Dari Jose Mourinho hingga Ruben Amorim: MU Sudah Habiskan Triliunan Rupiah untuk Pesangon Manajer yang di PHK

Di balik keputusan mendepak Ruben Amorim pada 5 Januari lalu, tersimpan biaya besar yang lagi-lagi harus ditanggung manajemen Manchester United.

Bola.com, Jakarta - Kepergian Ruben Amorim dari kursi manajer Manchester United bukan sekadar pergantian figur di pinggir lapangan. Di balik keputusan mendepak Amorim pada 5 Januari lalu, tersimpan biaya besar yang lagi-lagi harus ditanggung manajemen Tim Setan Merah.

Manajer asal Portugal tersebut dipecat sebelum genap setengah masa kontrak tiga tahunnya berjalan. Ruben Amorim baru menukangi MU selama 14 bulan, sejak datang pada November 2024.

Namun, perjalanan karier Amorim berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan. Menurut laporan The Athletic, ambruknya karier mantan pelatih Sporting CP tersebut di MU dipicu ketegangan dengan sejumlah staf klub serta performa tim yang jauh dari kata meyakinkan.

Meski bukan pelatih dengan jumlah laga paling sedikit, masa jabatan Ruben Amorim di Tim Setan Merah termasuk yang terpendek pasca-era Sir Alex Ferguson. Singkatnya masa kerja Amorim tak berarti murah.

Justru sebaliknya, Manchester United harus mengeluarkan dana yang tak sedikit setelah mem-PHK sang pelatih. MU diperkirakan harus membayar sekitar 10 juta poundsterling (Rp227 miliar) sebagai pesangon pemutusan kontrak Amorim dan stafnya.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 6 halaman

Mahalnya Pergantian Manajer di MU

Padahal kontrak tersebut sejatinya baru akan berakhir pada 30 Juni 2027. Ironisnya, untuk mendatangkan Amorim dari Sporting CP, MU juga sudah menggelontorkan dana sekitar 11 juta poundsterling (Rp249 miliar).

Dia datang dengan reputasi mentereng sebagai salah satu pelatih muda terbaik Eropa setelah sukses besar selama empat setengah tahun di Lisbon. Bahkan, empat hari setelah pengumuman resmi kepindahannya ke MU, Amorim masih sempat membawa Sporting meraih kemenangan sensasional 4-1 atas Manchester City di Liga Champions.

Pemecatan Amorim menambah panjang daftar mahalnya pergantian manajer MU sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013. Selama hampir 27 tahun sebelumnya, Manchester United nyaris tak pernah memikirkan pesangon setelah memecat manajer.

Ferguson adalah satu-satunya manajer The Red Devils yang tak dipecat. Sejak pria asal Skotlandia tersebut pergi dari Old Trafford, Amorim menjadi manajer permanen keenam MU dalam 12,5 tahun terakhir.

 

3 dari 6 halaman

Habiskan Rp1,4 Triliun

Biaya demi biaya pun terus mengalir keluar dari manajemen Tim Setan Merah gara-gara mendepak manajer. Mulai dari David Moyes yang mendapatkan pesangon 4,9 juta poundsterling (Rp111 miliar).

Sementara itu, Louis van Gaal menerima kompensasi pemutusan kontrak sebesar 8,4 juta poundsterling (Rp190 miliar), Jose Mourinho mendapatkan 19,6 juta poundsterling (Rp445 miliar), Ole Gunnar Solskjaer dengan 9,1 juta poundsterling (Rp206 miliar),dan Erik ten Hag dengan 10,4 juta poundsterling (Rp236 miliar).

Tak hanya itu, Ralf Rangnick yang sempat menjabat sebagai manajer interim MU juga disebut mendapatkan pesangon yang tak sedikit, yakni 14,7 juta poundsterlng (Rp334 miliar). Namun, angka itu tidak seluruhnya dialokasikan untuk Rangnick.

Jika biaya Rangnick dikesampingkan sepenuhnya, total dana yang dikeluarkan MU untuk memberikan pesangon kepada manajer yang dipecat selepas era Sir Alex Ferguson diperkirakan mencapai 64,9 juta poundsterling (Rp1,4 triliun).

 

4 dari 6 halaman

Tak Terlalu Besar, tetapi Terasa

Angka pesangon tersebut sebenarnya kurang dari satu persen total pendapatan MU sejak 2013. Dalam beberapa tahun awal, klub bahkan tetap mencatatkan laba saat Moyes, Van Gaal, dan Mourinho dipecat. Namun situasi berubah dalam beberapa musim terakhir.

Pemecatan Erik ten Hag musim lalu juga berbarengan dengan pengeluaran 4,1 juta poundsterling untuk memberhentikan Direktur Plahraga Dan Ashworth. Total biaya pergantian figur sepak bola inti itu tak terlalu besar, yakni mencapai dua perlima dari total biaya restrukturisasi staf MU musim lalu.

Manchester United memangkas 51,5 juta poundsterling dari beban gaji pada musim 2024/2025 dengan mengurangi 176 staf administratif. Namun ironisnya, 28 persen dari penghematan itu justru habis untuk membayar kompensasi pemecatan manajer dan stafnya.

Lebih parah lagi, penghematan gaji sebesar 6,6 juta poundsterling pada kuartal pertama musim 2025/2026 langsung tertelan biaya pemecatan Ruben Amorim.

 

5 dari 6 halaman

Prestasi Buruk Ikut Menggerus Pemasukan

Dampaknya tak berhenti di neraca keuangan internal. MU finis di posisi ke-15 klasemen akhir Premier League musim lalu, hasil terburuk mereka sejak 2016 dan hanya mengantongi 136,2 juta poundsterling hadiah liga, angka terendah yang diterima Manchester United dalam hampir satu dekade, di luar musim pandemi.

Tanpa kompetisi Eropa musim ini, Manchester United bahkan memproyeksikan penurunan pendapatan pada 2025/2026. Di sisi lain, rival-rival mereka justru melonjak.

Ketika Amorim dipecat, MU masih berada di peringkat keenam klasemen Premier League, tetapi banyak pihak meragukan mereka bisa bertahan di zona tersebut. Laga pertama tanpa Amorim di liga hanya berujung hasil imbang 2-2 melawan Burnley.

Apa pun hasil akhirnya, satu hal jelas yakni performa sepak bola kini menjadi penentu utama keberlangsungan bisnis Manchester United.

Sumber: The Athletic

6 dari 6 halaman

Simak Persaingan Musim Ini:

Video Populer

Foto Populer