Sukses


Ultras Garuda Mendukung Timnas Indonesia dan Menyatukan Suporter

Cikarang - Timnas Indonesia dari segala kelompok usia hingga senior tak pernah sepi dukungan. Saat Tim Garuda bertanding, bahkan hingga ke mancanegara, dukungan dari suporter setia selalu menemani. Satu di antaranya tergabung dalam komunitas bernama Ultras Garuda.

KLY Sports menyambangi tribune selatan Stadion Wibawa Mukti di Cikarang dan bertemu dengan ratusan Ultras Garuda saat Timnas Indonesia U-19 bertanding melawan Yordania, Sabtu (13/10/2018).

Komunitas ini lantas bercerita mula pembentukan dan syarat bergabung dengan Ultras Garuda.

Ultras Garuda terbuka untuk umum. Asalkan, meninggalkan atribut klub masing-masing. Ultras Garuda terbentuk dengan nama awal Suporter 12 Indonesia. Kemudian diganti menjadi nama yang sekarang karena terinspirasi kelompok suporter di negeri tetangga.

"Nah, seiring berjalannya waktu kan ada tuh dari negeri sebelah, Ultras Malaya (pendukung Timnas Malaysia), kenapa kami tidak ada Ultras buat Indonesia. Jadi Ultras Garuda saja kami namakan," ujar Humas Ultras Garuda Pusat, Rifki Chorudin, kepada KLY Sports.

"Jadi, misinya selain mendukung timnas, kami ingin menyatukan seluruh suporter supaya bersatu. Kita ini satu bangsa dan satu negara, jadi kenapa harus berbeda-beda," tambahnya.

Rifki masih belum tahu jumlah personel tetap Ultras Garuda. Hanya, sudah ada perwakilan di beberapa daerah.

"Misalnya Lampung, Batam, Sidoarjo dan sebagainya, kami sudah ada semua, hampir seluruh kota. Jadi, kalau Timnas Indonesia bermain di mana saja, Insya Allah sudah ada semua perwakilan dari kami, Ultras Garuda," tutur Rifki.

 

2 dari 2 halaman

Bicara Chant

Menyoal chant yang dilantangkan, beberapa kelompok suporter jadi inspirasi Ultras Garuda. Termasuk dari The Jakmania, pendukung Persija Jakarta.

"Banyak kalau chant. Jadi kalau chant kami mengambil dari klub lokal, cuma kami tidak main sembarang pakai. Kami izin dulu dengan klub lokal, kalau kami mau pakai chant-nya buat di Ultras Garuda boleh tidak? Kebanyakan klub lokal mengizinkan, asal jangan pakai anthem mereka," kata Rifki.

"Ya, mungkin (chant) ale-ale dari Jakarta (The Jakmania), lalu Bonek dari Surabaya kami pakai juga," lanjutnya.

Ultras Garuda memanfaatkan media sosial untuk bersosialisasi informasi dengan anggotanya. Mendukung Timnas Indonesia seluruh jenjang usia adalah tujuannya.

"Kami ada juga namanya Ultras Garuda Pusat. Perwakilan dari daerah-daerah ada di situ. Dari akun media sosial Ultras Garuda juga, Alhamdulillah bisa berbagi info. Jadi sudah kompak saja kalau Timnas Indonesia mau main di Cikarang, di Bogor, atau di Jakarta. Mereka sudah tahu dari akun-akun (media sosial) kami, sekalipun di-backup Grup WhatsApp yang benar-benar khusus dari perwakilan daerah masing-masing kami ambil dua orang," imbuhnya.

Sumber: Bola.net

Video Populer

Foto Populer