Diperkuat Banyak Pemain Senja, Malut United Justru Menggila: Hendri Susilo Mengusik Para Raksasa BRI Super League

Kiprah Malut United sepanjang BRI Super League 2025/2026 sukses mengejutkan banyak pihak. Apa rahasianya?

Bola.com, Jakarta - Kiprah Malut United sepanjang BRI Super League 2025/2026 sukses mengejutkan banyak pihak. Bermodal amunisi gaek jebolan Persib Bandung, Laskar Kie Raha menjelma salah satu kuda hitam yang bersaing di papan atas.

Sejauh ini, Malut United sukses mengukuhkan posisinya di peringkat keempat klasemen sementara BRI Super League. Hendri Susilo dan pasukannya mengumpulkan sebanyak 37 poin dari 18 pertandingan.

Jumlah ini tak begitu jauh jika dibandingkan Persib Bandung yang berada di puncak klasemen karena hanya terpaut empat poin. Jaraknya juga hanya tiga poin dari Borneo FC di peringkat kedua, dan selisih satu poin dengan Persija Jakarta di urutan ketiga.

Lantas, apa saja kunci performa impresif yang diukir Malut United sepanjang musim ini? Bagaimana dengan kiprah mantan penggawa Persib yang bedol desa menuju Gelora Kie Raha? Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Jebolan Persib Jadi Tulang Punggung

Kebijakan transfer Malut United yang memilih pemain-pemain asing berpengalaman ketimbang berspekulasi dengan amunisi asing debutan memang terbukti sukses. Sebagian besar pemain jebolan Persib Bandung menjadi tulang punggung Laskar Kie Raha musim ini.

Dua striker asal Brasil, David da Silva dan Ciro Alves, terbukti masih bisa berjaya meskipun usianya memasuki masa senja. David, yang berumur 35 tahun, serta Ciro yang berusia 36 tahun, sejauh ini sama-sama menghasilkan delapan gol.

Tyronne del Pino, yang usianya juga sudah cukup gaek karena menyentuh 35 tahun, juga membuktikan kualitas dan pengalamannya. Gelandang asal Spanyol ini bisa menyumbang enam gol plus tujuh assist bagi Laskar Kie Raha.

Yang juga tak kalah mengejutkan ialah Gustavo Franca. Mantan bek tengah Persib itu bisa tampil produktif dengan kontribusi empat gol. Dari semua nama ini, hanya Dimas Drajad saja yang belum tampil maksimal karena kesulitan bersaing.

 

3 dari 5 halaman

Skuad Berusia Senja

Kehadiran pemain-pemain jebolan Persib Bandung yang disebutkan di atas tidak hanya memberikan dampak signifikan, tetapi juga turut berpengaruh dengan komposisi skuad Malut United di kasta tertinggi.

Laskar Kie Raha saat ini tercatat sebagai kontestan dengan rata-rata usia paling tua di BRI Super League 2025/2026. Dari catatan situs Transfermarkt, Malut United memiliki 29 pemain dengan rata-rata umur 29,8 tahun.

Catatan ini memang tak mengejutkan jika melihat daftar pemain muda yang memperkuat Malut United. Sebab, hanya ada empat pemain saja yang masuk dalam kategori U-23 untuk memenuhi kewajiban regulasi.

Mereka adalah Tri Setiawan (21 tahun), Ridho Syuhada (21 tahun), Taufik Rustam (20 tahun), dan Mardani Majid (20 tahun). Sisanya, tidak ada pemain muda yang kini memperkuat Laskar Kie Raha di kasta tertinggi

 

4 dari 5 halaman

Produktivitas Istimewa

Salah satu kunci sukses dari skuad asuhan Hendri Susilo untuk tetap konsisten bersaing di papan atas ialah produktivitas golnya. Nama-nama jebolan Persib yang telah disebutkan di atas menjadi penyumbang ketajaman Laskar Kie Raha.

Malut United tercatat sanggup menghasilkan total 37 gol dari 18 pertandingan. Sebagai informasi, ini menjadi jumlah tertinggi dan sukses mengungguli tiga tim papan atas, baik itu Persib Bandung (28 gol), Borneo FC (32 gol), dan Persija Jakarta (34 gol).

Dari nama-nama ini, muncul satu pemain lokal yang sukses tampil mengesankan, yakni Yakob Sayuri. Winger andalan Timnas Indonesia itu sukses membukukan enam gol dan tiga assist dari 14 pertandingan BRI Super League.

Sayangnya, Yakob sempat absen tiga kali karena sanksi Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Kalau saja dia bisa bermain pada empat pertandingan itu, bukan tidak mungkin catatan gol maupun assist-nya bisa bertambah.

 

5 dari 5 halaman

Pelatih Lokal Istimewa

Satu hal lain yang membuat Malut United patut mendapatkan apresiasi ialah kiprah Hendri Susilo musim ini. Dia bisa tetap bersaing sebagai satu-satunya pelatih lokal yang mampu membawa timnya bersaing di papan atas.

Kehadiran juru taktik berusia 60 tahun itu bak anomali di kasta tertinggi. Sebab, di saat klub lainnya lebih percaya dengan kemampuan arsitek asing, Hendri bisa menjawab kepercayaan manajemen Malut United dengan performa impresif.

Hendri memang cukup jeli dalam melihat para pesaingnya. Terbukti, ia mampu membawa Malut United menumbangkan dua tim papan atas, Persib Bandung (2-0) dan Borneo FC (3-2). Sedangkan duel kontra Persija berakhir imbang (1-1).

Konsistensi pelatih asal Bukittinggi, Sumatra Utara, itu menjadi salah satu hal yang dinanti. Berbekal pemain-pemain asing berpengalaman yang punya reputasi meraih gelar juara, Laskar Kie Raha punya modal besar untuk terus bersaing di papan atas.   

Video Populer

Foto Populer