Sukses


Adu Gacor Antarlini RANS Nusantara Vs Arema FC: Lini Depan Sama-Sama Tumpul

Bola.com, Jakarta - Dua tim yang sedang dalam tren negatif di BRI Liga 1 akan berhadapan di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (22/2/2024). Yakni Rans Nusantara melawan Arema FC, dua tim sedang paceklik kemenangan.

Rans Nusantara FC belum menang dalam 8 pertandingan beruntun. Sedangkan Arema baru sekali menang dalam lima pertandingan. Karena itu, laga ini ingin dijadikan sebagai titik balik bagi kedua tim. Jika melihat posisi di klasemen, Rans yang sempat bersaing di papan atas kini melorot ke urutan 8.

Sementara Arema masih berkutat di zona degradasi. Tepatnya urutan 16.

Namun jika melihat dari komposisi kedua tim, sebenarnya Arema FC punya beberapa pemain sarat pengalaman. Seperti Ahmad Alfarizi, Dendi Santoso, Bagas Adi dan lainnya. Tapi, dari segi permainan Arema belum konsisten. Dengan pelatih baru, Widodo Cahyono Putro, mereka ingin segera bangkit.

Sedangkan Rans, tim besutan Eduardo Almeida sebenarnya tampil dengan kolektifitas tim yang bagus. Bisa dibilang tidak ada pemain bintang di skuat ini. Tapi mereka punya kolaborasi yang bagus di lapangan.

Sayang, dalam 8 laga beruntun, tim ini seperti kehilangan keberuntungan. Di balik perbedaan karakter bermain, dua tim ini punya satu kesamaan. Masih seret gol. Keduanya baru mencetak 26 gol.

--

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 6 halaman

Kiper

Posisi ini akan mempertemukan Hilman Syah di Rans dan Julian Schwarzer dari Arema. Jika melihat dari jumlah kebobolan dan cleansheet, Hilman lebih unggul. Kiper 26 tahun itu kebobolan 19 gol dalam 19 pertandingan. Mantan kiper PSM Makassar ini juga membuat 5 kali cleansheet.

Hilman termasuk kiper dengan reflek bagus. Dia jeli menebak arah bola. Di Rans, dia terbantu pertahanan tim yang bagus. Karena pelatih Eduardo Almeida selalu mengutamakan pertahanan yang kuat.

Sementara Julian, harus bekerja lebih keras saat mengawal gawang Arema FC. Kiper berpaspor Filipina ini sudah kemasukan 32 gol hanya dalam 20 pertandingan. Sedangkan cleansheet yang dibuat baru tiga kali. Namun semua itu masih termaafkan karena dia membuat 86 save. Tertinggi ketiga diantara kiper Liga 1 lainnya.

Tapi secara umum, baik Hilman maupun Julian sama-sama memiliki reflek bagus. Hanya saja Hilman tidak banyak melakukan penyelamatan karena terbantu lini belakang yang tangguh.

 

3 dari 6 halaman

Belakang

Rans punya duet stoper asing yang tangguh. Kiko Carneiro dan Angelo Rafael. Dua pemain asal Portugal ini membuat gawang Rans baru kebobolan 26 gol. Jadi salah satu yang terbaik di Liga 1. Keduanya punya postur ideal dan kokoh. Sehingga lawan kesulitan melewati hadangan keduanya.

Sedangkan di sektor bek sayap, ada Dallen Doke dan Taufik Hidayat. Keduanya punya karkater disiplin di area pertahanan. Hanya sesekali mereka membantu serangan.

Sementara Arema, musim ini pertahanannya jadi titik lemah. Sudah 44 gol bersarang digawangnya. Artinya, ada celah di lini belakang. Itu tak lepas dari bongkar pasang yang dilakukan. Sebelumnya, eksperimen memasang dua gelandang asing sebagai stoper dilakukan. Yakni, Julian Guevara dan Charles Raphael. Sedangkan bek kanan ditempati Achmad Maulana yang posisi aslinya juga gelandang bertahan. Hanya kapten tim, Ahmad Alfarizi yang bermain di posisinya.

Tapi, sejak ditangani Widodo Cahyono Putro, perlahan dia mengembalikan beberapa pemain ke posisi aslinya. Seperti Bagas Adi yang dalam persiapan kembali ke skuat utama. Jadi, pertahanan Arema sepertinya akan lebih baik di laga ini.

 

4 dari 6 halaman

Tengah

Sektor ini, Rans punya banyak gelandang petarung. Seperti Rizky Pellu, Paulo Sitanggang dan lainnya. Sedangkan gelandang yang bertugas membantu serangan hanya Mitsuru Maruoka. Komposisi yang jadi karakter khas sang pelatih.

Almeida cenderung memaksimalkan gelandang petarungnya untuk membendung serangan lawan. Itu pula yang membuat gawang Rans minim kebobolan. Tapi, saat lawan lengah, pemain tengah Rans siap memberikan serangan balik. Skema seperti ini biasa dilakukan dan cukup sukses.

Sedangkan Arema, punya lebih banyak gelandang berkarakter menyerang. Seperti M. Rafli, Arkhan Fikri, Julian Guevara. Hanya Jayus Hariono yang berfungsi sebagai gelandang bertahan. Artinya, dia tim ini punya beda karakter di lini tengah.

Jadi, dua tim punya beda karakter komposisi lini tengah. Meski Rans lebih bertahan, mereka efektif saat membangung serangan. Sementara Arema, lebih banyak memainkan ball possesion, namun kurang tajam saat membangun serangan.

 

5 dari 6 halaman

Depan

Bisa dibilang Rans sedang pincang di lini depan. Mereka kehilangan Tavinho. Pemain asal Portugal yang jadi perusak pertahanan lawan lewat sisi sayap. Tavinho absen lantaran akumulasi kartu. Padahal perannya sebagai penyuplai bola kepada striker sangat penting.

Sehingga Rans harus mengandalkan pemain lain seperti Antoni Putro. Sementara targetman, tim ini punya dua pemain asing. Kenshiro Daniels dan Evandro Bandao. Tapi, dua striker asing ini tak terlalu tajam. Daniels baru mencetak 1 gol. Sedangkan Evandro 5 gol.

Sedangkan Arema kondisinya tidak beda jauh. Sejak kehilangan GustavoAlmeida yang pindah di paruh musim, belum ada striker yang memuaskan. Dedik Setiawan mulai rajin mencetak gol. Tapi performanya kurang konsisten.

Sementara striker baru Gilbert Alvarez kemampuannya tak kunjung terlihat. Dia baru membuat 1 gol lewat tendangan penalti. Kini, Arema coba membuat Charles Lokolingoy jadi targetman. Karena sebelumnya dia lebih banyak jadi winger. Sepertinya, Arema sedang melakukan eksperimen di lini depan untuk laga ini.

6 dari 6 halaman

Persaingan di BRI Liga 1 2023/2024

Video Populer

Foto Populer