Sukses


7 Keputusan Kelompok 85 Menjelang KLB PSSI

Bola.com, Jakarta - Kelompok 85 menggelar rapat menjelang Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang berlangsung pada 3-5 Agustus 2015 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta. Ada beberapa keputusan dari Kelompok 85 agar KLB pembentukan KP (Komite Pemilihan) dan KPB (Komite Banding Pemilihan) berjalan lancar.

Salah satu anggota Kelompok 85, Iwan Budianto mengatakan, K85 menerima beberapa keputusan dari PSSI terkait dengan KLB PSSI. PSSI menetapkan KLB pemilihan paling lambat digelar pada 31 Oktober, namun Kelompok 85 ingin KLB pemilihan dipercepat.

“Kami ingin pada 11 September KLB pemilihan sudah bisa digelar, karena lebih cepat lebih baik. Selain itu ada jeda waktu 40 hari untuk membuat beberapa tahapan pemilihan," katanya.

Selain itu, Kelompok 85 yang terdiri dari 91 voters juga menyetujui beberapa poin dari PSSI. Hal itu bertujuan untuk membuat KLB berjalan dengan lancar. Juru bicara Kelompok 85, Gusti Randa berharap jangan sampai terjadi deadlock.

Kelompok 85 ingin menghindari deadlock. Poin yang kami tuju, KLB ini sukses berjalan lancar, jadi KLB ini bisa dimajukan karena lebih cepat lebih baik,” jelas Gusti Randa.

Setidaknya ada tujuh poin hasil keputusan K85 jelang KLB PSSI: 

1. Kelompok 85 menyetujui Hinca Panjaitan sebagai Plt Ketua Umum PSSI. Pemilihan Plt berdasarkan Statuta FIFA yang menyebutkan Plt Ketua Umum PSSI bisa dijalankan oleh Wakil Ketua Umum yang usianya lebih tua.

2. Voters, yakni Kelompok 85, tetap menginginkan KLB PSSI sebagai tujuan untuk memilik kembali anggota Komite Eksekutif PSSI.

3. KLB Pemilihan sudah ditetapkan paling lambat tanggal 31 Oktober 2016. Namun, Kelompok 85 ingin KLB Pemilihan dipercepat menjadi tanggal 11 September 2016.

4. Kelompok 85 masih menunggu Election Code atau peraturan terbaru untuk KLB PSSI.

5. Kelompok 85 setuju dengan penunjukan Agum Gumelar sebagai Komite Pemilihan yang ditunjuk oleh FIFA. Voters juga setuju dengan agenda-agenda PSSI untuk KLB PSSI.

6. Penunjukan Erick Thohir sebagai ketua Komite Banding Pemilihan. Voters juga setuju karena pemilihan tersebut datang dari FIFA. Anggota voter menyerahkan mekanisme kepada komite untuk pemilihan anggotanya.

7. Kelompok 85 menginginkan KLB berjalan dengan santun dan bermartabat serta ingin menghindari deadlock dan kekacauan. KLB ini bertujuan untuk menuju PSSI yang lebih bermartabat.

Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 2), Beragam Alasan untuk Bisa Bela Timnas Indonesia

Video Populer

Foto Populer