Tiket Kian Mahal, Suporter Desak Premier League Setop Kenaikan Harga

Gelombang protes menguat, fans minta Premier League hentikan kenaikan harga tiket.

Bola.com, Jakarta - Seruan agarĀ Premier League membekukan harga tiket musiman selama dua tahun terus menguat, menyusul keluhan para suporter yang merasa makin terbebani oleh kenaikan tarif masuk stadion.

Lebih dari 100 kelompok pendukung yang mewakili seluruh 20 klub Premier League mengajukan surat resmi kepada otoritas liga.

Dalam surat itu, mereka menuntut penghentian kenaikan harga tiket hingga setidaknya hingga 2028.

Kenaikan tarif memang makin terasa. Fulham mematok harga 1.200 paun (sekitar Rp26,1 juta) untuk tiket setengah musim yang berlaku mulai Januari, sementara Arsenal pada musim panas lalu menjual tiket musiman penuh, untuk 19 laga kandang, seharga 1.726 paun (Rp37,6 juta)

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Desakan Kolektif Suporter

Kelompok-kelompok yang tergabung dalam Football Supporters' Association (FSA) mengirimkan pernyataan bersama kepada jajaran petinggi Premier League pekan lalu.

Mereka menilai kondisi saat ini sebagai masalah serius terkait meningkatnya biaya dalam sepak bola dan dampaknya bagi suporter.

"Kami sangat prihatin dengan tren kenaikan harga tiket kandang di Premier League. Kenaikan ini berisiko membuat suporter sejati, yang telah menjadikan sepak bola seperti sekarang, tidak mampu lagi datang ke stadion," demikian penegasan FSA dalam suratnya.

"Kami menyerukan kepada seluruh klub Premier League untuk menyetujui pembekuan harga tiket kandang selama dua musim, yakni pada 2026/27 dan 2027/28," lanjut FSA.

Usulan itu disertai rencana delapan poin, termasuk permintaan agar setiap klub membagikan data penjualan tiket serta menghentikan apa yang mereka sebut sebagai "perlombaan senjata", situasi ketika klub saling menaikkan harga untuk mengikuti satu sama lain.

Premier League saat ini memasuki tahun pertama kontrak siaran berdurasi empat musim dengan nilai fantastis 6,7 miliar paun.

Kekhawatiran Atmosfer Stadion Kian Pudar

Menurut FSA, kenaikan harga yang terus terjadi dapat merusak atmosfer pertandingan karena pendukung lokal makin sulit menjangkau tiket.

Banyak klub kini justru membidik wisatawan yang bersedia membayar lebih mahal sekaligus memborong merchandise selama kunjungan mereka ke stadion.

Pembatasan harga tiket tandang sebesar 30 paun (Rp655 ribu) yang diberlakukan sejak 2016 kembali diperpanjang setelah seluruh klub Premier League menyetujuinya secara bulat.

"Batasan tiket tandang £30 adalah kesepakatan penting yang membuktikan bahwa klub dan suporter dapat bekerja bersama menciptakan perubahan positif," tegas FSA.

"Itu menunjukkan bahwa menghargai suporter akan memperkuat sepak bola, dan itu harus dipertahankan."

"Sekarang kita membutuhkan pendekatan kolektif yang sama untuk mewujudkan pembekuan harga tiket kandang selama dua musim dan merencanakan masa depan secara bersama," imbuh FSA.

Suporter Terjepit Jadwal Pertandingan

FSA juga menyoroti tekanan tambahan yang dirasakan suporter akibat jadwal kick-off yang dinilai tidak ramah.

Chelsea musim lalu harus bermain pada Minggu malam usai melakukan perjalanan jauh ke Kazakhstan untuk laga Conference League tiga hari sebelumnya. Mereka juga bertanding di markas Wolves pada malam Natal.

Fulham menjamu Manchester United pada pukul 19.00, Minggu 26 Januari, hanya beberapa hari setelah MU melakoni laga kandang di kompetisi Eropa pada Kamis sebelumnya.

(Roby Dian)

Ā 

Sumber: Give Me Sport

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer