Sukses


Deretan Klub yang Berganti Identitas di Liga Indonesia, Ada yang Mendapat Label Siluman

Bola.com, Jakarta - Jual-beli lisensi klub telah menjadi sebuah hal lumrah di Liga Indonesia. Kondisi ini hampir terjadi pada setiap musimnya.

Statuta PSSI tidak melarang klub dijual secara terus-menerus, sampai berpindah markas. Celah ini membuat banyak pihak terlibat dalam transaksi praktis di Liga Indonesia.

Jual-beli lisensi klub biasanya bertujuan mencari kesempatan berlaga di Liga Indonesia tanpa harus merangkak dari kasta paling bawah. Dulu, divisi ini bernama Liga Nusantara, yang sekarang berganti menjadi Liga 3 sejak 2014 lalu.

Umumnya, setiap klub yang enggan berkompetisi dari divisi amatir dan memilih untuk mengakuisisi klub yang telah ada, mendapat label klub siluman oleh banyak pihak.

Topik yang masih ramai dibahas adalah bagaimana bisa Persikabo Kabupaten Bogor, kontestan Liga 3, merger dengan PS Tira dan mengubah identitas tim dan kini menjadi Persikabo. Saat ini, klub yang bermarkas di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor ini menghuni kasta teratas Liga Indonesia.

Bola.com mencoba merangkum sejumlah klub Liga Indonesia yang berganti kepemilikan sejak medio 2000-an:

2 dari 7 halaman

Persijatim - Persijatim Solo FC (2002) - Sriwijaya FC (2004)

Mulanya bernama Persijatim Jakarta Timur, yang berdiri pada 1976 silam. Memasuki medio 2000-an, atau tepatnya pada 2002, Persijatim dijual ke Pemerintah Solo dan berganti nama menjadi Persijatim Solo FC.

Hanya dua tahun mampir di Solo, Persijatim diakuisisi oleh Pemerintah kota Palembang. Identitas yang dipakai ialah Sriwijaya FC. Saat ini, tim berjuluk Laskar Wong Kito itu tengah berkompetisi di Liga 2.

3 dari 7 halaman

Persikubar Kutai Barat - Persebaya Surabaya (2010) - Bhayangkara FC (2016)

Sulit menemukan sejarah Persikubar Kutai Barat saat menjelajahi dunia maya. Kendati demikian, tim ini ialah cikal-bakal terbentuknya Bhayangkara FC.

Pada 2010 lalu, Persikubar berganti nama menjadi Persebaya Surabaya hingga 2014. Setahun kemudian, PT. Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) sebagai pengelola Persebaya tidak berhak atas hak paten dan logo Persebaya, sehingga diharuskan mengubah identitas.

Dalam perjalanannya, Persebaya sempat berganti nama menjadi Bonek FC, Surabaya United, sebelum melebur dengan PS Polri pada 2016 lalu sehingga lahir nama baru, Bhayangkara FC.

 

4 dari 7 halaman

Pelita Jaya - Pelita Bandung Raya (2012) - Madura United (2016)

Membahas sejarah Pelita Jaya adalah yang paling rumit. Sejak 2002 lalu, tim ini tercatat telah enam kali berganti nama, sebelum bergeser kepemilikan menjadi Madura United.

Era Pelita Jaya berakhir pada 2015 lalu. Ketika itu, nama tim ini adalah Pelita Bandung Raya (PBR). PBR sempat dijual ke Pemerintah Kota Bekasi sebelum diakuisisi oleh Madura United selang setahun kemudian.

Berikut Jejak Sejarah Pelita Jaya Sejak 2002:

Pelita Krakatau Steel (2002-2006)

Pelita Jaya Purwakarta (2006-2007)

Pelita Jawa Barat (2008-2009)

Pelita Jaya Karawang (2010-2012)

Pelita Bandung Raya (2012-2015)

Persipasi Bandung Raya (2015)

Madura United (2016 - Sekarang)

5 dari 7 halaman

Persisam Samarinda - Bali United (2015)

Kompetisi Liga Indonesia 2015 adalah debut Bali United di kancah sepak bola nasional. Saat itu, klub ini masih bernama Bali United Pusam setelah mengakuisisi Persisam Putra Samarinda.

Perlahan, nama Pusam mulai dihilangkan. Sehingga, identitas yang dipakai ialah Bali United FC.

6 dari 7 halaman

Klub-klub Lain yang Berganti Kepemilikan

Perseba Super Bangkalan - Borneo FC (2014)

Persiram Raja Ampat - PS TNI (2016) - PS Tira (2018) - Tira Persikabo (2019) - Persikabo (2020)

Villa 2000 - Celebest FC (2016)

Persikad Depok - Bogor FC (2017) - Sulut United (2019)

Persiwa Wamena - Persiwa Bina Putra FC (2017)

Perseru Serui - Badak Lampung FC (2018)

Aceh United - Babel United (2019 - Muba Babel United (2020)

7 dari 7 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer