Sukses


Shin Tae-yong Ingin Timnas Indonesia U-19 Bermain Tiki-taka ala Barcelona?

Bola.com, Jakarta - Di tangan Luis Milla, Timnas Indonesia memainkan sepak bola indah ala tiki-taka yang biasa digeber Timnas Spanyol dan Barcelona. Sepeninggal sang mentor gaya bermain seperti itu bak lenyap di telan bumi. Bima Sakti dan Simon McMenemy gagal menyajikan permainan ofensif memesona.

Saat PSSI mengontrak Shin Tae-yong publik sepak bola Tanah Air berharap gaya permainan Tim Merah-Putih bisa kembali menghibur. Siapa sangka, pelatih asal Korea Selatan itu juga pemuja sepak bola indah.

Seperti yang diberitakan Korea Herald beberapa tahun silam, sejak awal menukangi timnas negaranya, Shin Tae-yong rajin memutar video pertandingan Barcelona atau Arsenal, yang amat kental dengan gaya bermain pendek merapat dengan mengedepankan kecepatan.

Selama sesi latihan, pelatih berusia 51 tahun itu terlihat memerintahkan para pemainnya untuk bergerak cepat setelah mengoper bola ke rekan setim.

"Kita akan memainkan sepak bola dengan mengedepankan kekuatan passing dengan tempo tinggi dalam pertandingan nyata," kata Shin.

"Butuh waktu bagi para pemain U-20 untuk menampilkan gaya sepak bola seperti itu, tetapi saya percaya tim nasional senior akan bisa memainkannya dengan cepat karena mereka adalah pemain terbaik di Korea Selatan," timpalnya lagi.

Shin, menyebut ia tidak akan memainkan sepak bola gaya penyerang yang biasa. Untuk mewujudkan gaya operan dan pergerakan cepat di tim asuhannya, sang mentor fokus menggarap latihan fisik yang intens. Hal itu pun terlihat saat ini ketika memulai memimpin sesi latihan Timnas Indonesia U-20 buat kepentingan Piala AFC U-19 2020 dan Piala Dunia U-20 2021.

Hal yang pertama kali disoroti Shin Tae-yong adalah kondisi fisik pemain Indonesia, yang ia nilai masih jauh dari harapannya. Di Thailand nakhoda kelahiran 11 April 1969 langsung menggeber tes fisik.

Asisten pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, mengungkapkan setelah tahu kondisi fisik pemainnya, ia menggeber sesi latihan fisik secara berkelompok. Pemain Tim Garuda Muda yang kondisi kebugarannya bermasalah, akan menjalani program khusus. 

 

2 dari 3 halaman

Terinspirasi Kesuksesan Vietnam

Shin Tae Yong seperti yang diberitakan Live Sport Asia juga menekankan bahwa keberhasilan Park Hang-seo menyulap Vietnam jadi tim bertabur trofi di kawasan Asia Tenggara adalah alasan utama untuk membuatnya memutuskan untuk bekerja dengan tim Indonesia.

"Saya ingin seperti Park Hang-seo, yang membawa filosofi sepak bola Korea ke Asia Tenggara. Saya percaya gaya sepakbola Korea dapat cocok dengan sepakbola Indonesia seperti yang Park lakukan dengan Timnas Vietnam".

Dibandingkan dengan Park, profil Shin jauh lebih mentereng. Sebelum menangani Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018, ia sukses mempersembah gelar Liga Champions Asia buat Seongnam Ilhwa Chunma pada tahun 2010.

Sumber: Korea Herald, Live Sport Asia

3 dari 3 halaman

Video

From Tokyo to New York, Cerita Dua Pegiat Lari Indonesia di Seri Maraton Dunia

Video Populer

Foto Populer