Sukses


Okto Maniani Lupakan Sakit Hati 2010, Tak Pikirkan Gaji di Arema

Bola.com, Malang - Manajemen Arema Cronus secara resmi memperkenalkan Oktovianus Maniani sebagai pemain baru di kantor manajemen, Jalan Kertanegara, Malang, Rabu (31/8/2016). Pemain 25 tahun asal Papua ini mengisi posisi sayap yang ditinggalkan oleh Antony Putro Nugroho yang baru saja hengkang ke Bhayangkara Surabaya United.

Kedatangan Okto ini cukup mengejutkan. Sang pemain pekan lalu pamit kepada manajemen klub lamanya, Persiba Balikpapan untuk jadi PNS di Jayapura. Tapi ternyata kini dia bergabung dengan Arema. Di Malang, dia sudah tidak merasa asing lagi. Pada 2010 dia sempat melakoni seleksi dua minggu di Arema. Tapi akhirnya dia bergabung dengan Sriwijaya FC.

Apa yang membuatnya sekarang menerima pinangan Arema? Berikut wawancara Bola.com dengan Okto Maniani.

Sekarang Anda sudah resmi jadi pemain Arema. Bagaimana prosesnya?

Puji Tuhan jalan hidup saya sangat luar biasa sekarang. Sebelumnya saya sudah berencana berhenti untuk sementara main bola dan fokus untuk PNS di Jayapura. Saya mundur dari Persiba Balikpapan untuk mengurusi persyaratan pengangkatan PNS itu.

Setelah selesai persyaratan masuk PNS, pada Senin (29/8/2016) malam saya dihubungi langsung oleh bos Arema (Iwan Budianto). Ditawari mau main di Arema atau tidak. Kebetulan urusan PNS sudah selesai dan saya langsung jawab mau. Persoalan izin PNS saya urus kemudian hari. Tawaran dari Arema ini membuat saya bergairah lagi untuk main bola. Karena ini kesempatan langka saya kembali bermain untuk tim besar di Indonesia.

Anda dikontrak berapa lama, apakah nominal kontraknya tergolong tinggi untuk ukuran tim sebesar Arema?

Saya sudah tanda tangan kontrak sampai TSC ini selesai. Jadi setengah putaran lagi. Untuk nominal saya dibayar berapa pun mau untuk main di Arema. Oleh karena itu negosiasinya lancar sekali.

Apa manajemen Persiba sekarang sudah tahu kalau anda sekarang gabung Arema? 

Sekarang sudah tahu. Saya hubungi manajemen dan pelatih Persiba kemarin. Sebelumnya jujur tidak ada rencana main bola sampai TSC berakhir. Karena saya ingin fokus dulu sebagai PNS dan sekarang Persiba menerima kalau sekarang ke Arema. Mengingat ini semua di luar rencana saya. Mereka juga akan kirimkan surat keluar sebagai berkas pendaftaran pemain baru Arema.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 2 halaman

Lupakan Sakit Hati Tahun 2010

Tahun 2010, waktu Arema ditangani Miroslav Janu, Anda pernah menjalani seleksi. Tapi akhirnya menghilang dan gabung dengan Sriwijaya FC. Bagaimana cerita sebenarnya?

Betul. Cerita ini harus diluruskan dan saya akan bicara sejujurnya. Tahun 2010 saya sudah seleksi sampai dua minggu di Arema. Padahal saya datang dengan status pemain timnas waktu itu.

Ketika seleksi berjalan, Arema justru langsung memberikan kontrak kepada TA Musafri yang baru datang dua hari. Kejadian itu membuat saya kecewa dan memilih untuk pulang. Jujur waktu itu sakit hati rasanya dengan manajemen Arema. Tidak lama berselang, tawaran dari Sriwijaya FC datang, langsung saya terima.

Sampai sekarang apa masih sakit hati dengan Arema?

Sekarang sudah tidak karena saya sudah membalasnya. Tadi saya teken kontrak dulu baru ikut latihan. Hahaha.

Gabung dengan Arema yang dihuni banyak pemain bintang, apa Anda butuh adaptasi?

Tidak. Saya sudah pernah bermain dengan mayoritas pemain Arema. Waktu Timnas U-23 bareng sama Kurnia Meiga, Dendi Santoso, Ahmad Alfarizi, Hendro Siswanto, Sunarto dan beberapa lagi yang lainnya.

Kalau di klub, waktu main di Pusamania Borneo FC kerja sama dengan Abang Hamka Hamzah dan Febri Hamzah. Yang lainnya juga pernah. Jadi saya sudah kenal baik dengan mereka, baik di dalam maupun luar lapangan.

Video Populer

Foto Populer