Sukses


Pierre-Emile Hojbjerg dan 4 Barisan Tukang Jagal Andalan Jose Mourinho, Keji Tanpa Tedeng Aling-aling!

Bola.com, Jakarta - Jose Mourinho pelatih langganan gelar juara. Total sudah 24 trofi The Special One persembahkan di berbagai klub yang pernah ia singgahi.

Jose menikmati kesuksesan di FC Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, dan termasuk Manchester United. 

Khusus klub terakhir, pelatih asal Portugal tersebut masih tercatat sebagai pelatih dengan torehan terbaik semenjak kepergian Sir Alex Ferguson. Walau gagal memenangi gelar Liga Inggris, Jose Mourinho memenangi Liga Europa dan Piala Liga Inggris di Old Trafford.

Nakhoda kelahiran 26 Januari 1963 tersebut dikenal dengan konsep bermain pragmatistis, lebih tepatnya sistem bertahan yang dikombinasikan dengan serangan balik mematikan dengan tujuan meraih kemenangan.

Buat Jose tak penting bagi timnya menguasai permainan atau tidak, yang penting menang.

Dalam sistem permainan baku 4-2-3-1 miliknya, Jose Mourinho selalu punya figur gelandang bertahan paten. Peranannya amat sentral di tim.

Tugas utamanya melakukan pekerjaan kotor di sektor tengah. Seorang jangkar diplot Jose menjadi figur pelapis lini pertahanan. Ia dituntut bermain agresif (baca kasar). 

Gelandang bertahan ala Jose adalah sosok yang memuluskan transisi permainan dari bertahan ke penyerang. Tak hanya kuat secara fisik, ia juga wajib memiliki atribut passing yang amat bagus karena ia harus bisa mengalirkan bola secara direct ke para penyerang yang siap menerkam pertananan lawan.

Di tiap tim yang ia singgahi hal pertama yang dilakukan pria asal Setubal adalah mencari pemain yang bisa menjalankan peran ini.

Ngomong-ngomong siapa saja sih barisan tukang jagal andalan Jose Mourinho selama ini?

 

2 dari 7 halaman

Geremi

Manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson, pernah berkata lini serang yang tajam bisa membuat Anda memenangkan pertandingan, sementara lini bertahan yang kukuh bisa memenangkan gelar untuk Anda. Perkataan Ferguson ini bisa selaras torehan Chelsea saat menjuarai Premier League musim 2004-2005.

Musim perdana Jose Mourinho di Inggris, sukses membuat Chelsea menjadi klub dengan kebobolan paling sedikit dalam sejarah Premier League. Gawang klub milik Roman Abramovich itu hanya bobol sebanyak 15 kali di Premier Legue 2004-2005.

Melansir Squawka, kombinasi William Gallas, Ricardo Carvalho, John Terry, dan Paulo Ferreira di jantung pertahanan susah sekali untuk diterobos. Selain itu, ada sosok Petr Cech yang memiliki postur tinggi di bawah mistar.

Chelsea meraih 95 poin di akhir musim. Itu merupakan poin tertinggi sebelum dipecahkan Manchester City pada musim 2017-2018.

Poin tersebut berasal dari 38 kemenangan, delapan imbang, dan satu kekalahan. Satu-satunya kekalahan terjadi pada matchday kesembilan, melawan Manchester City di Stadion City of Manchester.

Selain tembok kukuh pertahahanan, kehebatan Chelsea mematahkan serangan lawan karena sosok seorang Geremi.

Geremi Sorele Njitap Fotso, yang biasa dikenal sebagai Geremi, adalah mantan pemain sepak bola yang punya reputasi hebat. Lahir di Kamerun, Geremi sangat dicintai karena fleksibilitasnya di lapangan dan gaya permainannya yang kuat.

Dengan kemampuannya yang luar biasa untuk bergeser dari bek kanan menjadi gelandang bertahan, Geremi mendapat pujian dari mantan pelatih Real Madrid, Vicente del Bosquea, karena menjaga skuad tetap kompak. Meski pemain Kamerun itu mungkin bukan bintang paling bersinar untuk raksasa Spanyol selama empat tahun di sana, ia memberikan stabilitas yang sangat dibutuhkan bagi rekan satu timnya dan masuk dalam penghargaan Ballon d'Or pada tahun 2000.

Selama memperkuat Madrid, Geremi berhasil memenangkang La Liga dan trofi Liga Champions. Selain itu, ia juga berhasil menyabet satu Piala Super Spanyol, dua trofi Piala Afrika dan medali emas Olimpiade saat membela negaranya. Walau menyabet seabrek gelar, Geremi kurang dihargai di Los Blancos. Gajinya terhitung kecil dibanding pemain bintang-bintang lainnya.

Dalam sistem permainan Chelsea kemampuan Geremi tereksploitasi secara sempurna. Ia jadi sosok motor permainan yang menghidupkan nyawa agresivitas The Blues.

3 dari 7 halaman

Michael Essien

Sosok lain di Chelsea yang memegang peranan penting sebagai tulang angkut air andalan Jose Mourinho adalah Michael Essien.

Michael Essien pun mengaku punya kedekatan emosional dengan Jose Mourinho. Sejak memperkuat Chelsea, Essien sudah menganggap Mourinho sebagai ayah kandungnya sendiri.

Seperti diketahui, Essien pernah dilatih Mourinho dari 2005-2007. Setelah itu keduanya berjumpa lagi di Real Madrid musim 2012-2013.

Meski sudah berpisah, Essien tetap berhubungan baik dengan pelatih kebangsaan Portugal tersebut. Ia menilai Mourinho sebagai pelatih terhebat sejagad raya.

“Bagi saya, Jose seperti ayah sendiri. Kami punya hubungan baik dan sering berkomunikasi. Saya merupakan penggemar nomor satu. Itu saya lakukan bahkan sebelum bergabung dengan Chelsea,” ungkapnya pada The Sun.

Essien gelandang jangkar yang sempurna di mata Mourinho, ia tak hanya kuat bertahan tapi juga dalam penguasaan bola. Daya jelajahnya juga tinggi. Di sisi lain pemain asal Ghana tersebut juga punya kemampuan melayangkan shooting keras mematikan.

Sayang karier Essien terhambat karena problem cedera berat, sehingga ia tidak pernah berada di level ideal yang semestinya bisa ia capai.

4 dari 7 halaman

Esteban Cambiasso

Jose Mourinho seringkali menyebut Inter Milan klub terbaik yang pernah ia latih. Menurutnya Inter terasa spesial karena bisa meraih treble gelar dengan komposisi pemain yang cenderung biasa-biasa saja.

Maksud Jose, saat mereka sukses di musim 2009-2020, materi skuat Nerrazurri tak segemerlap Barcelona, Bayern Munchen, Manchester United, atau Chelsea. Walau begitu amat solid bermain sebagai tim.

Sama seperti halnya Chelsea, Inter amat kuat dalam bertahan. Kedalaman poros belakang mereka luar biasa. Mereka punya Lucio, Walter Samuel, Zavier Zanetti, Marco Materazzi, Maicon, hingga Christian Chivu yang sulit ditembus lawan.

Peran gelandang bertahan Inter diperankan Esteban Cambiasso. Pemain asal Argentina tak tergantikan di skuat inti Nerrazurri.

Esteban Cambiasso menjadi salah satu pemain yang paling diingat oleh para pecinta Inter Milan hingga saat ini, dan tentu saja karena dia merupakan anggota skuat saat meraih juara Liga Champions, Serie A Italia dan Coppa Italia di musim 2009-2010.

Cambiasso bergabung ke Inter Milan dari Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2004 silam. Perjalanan gelandang bertahan berkepala plontos itu di Inter bertahan hingga tahun 2014.

Selama 10 tahun berseragam Inter Milan, Cambiasso memiliki statistic yang cukup membanggakan dan wajar jika dirinya dicintai para Interisti di seluruh dunia. Total sebanyak 431 caps, 51 gol dan 31 assists telah dia bukukan bersama Nerazzurri di semua kompetisi.

Musim 2009-2010 jadi musim terbaik sang gelandang asal Argentina tersebut. Ia sosok tukang jagal yang sempurna bagi Jose Mourinho. Kuat dalam bertahan dan memutus rantai serangan, juga lihai menyodorkan passing-passing brilian.

 

5 dari 7 halaman

Nemanja Matic

Bukan rahasia lagi Nemanja Matic adalah sosok yang amat dicintai Jose Mourinho di masa kedatangannya ke-2 ke Chelsea. Saat menukangi Manchester United, gelandang bertahan asal Serbia tersebut ikut diboyong The Special One.

Kolaborasi keduanya memenangi satu medali juara Premier League pada musim 2014-2015. Matic yang punya postur bongsor sosok yang sempurna sebagai seorang jangkar. Ia amat kuat dalam duel satu lawan satu.

Matic pun mengagumi mantan pelatihnya, Jose Mourinho. Sekalipun Matic mengakui, Mourinho bisa sangat menyeramkan ketika tim yang dilatihnya kalah.

Setelah empat musim di London Barat, Matic hijrah ke Manchester. Di bawah manajer Portugal itu, Matic nyaris tidak tergantikan di lini tengah United sehingga membuat 69 penampilan di semua kompetisi.

Matic menceritakan selama ini Mourinho dikenal sebagai pelatih yang ceplas-ceplos bahkan tidak segan mengkritik pemainnya sendiri ketika hasil yang diraih timnya tidak sesuai harapan.

"Tergantung sih. Kalau Anda menang, dia itu orang yang paling baik. Tapi kalau Anda kalah, Anda akan menghindari dia di tempat latihan. Tapi dia itu pelatih yang menakjubkan," ungkap pesepak bola berusia 32 tahun itu, yang dikutip Metro.

Saat didapuk sebagai nakhoda Tottenham Hotspur, sempat mencuat rumor Matic bakal pindah ke Spurs. Ole Gunnar Solskjaer di awal kepemimpinannya menepikan Matic dari skuat inti Setan Merah.

Namun, gosip tersebut menguap seiring kembali seringnya Matic bermain. Mentalitas pantang menyerah ini yang dikagumi Jose Mourinho. Matic tak mau menyerah kalah di Old Trafford.

6 dari 7 halaman

Pierre-Emile Hojbjerg

Tottenham Hotspur tampil ciamik di awal Premier League 2020-2021. Mereka secara mengejutkan jadi penguasa klasemen sementara dengan rekor baru sekali kalah.

Musim panas ini, Spurs melakukan peremajaan skuat. Jose Mourinho mendatangkan sejumlah pemain buat menambah kedalaman skuat.

Salah satu rekrutan bermutu yang dipuji banyak orang adalah Pierre-Emile Hojbjerg. Tottenham menggaet gelandang bertahan asal Denmark dari Southampton amat murah, hanya 15 juta poundsterling.

Pierre-Emile Hojbjerg dianggap sosok kunci saat Spurs memenangi laga melawan klub-klub elite macam Manchester United, Manchester City, dan terakhir Arsenal.

Ia sosok yang memenangi duel bola saat Spurs memeragakan permainan bertahan sepanjang laga. Contohnya saat duel melawan Arsenal.

Sang gelandang memiliki lebih banyak sentuhan (61), operan (44), operan sukses (35), operan di paruh lapangan lawan (15) dan intersepsi (tiga) daripada pemain Spurs lainnya.

Penampilan Hojbjerg mendapat pujian dari bos Spurs Mourinho, dengan pemain berusia 25 tahun itu juga memiliki satu-satunya tembakan tepat sasaran Tottenham lainnya.

"Pierre, pertama-tama, sangat cerdas. Dia membaca permainan dengan sangat baik. Dia pasti akan menjadi pelatih suatu hari nanti," kata Mourinho dalam konferensi pers.

"Dia menyebalkan, mengajukan pertanyaan tentang mengapa kami melakukan ini dan mengapa kami melakukan itu. Di lapangan, dia membaca situasi dengan sangat baik dan orang-orang di sekitarnya sangat kompak, mereka membaca permainan.

"Secara fisik dia sangat, sangat kuat dan secara teknis dia jauh lebih baik daripada yang orang pikirkan. Karena terkadang orang berpikir pria yang baik secara teknis adalah pria yang melakukan backheel. Pria yang baik secara teknis adalah pria yang melakukan sesuatu yang luar biasa. Tapi ini bukan kata-kata saya. Ini adalah kata-kata dari para pelatih 30, 40 tahun yang lalu. Kesederhanaan itu jenius," kata Jose tentang Hojbjerg.

"Dan pria itu sangat sederhana dalam segala hal yang dia lakukan dengan bola. Dan saya pikir dia pemain yang fenomenal. Selamat, Tuan Daniel Levy ketua Spurs."

Dari gelandang, hanya pemain Manchester City Rodri yang membuat umpan lebih sukses daripada Hojbjerg di Liga Premier musim ini, dengan 746 melawan 706.

Hojbjerg juga menempati peringkat keempat untuk umpan-umpan sukses di lini tengah lawan dengan 341 dan sementara lima peluangnya yang tercipta juga di bawah pemain seperti Rodri dengan 11, ia telah menciptakan dua peluang besar hingga pemain Spanyol itu nol.

Sumber: Berbagai sumber

7 dari 7 halaman

Video

Perhatian Khusus Marcus Rahsford untuk Pemain Muda Manchester United, Shola Shoretire

Video Populer

Foto Populer