Sukses


Cerita Wawan Hendrawan, Berniat Jadi Pengusaha Setelah Meninggalkan Lapangan Hijau

Bola.com, Makassar - Kiper Bali United, Wawan Hendrawan, masih belum memikirkan mengenai kapan pensiun dari lapangan hijau meski usianya kini sudah 37 tahun. Kiper Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2020 zona Asia ini tetap yakin akan bertahan di level tertinggi meski usianya sudah terbilang senja.

Wawan Hendrawan, yang menjadi bagian penting skuat Bali United ketika meraih trofi juara Liga 1 2019, justru menargetkan prestasi yang lebih baik dari pencapaian tersebut. Dalam channel youtube Bali United, Wawan mengungkapkan kiat tetap bertahan di level atas hingga saat ini.

Pemain kelahiran 8 Januari 1973 ini mengaku selalu memotivasi dirinya dengan target meraih prestasi hasil yang lebih baik dari tahun ke tahun. Itulah mengapa perjalanan kariernya tetap terjaga dan terus menapak naik meski lebih banyak menghabiskan waktunya membela klub papan bawah dan tengah sebelum ke Bali United jelang Liga 1 2017.

"Bagi saya, pengalaman bermain di sejumlah klub membuat seorang kiper menjadi lebih matang dan tenang menghadapi tekanan. Itulah mengapa seorang kiper justru kian menonjol ketika usianya beranjak naik," ungkap Wawan.

Menurut Wawan, kiper dituntut memiliki tanggung jawab besar terhadap hasil dari tim yang dibelanya. Satu kesalahan kiper yang berujung gol untuk tim lawan bisa berdampak besar kepada penampilan dan psikologis tim secara keseluruhan.

"Gegara gol itu, kiper otomatis menjadi orang pertama yang disorot. Padahal sebelumnya berkali-kali melakukan penyelamatan gemilang," ujar Wawan.

Selain memotivasi diri, Wawan mengaku selalu fokus terhadap pengembangan kemampuan individu agar bisa berkontribusi buat tim yang dibelanya. Dengan kiat itu, konsentrasinya tidak pernah pecah karena memikirkan persaingan meraih posisi sebagai kiper utama.

"Sejak berkarier sebagai pemain profesional, saya tidak pernah menganggap kiper lain sebagai saingan. Saya malah menjadikan mereka sebagai rekan untuk sama-sama berjuang mengangkat prestasi tim," tegas Wawan Hendrawan.

2 dari 3 halaman

Momen Pahit

Tekad untuk selalu berkontribusi buat tim yang dibelanya membuat Wawan Hendrawan mengaku pernah merasakan momen pahit, di mana dalam sebuah pertandingan, Wawan dinilai tampil buruk hingga timnya kalah. Tidak hanya itu, setelah pertandingan beredar kabar Wawan menerima suap.

"Saya sangat terpukul dituduh menerima suap. Padahal Lillahi Taala, saya tidak mungkin melakukan hal kotor seperti itu," tegas Wawan.

Wawan mengakui penampilannya di bawah standar saat itu merupakan hal normal yang bisa menimpa pemain manapun.

"Saya hanya bisa mengelus dada. Saya ambil sisi positifnya dengan terus berlatih meningkatkan kemampuan agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi," ujar Wawan.

Meski sampai saat ini belum memutuskan gantung sepatu, Wawan Hendrawan mengaku berencana menjadi pengusaha setelah tidak lagi berstatus sebagai pemain.

"Itu rencana jangka panjang. Saat ini fokus saya menjaga kepercayaan diri dari Pak Pieter Tanuri, pemilik Bali United, yang masih ingin saya menjadi bagian dari tim. Saya juga berterima kasih kepada Semeton Dewata yang terus mendukung saya dan tim," pungkas Wawan.

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer