Sukses


Mengulik Latar Belakang Ante Bakmaz: Diaspora Turki dan Perang Yugoslavia

Bola.com, Bangkalan - Nama Ante Bakmaz masih belum terlalu meroket di kancah sepak bola Indonesia. Bek asing milik Madura United itu belum memberi kejutan kepada publik meski sudah menjalani tiga laga di Shopee Liga 1 2019. 

Dari data di situs resmi PT LIB, Ante Bakmaz tercatat sebagai pemain berpaspor Australia. Namun, nama lengkapnya, Anthony Bakmaz, menunjukkan bahwa dirinya berasal dari keluarga imigran asal Eropa. 

“Ya, kedua orang tua saya berasal dari Kroasia. Tapi, saya lahir dan besar di Sydney, Australia. Saya memegang dua paspor sekaligus, Kroasia dan Australia, karena latar belakang itu,” ungkap Bakmaz memulai cerita kepada Bola.com.

Akan tetapi, hal itu masih belum menunjukkan bahwa Bakmaz berdarah murni Kroasia. Namanya, kurang mencerminkan ciri khas seorang dari negara pecahan Yugoslavia tersebut.

“Betul. Kalau saya asli Kroasia, nama saya mungkin seharusnya Bakmazic. Nama Bakmaz itu dari ayah saya yang berdarah Turki. Jadi, ratusan tahun lalu, orang Turki berdiaspora ke Kroasia,” ujar pemain berusia 27 tahun itu. 

“Tapi, saya merasa tidak punya ikatan dengan Turki. Ayah saya lahir dan besar di Kroasia, begitu juga dengan ibu saya. Satu-satunya identitas Turki yang saya punya adalah nama belakang yang akan terus menurun kepada anak saya nanti,” imbuhnya. 

Ante Bakmaz mengaku sudah berulang kali mendapat pertanyaan mengenai latar belakangnya. Baginya, itu hal yang wajar karena melihat nama lengkapnya, orang biasanya menunjukkan reaksi terkejut melihat dia lahir dan besar di Australia.

 

2 dari 3 halaman

Perang Yugoslavia

Pemain yang pernah berkarier di Belanda itu pun bercerita mengenai keluarganya. Orang tuanya merupakan imigran dari Kroasia saat perang Yugoslavia sedang berkecamuk pada tahun 1980-an.  

Negara itu kini telah pecah menjadi tujuh negara yang berbeda. Masing-masing adalah Bosnia-Herzegovina, Kroasia, Kosovo, Montenegro, Makedonia, Serbia, dan Slovenia. 

Orang tua Ante Bakmaz mencari suaka hingga ke Australia karena saat itu memiliki beberapa kerabat dekat di sana. 

“Saya tidak tahu situasi saat itu bagaimana. Ayah dan ibu saya kemudian mendapat pekerjaan di Sydney dan menetap di kota itu. Saya juga kemudian lahir dan tumbuh di sana sampai mengawali karier,” ucap Bakmaz. 

Sebagai anak yang lahir di Australia, Bakmaz menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu. Namun, kedua orang tuanya tetap berkomunikas dengan bahasa Kroasia selama di rumah. Dia pun menguasai dua bahasa itu sekaligus.

Hal itu kemudian membuatnya bisa berkomunikasi dengan lancar saat berbincang dengan Aleksandar Rakic, striker Madura United asal Serbia. Bola.com kerap memergoki dua pemain ini berbicara tidak menggunakan bahasa Inggris.

“Bahasa kami satu rumpun. Saya berbicara bahasa Kroasia, Rakic membalasnya dengan bahasa Serbia. Memang, bagaimanapun dua bahasa itu berbeda. Tapi, kami bisa memahami satu sama lain dengan mudah,” terang Bakmaz.

3 dari 3 halaman

Paspor Kroasia

Ante Bakmaz juga mendapat paspor Kroasia karena merupakan keturunan langsung dari imigran negara tersebut. Sampai sekarang, dia masih bangga menjadi orang Kroasia dan kerap memanfaatkan paspor yang dimilikinya.

“Saya mengawali karier di Eropa mulai dari Belanda, Latvia, Lithuania, hingga Malta, dengan menggunakan paspor Kroasia. Musim lalu, untuk kali pertama saya pakai paspor Australia saat berkarier bersama Al Nejmeh (klub Lebanon),” tuturnya. 

“Tentu ada keuntungan bisa memiliki dua paspor sekaligus. Seperti sekarang, di Madura United, saya memakai paspor Australia agar saya bisa menjadi pemain Asia di klub ini,” ungkap pemain bernomor punggung 28 itu. 

Musim ini jadi yang pertama untuk Bakmaz berkarier di Indonesia. Dia memilih Madura United karena tertantang dengan ambisi menjadi juara di Liga 1 2019.

11 Menit Cetak Hattrick, Diogo Jota Bisa Menjadi Pilihan di FPL

Video Populer

Foto Populer