Sukses


Liga 2: Seto Nurdiyantoro Ingin Bawa PSIM Yogyakarta ke Level Lebih Tinggi

Bola.com, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta punya pelatih baru. Dia adalah Seto Nurdiyantoro. Juru taktik asal Kalasan, Sleman itu menggantikan peran Kas Hartadi.

Seto Nurdiyantoro akan menahkodai tim berjulukan Laskar Mataram itu mengarungi kompetisi Liga 2 2024/2025. Bergabungnya Seto diumumkan PSIM Yogyakarta lewat media sosial klub pada Sabtu (4/5/2024) malam.

"Welcome Home Coach Seto Nurdiantoro. Mari kita berjuang bersama untuk musim ini!," tulis PSIM Yogyakarta di akun X resmi klub.

Manajer PSIM Yogyakarta, Dyaradzi Aufa Taruna, menyambut gembira kedatangan Seto Nurdiyantoro sebagai nakhoda anyar Laskar Mataram. Kehadiran Seto diharapkan bisa mendongkrak prestasi tim musim depan.

“Saya sangat senang akhirnya Seto bisa resmi kami umumkan sebagai pelatih kepala PSIM Jogja musim depan. Selamat datang kembali ke rumah, Coach,” ujar Dyaradzi Taruna.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Periode Ketiga

Ini menjadi periode ketiga Seto Nurdiyantoro menukangi PSIM Yogyakarta. Pelatih berlisensi AFC Pro itu melatih Laskar Mataram pada medio 2014 dan 2020. Bahkan, di musim keduanya dia nyaris membawa PSIM promosi ke Liga 1.

Sayangnya, di laga perebutan tempat ketiga PSIM Yogyakarta kalah 0-1 dari Dewa United. Sementara saat masih aktif bermain, pelatih berusia 50 tahun itu pernah berseragam PSIM pada medio 2007 hingga 2009.

“Seperti kembali ke rumah. Di PSIM Jogja lah saya memulai karier sebagai pesepak bola profesional, di PSIM Jogja juga saya memulai karier sebagai pelatih. Jadi seperti ada utang budi juga di PSIM,” kata Seto Nurdiyantoro.

 

3 dari 4 halaman

Bawa PSIM Naik Level

Kembalinya Seto Nurdiyantoro diharapkan bisa mengubah nasib PSIM Yogyakarta. Apalagi sudah sangat lama klub kesayangan Brajamusti dan The Maident itu tidak bermain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Eskpektasi tinggi itu disadari betul oleh Seto Nurdiyantoro. Untuk merealisasikan target tersebut, mantan pelatih PSS Sleman itu meminta elemen tim untuk sama bekerja keras dan saling mendukung.

“Seperti di musim sebelumnya, tapi punya greget tersendiri. Harapan saya, keinginan dan greget saya tahun ini didukung manajemen sepenuhnya dan suporter," ucap Seto Nurdiyantoro.

"Semoga keinginan saya pribadi untuk membawa PSIM ke level tertinggi di kompetisi tahun ini bisa tercapai. Tapi ini bukan kerja saya sendiri, harapannya semua pemangku kepentingan yang saya sebut tadi benar-benar mendukung," sambungnya.

 

4 dari 4 halaman

Doa dan Ikhtiar

Yang pasti, Seto Nurdiyantoro berharap doa dari seluruh pecinta PSIM Yogyakarta terus mengalir. Sebab, tanpa doa, usaha dan kerja keras akan menjadi sia-sia.

"Dukungan bukan hanya yang kasat mata, tapi juga doa dan spiritual, itu yang paling penting. Harapannya antara ikhtiar dan doa kita yang tak terlihat bisa berjalan beriringan dan tahun ini PSIM Jogja naik kasta,” papar pelatih kelahiran 14 April 1974 itu.

Video Populer

Foto Populer