Sukses


Paulo Camargo Mengundurkan Diri dari Persija

Bola.com, Jakarta - Rentetan hasil buruk yang diraih Persija Jakarta sepanjang putaran pertama Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo memaksa Paulo Camargo mengundurkan diri. Keputusan yetsebut diambil pelatih asal Brasil tersebut sebelum memulai  latihan jelang laga melawan Mitra Kukar di Lapangan Yon Zikon 14, Srengseng, Jakarta Selatan, Selasa (2/8/2016).

Camargo tak sendiri memutuskan menepi dari Tim Macan Kemayoran. Dua asistennya, yakni Denimar Carlos dan Nimrot Manalu juga mengikuti jejaknya. Camargo juga meminta maaf karena membuat Persija berada dalam posisi seperti saat ini, terpuruk di jajaran papan bawah.

“Saya memutuskan mengundurkan diri. Saya rasa tim ini butuh penyegaran dengan mendatangkan pelatih baru”, ujar Camargo.

Tugas mantan arsitek Persibo Bojonegoro tersebut diambil alih Jan Saragih, yang sebelumnya masuk jajaran tim pelatih Tim Macan Kemayoran. Jan sudah mulai menjalankan tugas pada Selasa pagi.

Terpuruknya Persija dimulai ketika pertandingan melawan Sriwijaya FC pada pekan 8 TSC 2016. Saat itu terjadi kerusuhan antara penonton denganpihak keamanan yang membuat pertandingan dihentikan. Tak hanya dihentikan, Persija pun mendapat kekalahan dengan skor 0-3 hasil dari rapat Komisi Disiplin PT Gelora Trisula Semesta.

Kekalahan atas SFC disertai kerusuhan yang cukup meluas membuat mental pemain Persija seperti jatuh. Tujuh pertandingan selanjutnya diwarnai tanpa kemenangan, dan bahkan Persija hanya meraih satu kali hasil seri 0-0 melawan Persib Bandung.

Di tiga pertandingan terakhir Bambang Pamungkas dkk. kalah beruntun. Mereka digasak Persiba Balikpapan 0-1, kemudian dihajar Madura United 0-3, dan terakhir Bhayangkara Surabaya United.

Situasi ini membuat manajemen Persija, mulai menyorot kinerja Paulo Camargo. "Kami akan melakukan evaluasi dalam waktu dekat. Kinerja Persija belakangan ini jelas di bawah ekspetasi kami," ujar Ferry Paulus, Presiden Persija.

Paulo Camargo sebenarnya tidak bisa disalahkan sepenuhnya dengan kinerja buruk tim ibu kota. Kebijakan manajemen Persija Jakarta memberdayakan mayoritas pemain belia minim pengalaman juga berperan pada keterpurukan klub. Minim pemain bintang, klub pengoleksi 10 gelar kompetisi kasta tertinggi sejak era perserikatan tersebut jadi bulan-bulanan pesaing di TSC.

Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 2), Beragam Alasan untuk Bisa Bela Timnas Indonesia

Video Populer

Foto Populer