Cara Arne Slot Menghindari Pemecatan di Liverpool, FSG Diminta Tak Bertindak Naif

Arne Slot masih bisa selamat dari pemecatan di Liverpool. Begini caranya.

Bola.com, Jakarta - Masa depan Arne Slot di Liverpool masih diselimuti tanda tanya. Namun, menurut mantan gelandang The Reds, Danny Murphy, pelatih asal Belanda itu masih memiliki satu jalan besar untuk menyelamatkan posisinya: membawa Liverpool menjuarai Liga Champions musim ini.

Slot kembali berada dalam tekanan usai kekalahan menyakitkan 2-3 dari Bournemouth pada Sabtu lalu.

Hasil tersebut mengakhiri catatan 13 pertandingan tak terkalahkan Liverpool di semua kompetisi dan membuat mereka masih belum meraih satu pun kemenangan di Premier League sepanjang 2026.

Lebih buruk lagi, gol Amine Adli pada menit ke-95 memaksa Liverpool menelan rekor yang tak diinginkan.

The Reds kini telah kebobolan tiga gol penentu di menit 90+ dalam Premier League musim 2025/26, jumlah terbanyak yang pernah mereka alami dalam satu musim kompetisi.

Situasi klasemen pun kian menekan. Liverpool berpotensi tertinggal hingga 17 poin dari pemuncak klasemen Arsenal atau bahkan terjerembap ke posisi kedelapan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Belum di Ujung Tanduk

Di tengah kondisi itu, sebagian suporter mulai terang-terangan berharap Xabi Alonso segera mengambil alih kursi pelatih, menyusul kepergiannya dari Real Madrid.

Meski demikian, Murphy menilai Slot belum sepenuhnya berada di ujung tanduk.

Dalam pernyataan eksklusif kepada Sports Mole, ia menyebut keberhasilan di Liga Champions bisa menjadi faktor penentu nasib Slot, meski pada saat yang sama ia memperingatkan manajemen Liverpool agar tidak bersikap naif.

Murphy menegaskan bahwa keputusan klub akan sangat bergantung pada bagaimana sisa musim ini berjalan.

"Andai Liverpool menjuarai Liga Champions, Anda tentu tidak akan memecat manajer yang membawa Anda menjuarai liga dan kemudian Liga Champions," ujar Murphy kepada Spreadex Sports.

"Dan itu bukan hal yang mustahil, mengingat kualitas skuad Liverpool, faktor Anfield, serta sedikit keberuntungan dalam undian," lanjutnya.

3 dari 4 halaman

Petinggi Klub Harus Realistis

Namun, Murphy juga menekankan bahwa jajaran petinggi klub dalam hal ini di FSG (Fenway Sports Group) harus realistis.

"Pimpinan Liverpool akan naif jika tidak menilai opsi lain karena basis suporter sedang tidak puas, performa tim menurun, ekspektasi tinggi, dan dana besar sudah dikeluarkan. Slot juga harus bertanggung jawab. Meski begitu, ini bukan sepenuhnya kesalahannya, ada situasi yang tidak mungkin diprediksi oleh manajer mana pun," ulasnya.

Ia menambahkan bahwa Slot kehilangan sejumlah pemain penting, sementara banyak rekrutan baru gagal tampil sesuai harapan.

"Namun, pertahanan gelar yang buruk dan level performa yang menurun menciptakan tekanan tambahan," lanjut Murphy.

"Dan sekarang, dengan Alonso tersedia, relasi emosional dan kecintaan suporter kepadanya jelas memperbesar wacana soal manajer baru."

Meski demikian, Murphy tetap yakin Slot akan diberi kesempatan hingga akhir musim.

"Saya pikir manajemen akan terus memantau dan menilai, tetapi saya akan terkejut jika mereka tidak memberinya sisa musim ini untuk setidaknya mencoba menyelamatkan musim," kata mantan gelandang The Reds periode 1997-2004 itu.

4 dari 4 halaman

Gelar Eropa Bukan Jaminan

Pertanyaannya kemudian: apakah trofi Liga Champions benar-benar cukup untuk menyelamatkan Slot?

Sejarah menunjukkan bahwa prestasi di Eropa tidak selalu menjadi jaminan. Kurang dari setahun lalu, Tottenham Hotspur memecat Ange Postecoglou tak lama setelah menjuarai Liga Europa, meski posisi Spurs kala itu terpuruk di peringkat ke-17 Premier League.

Memang, situasi Liverpool tidak separah Spurs saat itu. Namun, kasus tersebut menjadi pengingat bahwa gelar Eropa tak selalu menebus performa domestik yang mengecewakan.

Chelsea pun pernah melakukan hal serupa ketika memecat Roberto Di Matteo, meski ia membawa klub menjuarai Liga Champions 2011/12, sebelum didepak di awal musim berikutnya.

Itulah mengapa, kesuksesan di Liga Champions belum tentu menjadi "peluru perak" bagi Slot, terutama jika pencapaian tersebut dibayar mahal dengan kegagalan finis di empat besar, atau bahkan paruh atas, klasemen Premier League.

Liverpool akan menutup Phase League Liga Champions dengan menjamu Qarabag, Kamis (29-1-2026) dini hari WIB.

Kemenangan di laga tersebut akan memastikan The Reds lolos otomatis ke babak 16 besar. Apakah itu juga menjadi langkah awal Slot menyelamatkan masa depannya di Anfield, masih harus ditunggu.

 

Sumber: Sportsmole

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer