Sukses


Pacitan, Gairah Besar Sepak Bola di Kota Kelahiran SBY

Bola.com, Pacitan - Kabupaten Pacitan selama berpuluh-puluh tahun identik dengan keterbelakangan. Wilayah di barat daya Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia, Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah ini memang terisolir.

Namun, sejak salah satu putra terbaiknya, Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Presiden RI selama dua periode, Pacitan pun berbenah diri. Infrastruktur jalan diperlebar dan dipermulus dengan jalan yang berlapis beton.

Potensi daerah seperti pariwisata dan kehutanan pun dieksplorasi. Tak ayal, sektor pariwisata berupa pantai dan gua alam pun jadi destinasi wisatawan domestik. Kekayaan alam itulah yang akan dimanfaatkan Ketua Umum Pacitan FC, Novi Kisworo sebagai pendamping dengan olahraga, khususnya sepak bola.

"Rencana kami membentuk Pacitan FC untuk menggairahkan sepak bola di daerah ini. Kabupaten ini sangat tertinggal prestasinya di cabang sepak bola, bila dibandingkan Madiun dan Ngawi. Bahkan, Ponorogo saja bisa melahirkan kiper timnas Dian Agus Prasetyo," tutur Novi Kisworo.

Ambisi Ketum Pacitan FC memang sedang menggunung. Salah satu langkah konkretnya mendirikan klub pada 8 Maret 2016 yang dipersiapkan berlaga di Liga Nusantara. Anak-anak muda lokal pun dijaring untuk berkompetisi.

"Selama ini di Pacitan hanya digelar turnamen antarkampung meski animo penonton sangat besar. Kota ini tak memiliki klub yang bisa jadi kebanggaan publik. Saya ingin Pacitan FC jadi idola masyarakat di kemudian hari, seperti kota-kota lain yang telah punya klub dan eksis di sepak bola Indonesia," kata Novi.

Di Trofeo Piala Pacitan FC, lanjut Novi, timnya mematok target juara. Meski langkah ke sana sangat berat karena mereka harus bersaing dengan runner up Piala Kemerdekaan 2015, Persinga Ngawi. Belum lagi masih ada Persik Kediri, salah satu klub papan atas di Tanah Air yang telah dua kali menjuarai kompetisi tertinggi tahun 2003 dan 2006.

"Kami sengaja mengundang Persik dan Persinga untuk belajar dari mereka. Tapi kami yakin bisa meladeni mereka. Anak-anak telah dua bulan digembleng dengan latihan keras. Namun, mental bertanding mereka masih lemah," ucapnya.

Video Populer

Foto Populer