Sukses


Skill Tak Biasa Jurgen Klopp yang Bikin Liverpool Sukses: Pentingkan Unsung Hero dan Hal Receh di Anfield

Bola.com, Jakarta - Mantan pemain Liverpool, Jose Enrique menilai Jurgen Klopp punya skill manajerial yang tak biasa sehingga mampu membuat The Reds berkibar.

Enrique adalah bagian dari skuad The Reds ketika Klopp datang pada lima tahun lalu. Bek sayap asal Spanyol itu menyaksikan secara langsung dampak yang Klopp berikan pada klub.

"Orang-orang di luar klub mengatakan 'oh dia adalah manajer terbaik di dunia' tetapi ketika Anda berlatih dengannya, Anda menyadari mengapa dia adalah manajer terbaik di dunia," kata Enrique dalam podcast eksklusif Blood Red, dikutip dari Liverpool Echo, Selasa (27/10/2020).

Meskipun hanya membuat tiga penampilan untuk Liverpool selama masa jabatan Klopp, pemain berusia 34 tahun itu tak ragu akan kualitas Klopp. Enrique yakin teknik manajemen yang digunakan Klopp yang membuatnya berbeda dengan manajer lainnya.

"Intensitas, berapa jam dan berapa banyak pekerjaan yang dia lakukan. Brendan (Rodgers) melakukannya dengan baik dan Kenny (Dalglish), semua manajer yang saya miliki di Liverpool," imbuhnya.

Tapi, Klopp mengatur timnya dengan sangat detail.

"Detail dan spesifik. Dia juga dekat dengan semua keluarga pemain. Bukan hanya para pemain dan sekarang manajer lain melakukannya. Pep Guardiola melakukannya, Mikel Arteta juga," lanjutnya.

"Orang-orang hanya melihat Liverpool sebagai pemain inti 11 atau 18 pemain dalam skuad, ditambah manajer. Tapi, ada begitu banyak orang di belakang klub yang bekerja untuk membantu para pemain bermain seperti itu," ucapnya.

2 dari 5 halaman

Faktor di Belakang Layar

Keluarga memang terkesan sepele. Tapi, di Liverpool, Jurgen Klopp menilai faktor itu sangat krusial.

"Jika ada yang tidak beres di rumah, Anda bisa melihatnya di lapangan," imbuh Enrique.

"Klopp ingin memastikan bahwa keluarga pemain bahagia di Liverpool, jadi bagaimana dia melakukannya adalah mencoba menyatukan mereka antara wanita dan anak-anak, sehingga mereka lebih bahagia dan para pemain bisa fokus pada sepak bola," imbuh Enrique.

"Tidak ada yang melakukannya sebelum Klopp," katanya.

"Itu adalah sesuatu yang terlihat konyol tetapi pada akhirnya itu benar. Kami adalah pemain dan saya dulu seperti itu. Kami adalah orang normal dan Anda memiliki kehidupan selain sepak bola."

Enrique pensiun pada 2017 karena cedera lutut. Walau hanya sebentar, Enrique merasa diperlakukan sangat baik oleh Klopp.

"Anda berlatih sampai tengah hari dan kemudian sepanjang hari. Anda memiliki keluarga atau lajang dan Anda memiliki teman, atau Anda sendirian. Sangat penting bagi Anda untuk merasa dicintai dan merasa memiliki orang-orang di sekitar Anda. Ini sangat penting. "

3 dari 5 halaman

Unsung Hero

Pada hari pertama Klopp melatih Liverpool, Enrique sudah punya firasat baik. Klopp mengumpulkan pemain di ruang media. Klopp lalu memperkenalkan anggota staf lain yang bekerja di lokasi pada saat itu.

Saat itu juga, semua orang di Liverpool seolah menyatu dengan semangat yang sama. 

"Klopp, apa yang dia lakukan, berusaha membuat para pemain sangat bahagia di Liverpool dan itulah identitasnya sekarang," kata Enrique.

"Jadi ketika dia melakukannya di ruang media, dia menunjukkan kepada setiap pemain betapa pentingnya orang yang bekerja di belakang para pemain yang tidak pernah mereka sebutkan."

"Orang-orang di dapur, tempat latihan fisik, dan kantor. Mereka luar biasa. Anda bertanya kepada Pepe Reina, Luis Suarez dan mereka telah bermain untuk beberapa tim besar, Barcelona, ​​Bayern Munchen. Tetapi, mereka belum pernah melihat orang-orang di klub yang bekerja sebaik mereka lakukan di Liverpool."

"Jadi sangat penting bagi Anda untuk memberikan arti penting itu kepada orang-orang itu, karena tanpa mereka, saya katakan kepada Anda, Liverpool tidak akan tampil sesukses ini, 100 persen."

4 dari 5 halaman

Menyatukan Bintang

Enrique, yang bergabung dengan Liverpool dari Newcastle United pada 2011, juga merasakan didikan Klopp untuk mendapatkan performa terbaik.

"Bagi saya, dia seperti yang Anda katakan, dia luar biasa dalam apa yang dia lakukan," tambah Enrique.

“Hal tersulit bagi saya adalah, Anda bisa memaksimalkan pemain sayap, Anda juga bisa membuat gelandang berlari, tapi bagaimana Anda bisa membuat ketiganya di posisi teratas dengan defensif dan ofensif?"

"Itu hal yang sulit karena biasanya para bintang Anda, Anda bisa melihat Cristiano (Ronaldo) dan (Lionel) Messi, mereka berada di liga yang berbeda dan mereka yang terbaik."

"Anda bisa memberi mereka bola dan mereka membuat perbedaan. Tapi secara defensif, mereka tidak memberi Anda apa yang Anda inginkan, tapi Anda harus menerimanya," tegasnya.

Namun, ia melihat ada yang berbeda di Liverpool era Klopp.

"Mohamed Salah, Sadio Mane, Roberto Firmino, mereka adalah tiga penyerang terbaik di dunia. Membuat mereka bekerja sama seperti bek sayap atau gelandang dan itu adalah hal yang sulit. Dan itulah yang Klopp lakukan. Jika bukan Mane, Firmino atau Salah, maka Diogo Jota atau Takumi Minamino."

"Liverpool adalah keluarga, bukan hanya sebagai klub dan para penggemar menyatu, Anda tahu? Itulah mengapa menurut saya Klopp berbeda dari yang lainnya," tutup Enrique.

 

Sumber: Liverpool Echo

5 dari 5 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer