Sukses


Mantan Arsitek Persebaya Masuk Bursa Pelatih Persik pada Liga 1 2021

Bola.com, Jakarta - Persik Kediri mulai kebanjiran pelatih yang melamar untuk musim 2021. Satu nama yang telah masuk ke manajemen adalah Tony Ho. Mantan arsitek Persebaya ini dibawa Bakri, agen pemain dan pelatih asal Makasar.

"Ada orang bernama Bakri yang menghubungi saya untuk ditawarkan ke Persik. Saya sudah serahkan biodata untuk keperluan tersebut," kata Tony Ho.

Saat ini Persik memang mencari juru taktik baru untuk menggantikan Joko 'Getuk' Susilo yang menolak kembali menangani Macan Putih. Toni Ho yang telah mengantongi lisensi pelatih AFC Pro sesuai kriteria yang diinginkan pengurus Persik.

"Idealnya dan sesuai regulasi klub Liga 1 memang harus dipegang pelatih AFC Pro. Saya tertarik melatih Persik. Tapi hingga kini, saya belum dapat kabar dari Persik," tuturnya.

Jika Persik serius, Tony Ho menyarankan agar segera memberi kepastian. Karena ini terkait persiapan tim yang diawali tampil di Piala Menpora sebagai ajang pramusim.

"Persiapan tim tak bisa dilakukan secara mendadak. Semua harus ditata sesuai program. Minimal butuh persiapan sebulan bila ingin punya tim bagus dari segi fisik dan taktik," jelasnya.

Terakhir kali, Tony Ho memoles tim Persipura U-20 di Shopee Liga 1 2020. Dia juga sempat menangani Persebaya Surabaya bersama almarhum Miroslav Janu dan PSM.

2 dari 3 halaman

Lisensi AFC Pro

Mantan asisten pelatih Persipura Jayapura dan PSM Makassar, Tony Ho, mengaku banyak mendapat tambahan ilmu kepelatihan setelah setahun mengikuti kursus Pro-AFC.

Tony sudah menuangkan rangkuman ilmu yang didapatkannya lewat disertasi berjudul "What are needs to Indonesiaan Player as Top Level”.

Menurut Tony, selama mengikuti kursus, ia tidak hanya mendapat ilmu soal taktik yang disesuaikan dengan tren sepak bola dunia, tetapi juga bagaimana membentuk tim dan pengembangan pemain yang baik.

Pengalaman yang paling berkesan ketika berkunjung dan melihat fasilitas klub La Liga, Deportivo Aleves.

"Alaves bukan termasuk klub besar di Spanyol. Tapi, usaha dan program dalam membangun tim sangat baik. Contoh kecil adalah akademi mereka," ujar Tony kepada Bola.com di Makassar, Senin (15/4/2019).

Khusus buat akademi sepak bolanya, Alaves menganggarkan dana Rp180 miliar per tahun untuk pembiayaan operasional pembinaan berjenjang.

"Mereka juga memiliki 80 tenaga kepelatihan yang rata-rata berlisensi Pro. Jadi bisa dibayangkan bagaimana anggaran klub sebesar Real Madrid atau Barcelona," kata Tony Ho, yang bersama 19 pelatih Indonesia menjadi angkatan pertama kursus Pro-AFC di Indonesia.

 

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer