Sukses


Evan Dimas dan Pemain Indonesia yang Pernah Mengabdi di Selangor FA

Bola.com, Jakarta - Jika ada pertanyaan klub Malaysia yang paling percaya dengan pemain Indonesia, maka Selangor FA adalah jawabannya. Ristomoyo Kassim hingga Evan Dimas Darmono, adalah pemain yang pernah berbaju tim berjulukan The Red Giants tersebut.

Ristomoyo, sang pembuka jalan pemain Indonesia di Selangor FA. Pria asal Malang itu bergabung dengan The Red Giants pada 1986 dan berhasil meraih trofi Piala Malaysia pada tahun yang sama.

Karier Ristomoyo di Malaysia terbilang panjang. Setelah berpisah dengan Selangor FA pada 1987, mantan pemain Timnas Indonesia era 1980-an ini merapat ke Public Bank FC pada 1988, dan ATM FA pada 1989.

Selangor FA adalah rajanya sepak bola Malaysia sebelum Johor Darul Ta’zim (JDT) eksis. The Red Giants total mengumpulkan enam gelar Liga Malaysia dan lima kali menjadi runner up.

Namun, dominasi Selangor FA mulai pudar. The Red Giants kalah bersaing dari JDT, klub kaya yang menorehkan enam gelar berturut-turut Liga Malaysia, termasuk pada musim lalu.

Selain Ristomoyo, siapa saja pemain Indonesia yang pernah berkarier di Selangor FA

2 dari 7 halaman

Bambang Pamungkas

Butuh waktu hingga 19 tahun bagi pemain Indonesia untuk mengikuti jejak Ristomoyo bermain di Selangor FA. Pada 2005, The Red Giants mendatangkan Bambang Pamungkas.

Bepe, panggilannya, dua musim berkarier di Selangor FA. Pada tahun pertamanya, legenda Persija Jakarta itu berhasil mempersembahkan treble winner untuk The Red Giants; Liga Primer Malaysia, Piala FA Malaysia, dan Piala Malaysia.

Selain itu, Bepe juga mengantar Selangor merebut trofi Piala Sultan Selangor pada 2005 dan dinobatkan sebagai pemain asing terbaik serta top scorer Piala Malaysia 2005.

Total hingga 2007, Bepe mengukir 61 gol untuk Selangor FA sebelum kembali ke Persija. Pada 2009, pemain dengan ciri khas kumis tebal ini sempat dipinjam The Red Giants untuk Piala Selangor dan membukukan dua gol.

3 dari 7 halaman

Elie Aiboy

Tanpa Elie Aiboy, Bepe mungkin tidak akan bersinar di Selangor FA. Mantan pemain kelahiran Jayapura, Papua itu bergabung dengan The Red Giants bareng Bepe.

Elie adalah pelayan setia Bepe, baik di Persija maupun di Timnas Indonesia. Sebelum berbaju Selangor FA, mereka dua tahun menjadi kompatriot di tim ibu kota.

Benar saja. Umpan-umpan Elie begitu memanjakan Bepe. Ketika Bepe keluar dari Selangor FA, Elie ikutan hengkang dan kembali ke Indonesia.

4 dari 7 halaman

Andik Vermansah

Setelah era Bepe dan Elie berakhir, Selangor FA kembali membangun tradisi pemain Indonesia dengan Andik Vermansah. Gelandang berusia 28 tahun tersebut merapat pada 2014.

Kedatangan Andik membuat heboh Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia. Mereka, yang kebanyakan Tenaga  Kerja Indonesia (TKI), berbondong-bondong datang ke Stadion Shah Alam untuk menyaksikan pemain kelahiran Jember, Jawa Timur tersebut.

Andik bermain konsisten di Selangor FA. Dia mampu bertahan di The Red Giants hingga empat musim sampai 2017. Total, Andil mencatatkan 67 penampilan dan menyumbang 11 gol sebelum hijrah ke tim Malaysia lainnya, Kedah FA pada 2018.

5 dari 7 halaman

Evan Dimas

Demam Indonesia di Malaysia kembali terulang pada 2018. Penyebabnya sama, Selangor FA mendatangkan pemain asal Indonesia. Kali ini, The Red Giants memboyong Evan Dimas dari Bhayangkara FC.

Ketika itu, Evan Dimas dianggap sebagai pemain paling potensial milik Indonesia. Kemampuannya sebagai gelandang dinilai hampir lengkap.

Saat Evan Dimas bergabung, WNI di Malaysia kembali mendukung The Red Giants. Bola.com menjadi saksi ketika WNI meramaikan Stadion KLFA ketika melawan Kuala Lumpur FA pada Februari 2020.

Semusim bermain, Selangor FA memutuskan untuk tidak memperpanjang Evan Dimas. Padahal, pencapaian pemain Timnas Indonesia ini tidak mengecewakan. Evan Dimas tampil dalam 20 pertandingan dan mencetak dua gol.

6 dari 7 halaman

Ilham Udin Armaiyn

Serupa seperti Bepe dengan Elie, saat merekrut Evan Dimas, Selangor FA juga memboyong kompatriotnya di Bhayangkara FC, Ilham Udin Armaiyn.

Namun, Ilham yang didapuk sebagai penyerang kurang memberikan kontribusi. Pemain berusia 24 tahun itu hanya membuat sebiji gol dari 16 pertandingan.

Alhasil, kontraknya tidak diperpanjang Selangor FA. Baru semusim merantau ke Negeri Jiran, eks pemain Timnas Indonesia U-22 ini terpaksa kembali ke Indonesia dan bermain untuk Bhayangkara FC.

7 dari 7 halaman

Video

Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 2), Beragam Alasan untuk Bisa Bela Timnas Indonesia

Video Populer

Foto Populer