Sukses


4 Pemain Bhayangkara FC yang Bisa Jadi Mimpi Buruk PSIS di BRI Liga 1

Bola.com, Bantul - Bhayangkara FC masih memimpin klasemen BRI Liga 1 musim ini. Setelah 13 pekan, The Guardian kukuh di puncak klasemen dengan koleksi 29 poin.

Pada Jumat (26/11/2021) di Stadion Sultan Agung Bantul, Bhayangkara mendapatkan lawan tangguh. Adalah tim penghuni posisi lima klasemen sementara, PSIS Semarang yang siap menyulitkan tim asuhan Paul Munster.

Jika ingin mengulang prestasi juara liga seperti di tahun 2017, Bhayangkara tak boleh lengah. Mereka harus bisa menjaga fokus di sisa kompetisi BRI Liga 1 musim ini. Termasuk saat jumpa PSIS.

Pada laga melawan PSIS, empat pemain Bhayangkara FC di bawah ini bisa diandalkan. Bola.com memilih empat pemain Bhayangkara yang bisa jadi mimpi buruk PSIS.

Siapa saja mereka? Yuk scroll ke bawah.

2 dari 5 halaman

Jajang Mulyana

Di awal kariernya, Jajang dikenal sebagai penyerang tengah potensial. Namun, ia tak bisa mencapai potensi itu. Justru dalam beberapa musim terakhir kita mengenal Jajang sebagai seorang bek tengah tangguh.

Di usianya yang sudah 33 tahun, Jajang sangat matang sebagai bek tengah. Ia punya ketenangan dan kemampuan membaca pergerakan penyerang lawan. Pengalamannya yang pernah berperan sebagai penyerang tampak sangat membantu kerjanya di lini belakang saat ini.

Jajang juga merupakan salah satu pemain Bhayangkara FC yang punya peran krusial di BRI Liga 1 musim ini. Bagaimana tidak, Jajang sudah mencatatkan 12 penampilan dari 13 pekan BRI Liga 1 yang sudah berlangsung.

Selain itu, Jajang juga tak kagok diduetkan dengan siapapun. Entah itu dengan Anderson Salles, Hansamu Yama, atau Indra Kahfi sekalipun.

3 dari 5 halaman

Lee Yujun

Yujun adalah satu di antara pemain yang paling setia di Bhayangkara FC. Bagaimana tidak, pemain asal Korea Selatan ini sudah menjadi bagian dari The Guardian sejak tahun 2017 lalu.

Seperti karakter kebanyakan pemain asal Korea, Lee Yujun punya determinasi yang luar biasa. Pemain yang sudah berusia 32 tahun ini seperti tak pernah lelah berlari di sepanjang laga.

Sebagai gelandang bertahan, Yujun juga punya peran yang sangat krusial. Tekel-tekel serta intersep yang kerap ia lakukan sangat penting untuk melindungi lini belakang The Guardian.

Jangan lupakan juga senjata lain yang dimiliki Lee Yujun. Senjata yang dimaksud adalah kemampuannya dalam melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.

4 dari 5 halaman

Wahyu Subo Seto

Legenda sepak bola Jawa Timur, Yusuf Ekodono patut berbangga. Dua putranya yakni Fandi Eko Utomo dan Wahyu Subo Seto sama-sama bersaing di ajang BRI Liga 1.

Kebetulan keduanya bakal head to head di laga antara PSIS Semarang kontra Bhayangkara FC. Fandi dan Wahyu memiliki karakter yang mirip.

Keduanya adalah gelandang serang yang punya kecepatan dan kreatifitas. Wahyu yang berusia dua tahun lebih muda dari Fandi sedang mulai menikmati puncak karirnya di Bhayangkara FC.

Di usianya yang ke-28 tahun, peran Wahyu kian krusial. Ia sudah memberikan tiga assist untuk BFC di musim ini dari 12 penampilan.

5 dari 5 halaman

Renan Silva

Bhayangkara FC cukup beruntung mendapatkan tanda tangan Renan pada tahun 2020 lalu. Pemain ini adalah tipikal pemain yang komplet.

Renan punya kecepatan dan skill yang luar biasa. Selain itu, kemampuan distribusi bola dan insting gol pemain asal Brasil ini tak diragukan lagi.

Di musim ini, Renan sudah mengemas dua gol dan satu assist untuk Bhayangkara. Jika lini belakang PSIS lengah, catatan itu akan sangat mungkin bertambah.

Half Time Show: Timnas Indonesia Itu Oke, Tapi...

Video Populer

Foto Populer