirk Kuyt, tidak banyak orang yang mengenali Dries Mertens sebelum bermain untuk PSV Eindhoven. Sebelum itu, penyerang asal Belanda tersebut memperkuat FC Utrecht selama dua musim.

Pada rentang 2009-2011, Mertens berbaju FC Utrecht. Dia bermain sebanyak 86 pertandingan dan membukukan 21 gol plus 34 assists.

Tampil memukau bersama FC Utrecht, Mertens dibeli oleh PSV dan bertahan sampai 2013. Saat ini, ia langgeng bersama Napoli.

4 dari 7 halaman

3. Erik Pieters

Erik Pieters mengawali karier profesionalnya bersama FC Utrecht. Dia bermain dua musim dari 2006-2008.

Setelah itu, Pieters dibeli oleh PSV dan bertahan hingga 2013. Dia lalu hengkang ke Stoke City sampai 2019.

Dari Stoke City, Pieters hijrah ke Burnley sampai saat ini. Dia dikenal sebagai bek yang tangguh.

Saat membela FC Utrecht, Pieters mengumpulkan 58 pertandingan. Dia menjadi pujaan publik Dom City.

5 dari 7 halaman

Sebastien Haller

Sebastien Haller datang ke FC Utrecht pada 2015. Ketika itu, ia berstatus pemain pinjaman dari Auxerre.

Haller tampil gacor bersama FC Utrecht pada 2015. Dia mampu mencatatkan 11 gol dari 17 pertandingan.

Karena performa impresifnya itu, FC Utrecht mempermanenkan Haller. Dia bertahan hingga 2017 sebelum bergabung dengan Eintracht Frankfurt.

Dua musim di FC Utrecht, Haller mencatatkan 33 gol dari 77 pertandingan.

Dari Frankfurt, Haller pindah ke West Ham United pada 2019. Baru pada bursa transfer musim dingin lalu, ia kembali ke Belanda untuk memperkuat Ajax Amsterdam.

6 dari 7 halaman

5. Erik ten Hag

Sebelum berjaya dengan Ajax Amsterdam, Erik ten Hag melatih FC Utrecht pada 2015-2017. Selama dua tahun, ia cukup sukses.

Di musim pertamanya, Ten Hag membawa FC Utrecht menempati posisi kelima. Pada tahun keduanya, pencapaiannya meningkat menjadi tim berperingkat keempat.

Moncer di FC Utrecht, Ten Hag dibajak Ajax pada 2017. Dia mampu menorehkan tiga gelar di tim ibu kota Belanda itu.

7 dari 7 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Video Populer

Foto Populer