Sukses


Cerita Erick Ibrahim, Pelatih Kiper Persela yang Merelakan Sang Anak Jadi Striker

Bola.com, Lamongan - Pelatih kiper Persela Lamongan, Erick Ibrahim, bakal memiliki penerus di dunia sepak bola. Putranya, Tristan Raissa Ibrahim, kini mengikuti jejaknya untuk menekuni dunia sepak bola.

Saat ini Tristan menimba ilmu di Asiana Soccer School Jakarta. Sudah lebih dari satu tahun si bungsu sudah jauh dari keluarga, tepatnya sejak November 2019, untuk menekuni sepak bola.

Bicara soal keputusan Tristan untuk menekuni sepak bola, Erick Ibrahim mengaku tidak ada paksaan darinya. Namun, ternyata sang anak, yang biasa melihat ayahnya melatih, kemudian memiliki keinginan untuk bermain di lapangan hijau.

"Mungkin karena sejak dia kecil, dari sejak bayi, sudah saya bawa ke lapangan terus. Ketika saya melatih, dia sudah saya bawa juga," ujar Erick Ibrahim kepada Bola.net.

Satu yang menarik, Tristan tidak meneruskan karier sang ayah yang menjadi penjaga gawang. Tristan memilih untuk menjadi seorang striker. Erick pun tidak keberatan meski sang anak tidak sepenuhnya mengikuti jejaknya menjadi kiper.

"Dia mau jadi pemain depan. Alasannya kalau jadi kiper takut enggak seperti papanya," ujar mantan pelatih kiper Persipura Jayapura itu.

"Buat saya yang penting selama dia positif, apalagi dia bisa ikut sepak bola, saya sudah sangat senang," lanjutnya.

Erick Ibrahim juga terus memberikan motivasi kepada Tristan agar makin semangat bermain sepak bola. Erick pun tak ragu untuk berbagi cerita mengenai hal-hal baik yang sudah didapatnya saat menjadi pesepak bola.

2 dari 3 halaman

Sempat Merasa Berat

Namun, Erick Ibrahim ternyata sempat berat melepas anak bungsunya itu untuk menimba ilmu jauh ke ibu kota. Menurutnya, Tristan masih sangat muda untuk jauh dari keluarga.

"Kelas 6 SD saya lepas ke Jakarta, apa enggak berat? Umurnya baru 11 tahun," ujar pelatih yang juga pernah menangani Borneo FC itu.

Termasuk saat akan melakukan seleksi di Asiana Soccer School, Erick tak langsung menuruti. Dia masih melihat kesungguhan Tristan.

"Waktu dia diminta seleksi ke sana sengaja saya tunda sampai beberapa bulan, sekitar tiga bulan. Maksudnya saya ingin tahu apakah dia betul-betul siap," ujar Erick.

"Setelah dia tanya berkali-kali, jadi enggak seleksi, begitu dia siap banget baru saya bawa," tegasnya.

Ketika sudah diterima di Asiana Soccer School, beberapa pelatih juga sempat menanyakan kesanggupan Tristan. Tetapi, sang anak tetap tak berubah pikiran. Erick berharap sang anak bisa sukses dalam kariernya, terutama dalam bidang yang dicita-citakan.

Sumber: Bola.net (Mustopa El Abdy/Serafin Unus Pasi, published 23/1/2021)

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer