MU dan Chelsea: Dua Raksasa Premier League yang Tak Pernah Sabar dengan Manajer

Manchester United dan Chelsea kembali menegaskan reputasi sebagai dua klub raksasa Premier League yang identik dengan pergantian manajer.

Bola.com, Jakarta - Manchester United dan Chelsea kembali menegaskan reputasi sebagai dua klub raksasa Premier League yang identik dengan pergantian manajer. Tradisi tersebut kembali berlanjut pada awal 2026, ketika MU dan The Blues mengambil keputusan drastis di tengah musim.

Manchester United secara resmi memecat Ruben Amorim dari kursi manajer pada Senin (5/1/2026) waktu setempat. Keputusan itu mengakhiri perjalanan singkat pelatih asal Portugal tersebut di Old Trafford, sekaligus memperpanjang daftar manajer yang tumbang pasca-era sosok legendaris Sir Alex Ferguson.

Untuk sementara waktu, jabatan manajer Tim Setan Merah dipercayakan kepada Darren Fletcher, yang akan menjalani debutnya saat menghadapi Burnley di Turf Moor pada laga pekan ke-21 Premier League, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 7 halaman

Korban Terbaru Pasca-Era Ferguson

Ruben Amorim tercatat sebagai manajer keenam yang dipecat Manchester United sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada Mei 2013. Sebelumnya, kursi panas Old Trafford telah "memakan" nama-nama besar seperti David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, dan Erik ten Hag.

Selain itu, MU juga sempat ditangani sejumlah manajer interim, mulai dari Ryan Giggs, Michael Carrick, Ralf Rangnick, hingga Ruud van Nistelrooy. Fakta ini memperlihatkan betapa belum stabilnya arah proyek jangka panjang klub berjuluk Setan Merah tersebut.

Jika hanya ditinjau dari sisi statistik, posisi Amorim memang paling kurang oke dibandingkan para pendahulunya. Berdasarkan data Squawka, tingkat kemenangan Amorim bersama MU hanya mencapai 36,92 persen, menjadi yang terburuk di antara manajer tetap MU pasca- Ferguson.

 

3 dari 7 halaman

Bukan Sekadar Hasil di Lapangan

Sebagai perbandingan, Louis van Gaal mencatat win rate 52,43 persen, David Moyes 52,94 persen, Ole Gunnar Solskjaer 54,17 persen, Erik ten Hag 54,69 persen, sementara Jose Mourinho menjadi yang terbaik dengan 58,33 persen.

Namun, pemecatan Amorim disebut tidak semata-mata dipicu hasil minor di atas lapangan. Adanya ketidakjelasan arah taktik, serta perselisihan dengan petinggi klub terkait kebijakan transfer, sebagai faktor utama yang mempercepat akhir masa jabatannya.

"Ruben Amorim telah meninggalkan jabatannya sebagai Pelatih Kepala Manchester United. Ruben ditunjuk pada November 2024 dan berhasil membawa tim melaju hingga final Liga Europa UEFA di Bilbao pada Mei," bunyi pernyataan resmi MU.

 

4 dari 7 halaman

Chelsea, Klub Besar yang Tak Pernah Belajar dari Sejarah

Jika Manchester United masih berjuang mencari stabilitas, Chelsea justru sudah lama dikenal sebagai klub yang "kejam" kepada manajer. Tradisi itu berawal sejak era Roman Abramovich pada Juli 2003 dan terus berlanjut hingga kepemimpinan Todd Boehly.

Dalam rentang waktu tersebut, Chelsea tercatat telah menunjuk 23 manajer. Bahkan, beberapa di antaranya menjalani dua periode kepemimpinan, seperti Jose Mourinho, Guus Hiddink, dan Frank Lampard.

Ironisnya, prestasi pun kerap tak menjadi jaminan keselamatan jabatan manajer yang menangani Tim London Biru. Chelsea dikenal tak ragu memecat manajer, meskipun mampu mempersembahkan trofi juara.

Kasus terbaru terjadi pada 1 Januari 2026, ketika manajemen Chelsea memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Enzo Maresca.

 

5 dari 7 halaman

Maresca Pergi di Tengah Prestasi

Keputusan melepas Maresca terasa sulit dipahami. Pelatih asal Italia itu berhasil mengantar Chelsea menjuarai UEFA Conference League musim lalu dan Piala Dunia Antarklub 2025, dua prestasi prestisius yang seharusnya menjadi fondasi kuat proyek jangka panjang.

Namun, kabarnya hubungan Enzo Maresca dengan jajaran petinggi klub memburuk dalam beberapa waktu terakhir. Situasi yang tak lagi harmonis itulah yang akhirnya mendorong manajemen mengambil keputusan melengserkan Maresca dari tugas manajer.

Untuk sementara, posisi manajer The Blues dipercayakan kepada Calum McFarlane, yang saat ini menjabat sebagai kepala akademi Chelsea.

 

6 dari 7 halaman

Dua Raksasa, Satu Masalah yang Sama

Manchester United dan Chelsea kini berada di persimpangan yang serupa. Keduanya memiliki sumber daya besar, skuad mahal, dan ambisi tinggi, tetapi kerap terjebak dalam siklus pergantian manajer tanpa arah jelas.

Pertanyaannya kini, apakah keputusan terbaru akan menjadi awal kebangkitan, atau justru menambah panjang daftar kegagalan proyek jangka pendek di dua klub raksasa Inggris tersebut?

7 dari 7 halaman

Simak Persaingan Musim Ini:

Video Populer

Foto Populer