Ditinggal Sederet Pemain Bintang, Persib Tetap Cemerlang di Bawah Asuhan Bojan Hodak: Berkat Fleksibilitas Taktikal

Kehadiran pemain asing anyar ternyata tak membuat Persib Bandung melempem di BRI Super League musim ini.

Bola.com, Jakarta - Tatkala Persib Bandung melakukan cuci gudang jelang bergulirnya musim 2025/2026, tak sedikit yang bertanya apakah Pangeran Biru bisa tampil gacor sepeninggal sejumlah bintang.

Ternyata, Maung Bandung yang diarsiteki Bojan Hodak mampu menjawab keraguan, setidaknya sampai pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026. Mengemas 47 poin, Persib masih perkasa di puncak klasemen.

Usai back to back juara dalam dua musim terakhir, manajemen melepas semua pemain asing andalan, seperti David da Silva, Ciro Alves, Nick Kuipers, Tyronne del Pino, dan Mateo Kocijan.

Kehadiran pemain asing anyar ternyata tak membuat Persib melempem. Pasukan Bojan Hodak tetap tampil solid dan menggigit. Jika bisa tampil konsisten, bukan tak mungkin Persib akan hattrick gelar kasta teratas Indonesia musim ini.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Berkat Tangan Dingin Bojan Hodak

Mantan pemain Timnas Indonesia yang juga pengamat sepak bola, Supriyono Prima, ikut angkat suara terkait kinerja gemilang Marc Klock dan kawan-kawan.

"Kalau bicara Persib Bandung itu luar biasa ya. Tidak hanya memiliki sejarah luar biasa di sepak bola Indonesia. Berangkat dari Perserikatan, kultur mereka, fanatisme mereka, juga Bobotoh antusiasnya sangat tinggi," kata Supriyono Prima via kanal YouTube Liputan6 Sport.

Menurut Supriyono, sukses Persib menguasai puncak klasemen tak lepas dari sentuhan dingin Bojan Hodak selaku juru taktik.

"Begitu juga dengan Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, yang notabene dari Perserikatan. Bicara Persib Bandung setelah ditangani Bojan Hodak memang terlihat ada perubahan dengan pindahnya Ciro, pindahnya David da Silva, bukan defence counter lagi, tapi bagaimana mereka konsisten untuk memenangkan duel di lini tengah," ujar Supriyono.

"Kemudian sesekali mereka juga mencoba untuk direct play, kemudian juga memperkuat sisi flank dengan pemain-pemain muda seperti Kakang Rudianto. Beckham Putra juga sangat ampuh. Artinya ada fleksibelitas yang dilakukan Bojan Hodak," lanjutnya.

Pengalaman Menangani Klub Besar di Malaysia

Diakui Supriyono, tak mudah bagi seorang pelatih untuk meracik ulang timnya pasca ditinggal pergi banyak pemain. Tapi disitulah kelihaian dan kegeniusan Bojan Hodak. Ia bisa dengan cepat melakukan adaptasi.

"Konsekuensi dari beberapa perpindahan pemain, dari Persib ke Malut United, kemudian transformasi dari perubahan taktikal memang tidak mudah. Namun, yang menarik bagaimana pengalaman dari Bojan Hodak," tukas Supriyono sembari menambahkan Bojan Hodak sosok pelatih kaya pengalaman, termasuk kala menukangi Johor Darul Ta'zim (JDT) Malaysia.

"Bojan Hodak tidak hanya melatih di Indonesia, tapi bagaimana dia membawa JDT dengan banyak pemain-pemain yang dibeli dengan kualitas yang mahal. Ada pendekatan yang dia lakukan, fleksibilitas taktikal yang dia lakukan, dan akhirnya, walaupun memang musim ini bisa dikatakan Persib tidak seproduktif musim lalu," ujar Supriyono.

"Artinya ada flesibilitas taktikal yang terus digali, yang terus dikembangkan oleh Boyan Hodak dengan memberikan kepercayaan kepada pemain-pemain muda," pungkasnya.

Persaingan di BRI Super League

Video Populer

Foto Populer