Sukses


Kiper Persela: Pemotongan Gaji Sebesar 75 Persen Kurang Ideal Bagi Para Pemain

Bola.com, Jakarta - Kiper Persela Lamongan, Alfonsius Kelvan bereaksi seiring keputusan PSSI yang mempersilahkan klub membayar gaji pemain hanya 25 persen sebulan di masa libur kompetisi Shopee Liga 1 2020. Dia mengaku sudah mendapat pemberitahuan dari klub.

PSSI mengeluarkan aturan pembayaran gaji 25 persen sebagai dampak penghentian kompetisi akibat pandemi virus corona. Hal itu tertuang dalam surat keputusan bernomor 48/SKEP/III/2020.

”Memang manajemen sudah menyampaikan, Pak Manajer bilang bahwa kami mengacu kepada surat dari PSSI 25 persen,” ungkap Alfonsius Kelvan kepada Bola.net (media segrup dengan Bola.com).

Dikatakan, sebenarnya pemain tidak mempermasalahkan aturan tersebut. Hanya saja, dia berharap untuk bulan Maret bisa dibayar penuh karena pemain sudah bertanding.

”Teman-teman di Persela maunya kalau bisa gaji Maret dibayar full. Setelahnya di April, Mei, Juni terserah mau hanya dibayar 25 persen, monggo,” lanjut Alfon.

 Tetapi, sekalipun tidak mempermasalahkan aturan tersebut, angka 25 persen, kata Alfon, sebenarnya kurang ideal. Seharusnya PSSI memasang angka 50 persen.

”Saya pribadi sejatinya enggak mau. Pemotongan ini rasanya tak mengenakkan. Semestinya PSSI memikirkan pemain juga, coba gaji yang dibayar jangan hanya 25 persen, tapi 50 persen kan enak,” jelas Alfon.

”PSSI ini bapak, bisa bantu klub, bisa bantu pemain,” tegas mantan penjaga gawang Persebaya Surabaya tersebut.

2 dari 3 halaman

Belum Potong Gaji Pemain

Manajemen Persela Lamongan sampai saat ini memilih untuk tetap melihat dan menunggu perkembangan situasi selama kompetisi diliburkan karena pandemi COVID-19. Tidak ada langkah-langkah tertentu yang mereka ambil selain meliburkan aktivitas tim.

PSSI telah memutuskan kompetisi berstatus force majeure hingga menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah. Kompetisi Shopee Liga 1 2020 bisa digelar kembali setelah 1 Juli atau bahkan ditiadakan sama sekali.

Selain menghentikan aktivitas kompetisi, PSSI juga mempersilakan klub kontestan Liga 1 dan Liga 2 untuk mengubah kontrak kerja yang memengaruhi gaji pemain, staf pelatih dan ofisial tim.

Kendati begitu, sampai saat ini Persela Lamongan belum memangkas gaji para pemainnya. Alasan manajemen Persela tak memberlakukan kebijakan tersebut semata-mata demi kemanusiaan.

“Yang pasti, kami ini seperti keluarga. Kami masih mempertimbangkan aspek kemanusiaan. Pemain dan semua yang ada di Persela membutuhkan penghasilan untuk menghidupi keluarga mereka,” kata Agus Hariyono, asisten manajer Persela.  

Sembari melihat dan menunggu perkembangan dari PSSI, manajemen Persela berharap wabah corona segera berakhir. Sebab, banyak orang yang terlibat dalam sepak bola Indonesia dalam kondisi resah lantaran ekonomi mereka terganggu.

 

Sumber asli: Bola.net

Disadur dari: Bola.net (Mustopa El Abdy, Published 31/3/2020)

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer