Realistis dan Menohok! Mac Allister Sebut Peluang Liverpool Juarai Liga Inggris Nyaris Tertutup

Gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister, melontarkan pengakuan jujur dan cukup menohok terkait kebijakan transfer klub pada musim panas 2025.

Bola.com, Jakarta - Pemain Timnas Argentina itu menilai Liverpool melakukan terlalu banyak perubahan, yang menjadi salah satu penyebab kegagalan mempertahankan gelar Premier League.

Liverpool mencatatkan sejarah pada bursa transfer musim panas dengan total belanja yang belum pernah terjadi sebelumnya. The Reds menjadi klub pertama yang menembus angka £400 juta dalam satu jendela transfer, jauh melampaui rekor sebelumnya yang hanya berada di kisaran £156 juta.

Sebagian besar dana itu dihabiskan untuk mendatangkan Alexander Isak (£125 juta) dan Florian Wirtz (£116 juta). Liverpool juga merekrut Hugo Ekitike dengan nilai £79 juta, serta memperkuat lini belakang lewat kedatangan Jeremie Frimpong, Milos Kerkez, dan Giovanni Leoni.

Belanja besar tersebut dilakukan untuk menutup kepergian sejumlah pilar penting seperti Trent Alexander-Arnold, Darwin Nunez, dan Luis Diaz, serta setelah klub berduka atas wafatnya Diogo Jota.

Namun, investasi masif itu tak berbanding lurus dengan performa di lapangan. Setelah awal musim yang terlihat menjanjikan, Liverpool justru terpuruk dengan catatan sembilan kekalahan dalam 12 pertandingan antara September hingga November, periode terburuk klub sejak era 1950-an.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Terasa Menyakitkan

Ketika diminta menjelaskan penyebab anjloknya performa Liverpool, Mac Allister menyoroti besarnya perombakan skuad.

“Banyak hal berubah,” ujar Mac Allister kepada Sky Sports, Senin (5/1/2026). 

“Pemain baru datang menggantikan mereka yang pergi. Kami mengubah terlalu banyak hal, tapi saya lebih memilih menyimpannya untuk diri saya sendiri,” lanjutnya.

Pemain berusia 26 tahun itu mengaku situasi ini terasa menyakitkan, mengingat Liverpool seharusnya menikmati status sebagai juara bertahan.

“Ini menyakitkan karena seharusnya kami menikmati Premier League yang kami menangkan, dan berada di posisi yang jauh lebih baik,” kata Mac Allister.

“Banyak hal berubah dari musim lalu dan itu tidak ideal, tapi inilah situasi kami sekarang dan kami harus menghadapinya serta terus bekerja untuk menjadi lebih baik.”

 

3 dari 4 halaman

Akui Peluang Juara Hampir Tertutup

Mac Allister juga secara realistis mengakui peluang Liverpool untuk mempertahankan gelar Liga Inggris musim ini nyaris tertutup.

“Tidak banyak peluang bagi Liverpool untuk mempertahankan gelar,” ucapnya.

“Saya benci mengatakan ini, tapi itu cukup jelas. Arsenal sedang dalam momen yang sangat bagus, Manchester City juga dekat. Sementara kami, baik dari performa maupun hasil, masih jauh,” tegasnya.

Meski demikian, Mac Allister menegaskan Liverpool belum menyerah dalam perburuan trofi lain.

“Kami punya pemain-pemain luar biasa. Sekarang ini soal menjadi sebuah tim,” jelasnya.

“Tanpa tim, saya bukan apa-apa. Kami semua harus berpikir tentang rekan di sebelah kami dan menjadi tim yang lebih baik.”

 

4 dari 4 halaman

Target Realistis Liverpool

Mac Allister menyebut Liga Champions dan Piala FA sebagai target realistis Liverpool ke depan.

“Liga Champions ada di depan mata dan kami pasti akan berjuang untuk itu. Itu akan menjadi pencapaian yang sangat spesial,” ujarnya.

“Begitu juga Piala FA, kompetisi yang sangat penting bagi tim-tim Inggris.”

Sebagai penutup, Mac Allister menegaskan mentalitas yang wajib dimiliki setiap pemain Liverpool.

“Ketika Anda bermain untuk Liverpool, Anda harus selalu berjuang untuk segalanya,” pungkasnya.   

Sumber: Sky Sport, Sport Illustrated

Video Populer

Foto Populer