Deretan Pemain yang Pernah Dibikin Menangis oleh Jose Mourinho: Nyaris Baku Pukul dengan Cristiano Ronaldo di Ruang Ganti

Chelsea mendepak Jose Mourinho dari singgasana pelatih pada Desember 2015, periode kedua The Special One berkuasa di Stamford Bridge.

Bola.com, Jakarta - Enzo Maresca hanya diberi kesempatan 18 bulan menukangi Chelsea dari kontraknya yang seharusnya rampung pada Juni 2029.

Enzo Maresca kehilangan pekerjaan sebagai pelatih disaat semua orang di seluruh dunia berharap dijauhkan dari kesialan jelang memasuki 2026.

Performa The Blues yang dianggap jauh dari ekspektasi menjadi penyebab utama di balik PHK Enzo Maresca pada 1 Januari kemarin.

Posisi Chelsea hingga pekan ke-20 Premier League 2025/2026 memang sangat mengkhawatirkan dalam perburuan gelar musim ini.

Mengantongi 31 poin, Chelsea masih tercecer di posisi keempat atau terpaut angka yang sangat jauh dari Arsenal di posisi teratas, 48 poin.

Sebuah pencapaian yang dianggap mengecewakan, mengingat menajemen telah menggelontorkan dana sebesar 279,65 juta euro atau setara Rp5,26 triliun guna merekrut sejumlah amunisi anyar macam Joao Pedro (Brighton), Jamie Gittens (Borussia Dortmund), Liam Delap (Ipswich), pun wonderkid Brasil, Estevao.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 7 halaman

Jose Mourinho dan Chelsea

Bagi Chelsea, atau tim-tim Premier League lainnya, pemecatan pelatih bukanlah perkara baru. Sebelumnya, Chelsea juga pernah mendepak Jose Mourinho dari singgasana pelatih. Itu terjadi pada Desember 2015, periode kedua The Spesial One berkuasa di Stamford Bridge.

Seperti Enzo Maresca, Jose Mourinho juga kehilangan pekerjaan lantaran performa skuadnya anjlok di kasta teratas Inggris 2015/2016 terpuruk di posisi ke-16 klasemen sementara.

Padahal, musim sebelumnya, Jose Mourinho mempersembahkan gelar Premier League 2014/2015 bagi The Blues. Sadis!

Tak hanya itu, di periode pertamanya, dari 2004 hingga 2007, sekeranjang trofi juga dipanen Jose Mourinho bersama Chelsea, di antaranya dua gelar Premier League.

Jose Mourinho bukan hanya sosok pelatih bertangan dingin yang pernah gemilang bareng Chelsea.

 

3 dari 7 halaman

Pemain yang Pernah Dibuat Menangis Jose Mourinho

Sepanjang kariernya yang panjang, juru taktik yang kini berusia 62 tahun juga meninggalkan pahatan keren di Inter Milan, Real Madrid, serta tentu saja Porto.

Meski kurang beruntung kala membesut AS Roma, Manchester United, Tottenham Hotspur, dan Fenerbahçe, namun tak ada yang berani membantah kalau Jose Mourinho masih salah satu pelatih terbaik.

Bagi banyak pemain yang pernah diasuhnya, Jose Mourinho menggoreskan segepok kenangan, suka maupun duka.

Sepanjang kariernya pula, The Special One kerap diwarnai drama demi drama. Dari penghinaan publik, pertengkaran pribadi di ruang ganti, hingga sejumlah pemain yang benar-benar menangis.

Berikut tujuh pemain yang dibuat menangis oleh Jose Mourinho, seperti dilansir Planetfootball:

 

4 dari 7 halaman

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo bisa dibilang menampilkan permainan terbaik dalam kariernya di bawah asuhan Jose Mourinho.

Total ia mencetak 120 gol hanya dalam 106 penampilan di bawah asuhan rekan senegaranya dari Portugal dan menjadi bintang ketika Real Madrid mengakhiri era dominasi Barcelona dengan rekor 100 poin pada musim 2011-12.

Namun selalu ada ketegangan, terutama di musim terakhir Mourinho yang penuh ketegangan di ibu kota Spanyol.

"Reaksi Mourinho mengejutkan saya," kenang Luka Modric dalam biografinya ‘My Game’.

"Kami unggul 2-0 di Copa del Rey. Ronaldo tidak mengikuti pemain lawannya saat lemparan ke dalam dan Jose sangat marah pada Cristiano. Keduanya bertengkar cukup lama di lapangan."

“Ketika kami kembali ke ruang ganti saat jeda babak pertama, saya melihat Ronaldo kesal, hampir menangis. Dia berkata, ‘Saya melakukan yang terbaik yang saya bisa dan dia masih mengkritik saya’."

"Mourinho masuk dan mulai mengkritik pemain Portugal itu atas tanggung jawabnya selama pertandingan. Pertengkaran di antara mereka semakin memanas hingga hanya intervensi para pemain yang mencegah terjadinya perkelahian sungguhan," ungkap Modric. 

 

 

5 dari 7 halaman

Mesut Ozil

Cristiano Ronaldo bukanlah satu-satunya yang menjadi sasaran amarah Jose Mourinho selama masa jabatannya di Bernabeu.

Dalam bukunya tahun 2017, ‘Gunning For Greatness’, Ozil menceritakan pengalamannya menerima tekel keras. Dia dianggap terlalu lunak dalam tekel oleh mantan bos Los Blancos tersebut.

“Sekarang Mourinho berbicara dengan sangat tenang,” kenang Ozil, tentang bagaimana semuanya mencapai puncaknya.

“Dia tidak lagi pemarah dan berisik, tetapi terkendali, yang membuat saya semakin marah. Bagaimana dia bisa menenangkan diri seperti itu sementara saya hampir kehilangan kendali? Saya sangat kesal. Saya ingin sekali melempar sepatu saya ke kepalanya. Saya ingin dia berhenti. Untuk akhirnya membiarkan saya tenang.”

“'Kau tahu apa, Mesut?' kata Mourinho, lebih keras sekarang agar semua orang bisa mendengar. 'Menangislah sesukamu! Sesak tangislah! Kau seperti bayi. Pergi dan mandilah. Kami tidak membutuhkanmu.'

“Perlahan aku bangkit, melepas sepatuku, mengambil handukku, dan berjalan diam-diam melewati manajer menuju kamar mandi, tanpa sedikit pun meliriknya. Sebaliknya, dia melontarkan provokasi terakhir ke arahku. 'Kau bukan Zinedine Zidane, kau tahu. Tidak! Tidak pernah! Kau bahkan tidak berada di level yang sama!'

“Aku merasa tenggorokanku tercekat. Kata-kata terakhirnya seperti tusukan di jantung. Mourinho tahu persis apa yang dia katakan. Dia tahu betapa aku mengagumi pemain itu. Dia tahu bahwa pemain Prancis itu adalah satu-satunya pesepakbola yang benar-benar kukagumi.”

 

 

 

 

6 dari 7 halaman

Mohamed Salah

Raja Mesir milik Liverpool ini menghabiskan masa singkat dan tidak terlalu sukses di bawah asuhan Mourinho di Chelsea. Ia hanya tampil 19 kali di bawah Mourinho, mencetak dua gol dan tiga assist.

“Mereka sangat tidak beruntung karena bosnya, Mourinho, saat itu tidak kenal ampun,” kenang John Obi Mikel di podcast Obi One miliknya.

“Jika Anda tidak melakukan pekerjaan Anda dengan baik, siapa pun Anda, dia akan menegur Anda. Dia pernah menegur Mohamed Salah saat jeda pertandingan dan Salah menangis tersedu-sedu." 

"Kami berpikir, ‘Oke, dia akan membiarkannya kembali ke lapangan,’ tetapi kemudian dia menghancurkan pemain muda itu dan menariknya keluar. Tapi itu hanya mentalitasnya saat itu. Tapi apakah Mourinho akan melakukan itu sekarang? Saya rasa tidak," tambahnya. 

Sumber: Planetfootball

7 dari 7 halaman

Yuk Lihat Peta Persaingan

Video Populer

Foto Populer