Sukses


Suporter: Kenapa Sepak Bola di Indonesia Tidak Boleh Digelar?

Bola.com, Jakarta - Persoalan pelik saat ini sedang dihadapi persepakbolaan Indonesia menyusul ketiadaan kompetisi hingga 11 bulan berlalu. Kompetisi Shopee Liga 1 belum bisa dilanjutkan lantaran Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) belum juga mengantongi izin dari pihak Polri.

Hal itu membuat tanda-tanya publik sepak bola di Tanah Air. Jika awal-awal penghentian Liga 1 publik sepak bola di Ganah Air bisa memkalumi karena menyebarnya virus corona, namun setelah 11 bulan berlalu, publik sepakbola menyimpulkan adanya satu hambatan yang menyebabkan tidak turunnya izin dari Polri.

Padahal, jika mengacu kepada kompetisi di negeri tetangga, mereka bisa menjalankan meski pendemi COVID-19 masih menghantui. Persoalan itu menjadi ramai diperbincangkan, apalagi PSSI memastikan sudah mengirimkan tiga kali surat permohonan izin namun tidak ada balasan dari pihak Polri.

Publik pun semakin kencang membicarakan persoalan izin Liga 1 setelah adanya desas desus yang menyebut jika basket dan voli mendapatkan izin penyelengaraan.

"Yang menjadi pertanyaan sekarang, kenapa sepak bola tidak boleh? Apakah ada masalah di tubuh PSSI dengan misalnya mungkin pemerintah atau pihak kepolisian? Ini yang harus dicari tahu dulu," kata pentolan Supertor Bali United, Semeton Basudewa, Ketut Anjelo kepada Bola.com, Sabtu (9/1/2020).

Padahal, kata Ketut Anjelo, sepengetahuaannya kompetisi Liga 1 sesuai dengan pengumuman dari PSSI akan dilaksanakan tanpa penonton dan pelaksanaan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat pada setiap pertandingan.

"Sepak bola kan yang saya tahu, maksimal dalam stadion hanya segelintir orang yang terdiri dari pemain, pelatih, dan ofisial dari klub yang bertanding. Pihak keamanan, perangkat pertandingan, sampai broadcasting crew," ujarnya.

 

Video

2 dari 2 halaman

Harus Ada Pendekatan yang Lebih Baik?

Menurut Ketut Anjelo, jika benar Proliga dan IBL mendapatkan izin untuk menggelar kompetisi, itu sah-sah saja. Mungkin, kata Ketut Anjelo pengurus dari masing-masing federasi memiliki pendekatan yang lebih baik dengan pemerintah atau pihak kepolisian.

"Saya rasa kuncinya ada di PSSI dan operator liga. Apakah ada masalah internal di tubuh mereka atau bagaimana?" tegasnya.

Untuk itu, agar kompetisi Liga 1 bisa digulirkan, dibutuhkan jiwa besar dari semua pihak. Ketut Anjelo berharap ego masing-masing pihak bisa dikontrol supaya tidak berdampak negatif terhadap kelangsungan ekonomi persepakbolaan Indonesia.

"Harapannya, tentu kompetisi bisa bergulir kembali. Kami sebagai suporter juga butuh hiburan. Toh tidak masalah kami menyaksikan pertandingan dari layar kaca. Klub juga bisa melakukan aktivitas lagi. Kalau bernasib seperti Madura United dan Persipura yang terpaksa membubarkan skuadnya, siapa yang bisa disalahkan? Jangan saling ego antara Polisi, PSSI dan juga pemerintah," pungkasnya.

Half Time Show, Persaingan Tak Biasa BRI Liga 1 dan Kembalinya Timnas Indonesia

Video Populer

Foto Populer