Sukses


Garuda Select: Bagus Kahfi Berlatih di Klub Inggris dan Italia Bukan Seleksi Palsu

Bola.com, Jakarta - Bagus Kahfi disebut menjalani fake trial atau seleksi palsu dengan klub Inggris, Queens Park Rangers (QPR) dan tim asal Italia, Como 1907 oleh agen dari Norwegia, Ole Martin Ek. Mola TV selaku pemrakarsa Garuda Select menjawab tuduhan tersebut.

Empat pemain Garuda Select angkatan pertama, Bagus Kahfi, Brylian Aldama, Mochammad Supriadi, dan Fajar Fathur Rahman, diundang oleh QPR untuk berlatih bareng selama sepekan pada April 2019.

Bagus Kahfi dan Brylian Aldama kembali mendapatkan kesempatan berlatih, kali ini dengan Como, ketika menimba ilmu bersama Garuda Select jilid kedua di Italia pada Januari 2020.

Ole Martin Ek adalah pemilik dari agensi X-One Agency, agen pesepak bola yang pernah menawari Bagus Kahfi untuk mengikuti seleksi dengan klub Norwegia pada tahun lalu. Dia menganggap Direktur Sepak Bola Garuda Select, Dennis Wise, merekayasa seleksi palsu untuk sang bomber di QPR dan Como demi kepentingan televisi.

"Lalu yang dia bilang bahwa Bagus Kahfi dibawa seleksi ke QPR dan Como, itu ngaco. Waktu mereka di Inggris, Bagus Kahfi, Brylian Aldama, Fajar Fathur Rahman dan Mochammad Supriadi. Ada empat pemain," ucap Perwakilan Mola TV, Mirwan Suwarso, ketika dihubungi Bola.com, Selasa (1/12/2020).

"Memang waktu itu kami kasih satu pekan untuk latihan bersama Akademi QPR waktu Garuda Select angkatan pertama. Mereka ke QPR bukan buat trial, tapi untuk mencicipi rasanya latihan di akademi profesional Inggris itu seperti apa. Buat pengalaman."

"Waktu di Italia, Bagus Kahfi dan Brylian Aldama diajak latihan sama klub punya kami, Como. Kenapa? Supaya mereka mencicipi bagaimana rasanya berlatih bersama tim dewasa. Untuk mereka tahu, mereka bisa melihat standar mereka sampai mana. Kalau mereka bermain antarmereka terus, mereka tidak akan bisa tahu dan tak punya tolok ukur. Tak punya perbandingan. Makanya kami bawa ke QPR," imbuh Mirwan.

2 dari 3 halaman

Bagian dari Pengalaman dan Pendidikan

Menurut Mirwan, menitipkan Bagus Kahfi dan Brylian Aldama di QPR dan Como merupakan sebuah program untuk mendidik dan memberikan ilmu bagi para pemain. Dengan begitu, keduanya bakal menyerap pengalaman berlatih bareng klub profesional di Eropa.

"Lihat lah, kalau latihan tim dengan akademi Inggris intensitasnya seperti apa. Maka dari itu, keduanya kasih timbal balik yang sama. 'Gila mas, mereka latihan tak pernah bercanda. Mereka latihan serius terus. Di Italia sama. Di Como tidak ada latihan sambil bercanda. Serius semua'. Kata mereka begitu," terang Mirwan.

"Di situ, Bagus Kahfi dan Brylian Aldama melihat dan memprediksi jarak mereka berapa dengan tim dewasa. Kalau kami tak berikan pengalaman seperti itu, mereka juga tak punya perbandingan. Dan itu diagendakan selalu oleh Dennis Wise. Pemain yang sudah mulai kelihatan akan dicoba rasanya bagaimana kalau di sana. Itu bagian pendidikan, bukan trial. Tak ada seleksi. Tak mungkin kami lakukan trial di tengah-tengah agenda."

"Yang pasti, yang trial palsu itu, tidak ada. Itu bagian dari pengalaman buat anak-anak. Kalau dibilang keperluan televisi, masa latihan anak-anak di QPR dan Como tidak kami buat film atau rekam," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Video Populer

Foto Populer