Sukses


PSSI Minta Pelaku Sepak Bola Divaksin COVID-19 oleh Kemenkes, Termasuk Timnas Indonesia

Bola.com, Jakarta - PSSI merespons positif rencana vaksinasi COVID-19 untuk atlet dan ofisial. Organisasi yang dipimpin oleh Mochamad Iriawan itu telah bersurat kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Surat dari PSSI tersebut juga dilampirkan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). PSSI meminta vaksinasi terhadap pihaknya mendapatkan prioritas.

"PSSI sudah mengajukan surat ke Kemenkes, dengan tembusan ke Kemenpora untuk meminta prioritas divaksinasi," kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

PSSI menginginkan semua pelaku sepak bola Indonesia untuk divaksin. Mulai dari pemain, pelatih, ofisial, perangkat pertandingan, panitia penyelenggaran (panpel) Shopee Liga 1, Liga 2, Liga 2, dan Timnas Indonesia seluruh kelompok usia.

"Kami mengajukan vaksinasi untuk semua. Mulai dari Timnas Indonesia seluruh kelompok usia. Lalu pemain, pelatih, ofisial, perangkat pertandingan, panpel Shopee Liga 1, Liga 2, dan Liga 3," jelas Yunus Nusi.

2 dari 3 halaman

Menpora Bergerak Cepat

Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga merekomendasikan vaksinasi terhadap atlet dan ofisial kepada Kemenkes, terutama terhadap cabor olahraga (cabor) olahraga yang akan bertanding dalam waktu dekat.

"Terkait vaksinasi. Tadi pagi Pak Presiden mulai divaksinasi. Selanjutnya menjadi jatah kelompok masyarakat. Kami dari Kemenpora telah mengusulkan para atlet dan pelatih yang sekarang sedang mempersiapkan diri untuk tampil di berbagai event, supaya mendapatkan prioritas untuk divaksinasi," kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali pada konferensi pers melalui Zoom, Rabu (13/1/2021).

"Tugas kami dari Kemenpora sebatas mengumpilkan data berdasarkan nama dan asal cabang olahraganya, tanpa kami menentukan jadwalnya. Kami menunggu Kemenkes yang berwenang soal ini. Vaksinasi untuk semua atlet dan ofisial, termasuk pelatih, yang dalam waktu dekat bakal mengikuti turnamen dan lain-lain, kami upayakan untuk diprioritaskan."

"Tak ada pembatasan. Yang akan menentukan itu kegiatan yang segera diikuti. Datanya akan kami serahkan ke Kemenkes. Tentu, Kemenkes akan membaca surat yang kami cantumkan. Terkait kapan kebutuhan divaksinasi dan kapan atlet akan bertanding," jelas Amali.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Video Populer

Foto Populer