Sukses


Siswanto yang Selalu Jatuh Cinta dengan Persib Bandung: Darah Saya Biru

Bola.com, Jakarta - Persib Bandung pernah memiliki gelandang sayap lincah, Siswanto dalam mengarungi kompetisi ISL tahun 2008 silam. Meski lahir dan besar di wilayah Pasuruan, Jawa Timur, Siswanto mengaku sangat sulit melupakan Persib.

Potensi besarnya sudah terlihat di kala membela Persekabpas Pasuruan, klub dari tanah kelahirannya. Ia menjadi motor permainan Persekabpas bersama Zah Rahan, hingga membuat Persib Bandung kepincut dan berhasil mengamankan tanda tangannya.

Siswanto pun menjadi andalan pada awal kedatangannya di tim Maung Bandung. Sayang ia sempat hijrah ke Persema Malang untuk satu musim, hingga kembali lagi ke Persib. Kebersamaannya dengan Persib juga tidak berlangsung lama.

Siswanto hengkang ke Sriwijaya FC di tahun 2012, dan ia mampu membayar prestasi dengan juara ISL bersama Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC). Meski beberapa musim di Persib, Siswanto mengaku tetap sulit melupakan publik Bobotoh.

Dalam pengakuannya, darah biru Persib seperti mengalir dalam dirinya. Meski sudah berpindah-pindah di banyak klub, ia akan selalu jatuh cinta dengan Persib. Bahkan Siswanto cukup fasih berbahasa Sunda.

"Bagi saya, memilih Persib, karena mulai dari lahir merasa darah saya biru. Seperti ketika saya masuk Persib tahun 2008, ada bayi yang digendong minta foto dengan saya. Begitu tersanjungnya saya, sebagai tambahan energi setiap bermain," ujar Siswanto dalam obrolannya di Bobotoh TV.

"Kemudian menurut saya, Bobotoh juga bukan tekanan. Tapi kritikan dan sanjungan itu adalah bentuk perhatian. Saya pun waktu itu hanya bisa bermain semaksimalkan mungkin dan jangan sampai membuat kecewa (Bobotoh)," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Mundur dari Persib

Selama tiga musim berkiprah di Persib Bandung, Siswanto ikut termasuk dalam kategori pemain penting. Meski harus bersaing sengit dengan pemain-pemain lainnya.

Meski sayangnya ia harus memilih meninggalkan Persib di tahun 2011, tak lepas dari rasa kecewa yang dipendamnya kepada manajemen Persib. Ia mengaku seperti mendapat perlakukan tidak fair.

"Tahun 2011 saya mundur dari Persib, meski sebenarnya masih cinta Persib. Bukan karena Bobotoh, tapi dari sisi manajemen, karena saya sudah mengeluarkan 100 persen kemampuan, tapi tekanan juga dari manajemen dan saya tidak masuk proyeksi tim," bebernya.

"Tapi itu masa lalu, sekarang harapan saya semoga Persib bisa mengulang memori tahun 2014 juara. Tetap utuh kompak, seluruh Jawa Barat mengulang memori itu," jelas Siswanto.

 

Sumber: Channel Youtube Bobotoh TV 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Video Populer

Foto Populer