Sukses


Kisah Reffa Money, Kapten SAD Uruguay yang Jadi Tentara Setelah Kariernya di Sepak Bola Tamat karena Cedera

Bola.com, Jakarta - Tak semua jebolan proyek mercusuar Sociedad Anonima Deportiva (SAD) Indonesia angkatan pertama tahun 2008 sukses ketika memasuki level senior. Hal itulah yang dialami Reffa Arvindo B. Money.

Mantan kapten SAD Indonesia ini bahkan bisa disebut gagal bersinar akibat cedera parah yang dialaminya. Padahal, Reffa adalah salah satu pemain andalan SAD Indonesia saat menempati posisi ke-7 di putaran kedua (Torneo de Honor) kompetisi Quinta Division U-17 yang diikuti 16 klub Uruguay pada tahun 2011.

Bersama beberapa pemain SAD lainnya, Reffa kembali ke Tanah Air pada 2011. Ia memilih bergabung dengan klub Divisi Utama, Persis Solo musim 2011-2012. Pada musim berikutnya, Reffa hijrah ke Pelita Bandung Raya (PBR) di ISL 2013. Di klub asal Bandung, awal bencana itu datang.

Benar saja, Reffa harus menepi dari kompetisi karena mengalami cedera pada bagian yang paling menjadi momok seluruh pemain. Ya, Reffa harus absen karena cedera lutut parah. Butuh setahun lebih baginya untuk menyembuhkan cedera sekaligus menghilangkan rasa trauma pasca cedera.

"Itu masa tersulit sepanjang karier saya sebagai pemain sepak bola. Karena cedera itu memaksa saya menjauhi lapangan," tutur Reffa kepada Bola.com pada Desember 2015.

Selama cedera dan masa pemulihan, Reffa banyak menghabiskan waktu di kampus. Ia dulu tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas DR. Soetomo, Surabaya. Saat ini Reffa memasuki semester VIII.

2 dari 4 halaman

Berkarier di Militer

Setelah sembuh dari cedera pada pertengahan 2014, Reffa tak langsung kembali ke lapangan. Ia lebih memilih untuk mendaftar tes masuk TNI AD dari jalur sepak bola dan lolos menjadi TNI AD.

Setelah jadi TNI, Reffa kini terdaftar sebagai anggota tim PS AD. Kini, ia bertugas di Pontianak, Kalimantan Barat. "Saya akan kembali ke lapangan. Karena ini dunia saya," ujar Reffa.

Reffa masih menunggu kepastian kompetisi berputar lagi. Namun, ia bisa jadi tak perlu menunggu hingga kompetisi berputar jika ada klub yang melamarnya untuk tampil di turnamen-turnamen semacam Piala Jenderal Sudirman. Tak tertutup kemungkinan ia juga bergabung dengan tim tertentu jika ada perintah dari atasannya di TNI AD.

"Kalau ada perintah, kami harus jalankan. Semoga secepatnya saya bisa kembali merumput," terang putra sulung mantan pemain Persebaya, Yusuf Mony ini.

3 dari 4 halaman

Data Diri

Nama : Reffa Arvindo B. Mony

TTL : Surabaya, Jawa Timur 21 Januari 1992 

Postur: 179 cm/65 kg 

Orangtua : Yusuf Mony (ayah)/Sunarlik (ibu)

Makanan Favorit: Nasi Rawon 

Pemain idola: Maman Abdulrahman (Indonesia), Alessandro Nesta (Italia).

Karier Timnas:

2004 Timnas U-13

2005 Timnas U-15

2007 Timnas U-17

2011Timnas U-19

2008-2001 Timnas SAD Uruguay

Karier klub:

2011/2012 Persis Solo

2013 Pelita Bandung Raya

4 dari 4 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer