Bruno Fernandes Bukan Masalah di MU, Rekan Setimnya yang Terlalu Egois

Mantan kapten Watford, Troy Deeney, membela Bruno Fernandes dan menyoroti sikap egois pemain MU.

Bola.com, Jakarta - Bruno Fernandes dianggap tampil di bawah standar pada awal musim ini. Namun, menurut mantan kapten Watford, Troy Deeney, kapten Manchester United (MU) itu bukan penyebab utama buruknya performa tim.

Berbicara kepada talkSPORT, Deeney menilai masalah terbesar Setan Merah justru terletak pada sikap egois para pemain lain di skuad.

MU kini tercecer di posisi ke-14 klasemen Liga Inggris setelah dipermalukan Manchester City 0-3, Minggu malam lalu.

Catatan tersebut menjadi start terburuk mereka sejak musim 1992/93, di mana saat itu mereka juga hanya mengumpulkan empat poin dari empat laga awal.

Fernandes musim ini lebih sering dimainkan Ruben Amorim di posisi gelandang tengah yang lebih dalam, meski rekornya selama berseragam MU cukup impresif: 99 gol dan 86 assist dalam 295 pertandingan di semua ajang sebagai gelandang serang.

Usai kekalahan dari Man City, koresponden talkSPORT, Alex Crook, sempat menanyakan kepada Amorim apakah peran baru Fernandes membuat kemampuannya terbuang percuma. Namun, sang pelatih menepis anggapan tersebut.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Lini Tengah Bertahan MU Kurang Tenaga

Deeney pun menegaskan hal serupa saat hadir di acara "Hawksbee and Jacobs".

"Perdebatan soal Fernandes bikin saya frustrasi. Seakan-akan kalau dia dimainkan sebagai nomor 10, masalah langsung selesai. Nyatanya, Amorim jelas merasa dia tidak bisa menjalankan peran itu," ujarnya.

"Kalau memang kapten, yang punya suara besar, dan sudah mencetak banyak gol musim lalu, dia seharusnya bisa bicara sejak pramusim: 'Saya tidak mau main sebagai nomor 8, tempatkan saya sebagai nomor 10.' Tapi, sekarang ketika hasilnya buruk, malah dibilang Fernandes masalahnya. Padahal bukan," tambahnya.

Menurut Deeney, kekurangan tenaga di lini tengah bertahan MU menjadi isu utama. Ia membandingkan dengan sosok seperti Rodri di City, Moises Caicedo di Chelsea, serta Declan Rice dan Martín Zubimendi di Arsenal yang selalu siap jadi opsi umpan.

Pengambilan Keputusan Pemain MU

Selain itu, Deeney menyoroti pengambilan keputusan para pemain Setan Merah yang dinilainya terlalu individualis.

"Saat melihat daftar susunan pemain, saya pikir: siapa dari United yang bisa masuk tim City? Mungkin satu, atau dua paling mentok. Kalau dibalik, semua pemain City pasti starter di United. Jadi, sebenarnya ekspektasi kita apa?" katanya.

"Banyak momen egois. Ada satu situasi di babak kedua ketika Amad (Diallo) turun ke wing-back, dia tinggal memberi umpan ke (Bryan) Mbeumo untuk menembak. Tapi, dia pilih sendiri. Terlalu banyak pemain di tim ini yang hanya ingin cetak gol sendiri, bukannya melihat siapa yang lebih baik posisinya. Rasanya tidak tepat," ulas Deeney.

Ia menambahkan, strategi perekrutan MU juga keliru karena terlalu fokus mendatangkan pemain depan.

"Tidak ada gunanya punya penyerang bagus kalau lini tengah tidak bisa menguasai bola," ucapnya.

Masa Depan Fernandes

Fernandes kini memasuki musim ketujuhnya sejak direkrut dari Sporting Lisbon pada Januari 2020. Kontraknya masih tersisa dua tahun, meski sepanjang bursa transfer musim panas lalu ia santer dikaitkan dengan pintu keluar.

Gelandang Portugal berusia 31 tahun itu menolak tawaran menggiurkan dari klub Arab Saudi, Al Hilal, yang siap membayar 700.000 PAUN per pekan jelang Piala Dunia Antarklub 2025.

Keputusan tersebut ia ambil setelah berdiskusi dengan keluarga, dan ia memilih bertahan setidaknya semusim lagi di Old Trafford.

TalkSPORT melaporkan Fernandes bahkan menolak tiga pendekatan berbeda dari klub-klub Saudi.

Musim ini, Fernandes selalu tampil sebagai starter di empat laga Liga Inggris dan mencetak gol kemenangan saat MU menundukkan Burnley 3-2. Namun, Setan Merah tetap kalah di tiga laga lainnya di semua ajang, termasuk tersingkir di Carabao Cup setelah dipermalukan Grimsby Town.

 

Sumber: Talksport

Video Populer

Foto Populer