Sukses


Shopee Liga 1: PSIS Berikan Toleransi Kepada Pemain yang Ikut Tarkam, Dragan Djukanovic Minta Anak Asuhnya Berhati-hati

Bola.com, Semarang - Dampak dari tertundanya pelaksanaan Shopee Liga 1 membuat semua klub peserta meliburkan skuatnya. Hal ini memicu kemungkinan para pemain untuk mengikuti pertandingan antarkampung (tarkam) lantaran himpitan kebutuhan ekonomi.

Libur aktivitas klub karena tertundanya Shopee Liga 1 membuat para pemain pun harus meliburkan diri dan sebagian besar memutuskan kembali ke kampung halaman masing-masing. Kegiatan yang bisa dilakukan para pemain adalah tetap menjaga kondisi.

Namun, tidak hanya berlatih mandiri, para pemain juga mendapatkan godaan mengikuti pertandingan tarkam. Setidaknya para pemain tak hanya bisa mendapatkan kebugaran, tapi juga mendapatkan pemasukan di tengah kosongnya jadwal kompetisi resmi karena pandemi COVID-19.

Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, mengimbau kepada seluruh anak asuhnya agar berhati-hati dalam mengikuti pertandingan tarkam. Meski sulit dilarang karena situasi yang serbasulit ini, waspada dari ancaman cedera adalah hal yang paling penting.

"Situasinya terkait keuangan di tengah kompetisi yang vakum saat ini. Jadi sulit kalau harus memberitahu kepada pemain untuk tidak ikut tarkam," ujar Dragan Djukanovic, Selasa (24/11/2020).

"Bukan kecemasan, tapi mereka juga butuh hidup, punya keluarga. Paling tidak, tetap berhati-hati saat ikut tarkam," ujar mantan pelatih Borneo FC itu.

Pelatih asal Montenegro itu menambahkan bahwa para pemain masih memiliki ikatan kontrak dengan PSIS Semarang terkait lanjutan Shopee Liga 1. Jadi perlu ada sikap saling menghormati kebijakan yang sudah ditetapkan antara klub dan pemain.

2 dari 3 halaman

Toleransi dari Klub

Sementara itu, General Manager PSIS Semarang, Wahyu Winarto, mengatakan klub perlu memberikan toleransi kepada para pemain di tengah kondisi kompetisi Shopee Liga 1 yang vakum. Semua pihak begitu terdampak dari kekosongan kompetisi selama berbulan-bulan.

Meski sebenarnya dilarang, situasi yang ada membuat pemain dipersilakan ikut tarkam dengan syarat wajib menjaga diri masing-masing. Ia juga berharap minimal pemain jangan sampai cedera dan tetap menjaga protokol kesehatan.

"Sebenarnya manajemen sudah bersikap tegas. Hanya karena kondisi force majeure ini, kami ada toleransi. Mungkin pemain juga butuh pemasukan," jelas pria yang akrab disapa Liluk.

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer