Premier League Diam-Diam Halangi Ryan Giggs Masuk Hall of Fame

Premier League dikabarkan memblokir Ryan Giggs masuk Premier League Hall of Fame.

Bola.com, Jakarta - Ryan Giggs, legenda Manchester United, hampir menjadi anggota perdana Premier League Hall of Fame. Namun, rencana itu urung terlaksana karena ia sedang menghadapi persidangan terkait kasus kekerasan domestik.

Seharusnya, Giggs akan dilantik bersamaan dengan Alan Shearer, yang menjadi anggota pertama Hall of Fame.

Giggs dikenal sebagai pemain yang mencetak gol di setiap musim Premier League hingga pensiun, serta memenangi kompetisi ini lebih banyak daripada pemain mana pun dalam sejarah.

Menurut laporan The Telegraph, Giggs dijadwalkan menjadi satu di antara anggota perdana Hall of Fame sebelum pandemi COVID19 menunda pelantikan pada 2020.

Ketika agenda tersebut kembali dibuka, Giggs sedang menghadapi tuduhan kekerasan domestik. Akibatnya, namanya dicoret dari daftar, digantikan Thierry Henry sebagai satu di antara anggota awal.

Pada Juli 2023, Giggs dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan perilaku koersif atau pengendalian setelah mantan pacarnya menolak memberikan kesaksian pada sidang ulang.

Giggs selalu membantah tuduhan tersebut dan menyatakan merasa "sangat lega" setelah vonis.

"Posisinya jelas, ia selalu tidak bersalah atas tuduhan ini, dan banyak kebohongan telah disebarkan tentang dirinya," kata Chris Daw KC, pengacara Giggs, mengatakan di Manchester Crown Court.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Perlakuan Diskriminatif

Sudah lebih dari 2,5 tahun sejak penggugat menarik kembali kesaksiannya, dan muncul tekanan untuk memasukkan kembali nama Giggs ke perbincangan Hall of Fame.

Beberapa pihak menyoroti bahwa sejumlah individu dengan catatan kriminal tetap diterima di Hall of Fame sehingga tidak memasukkan Giggs dianggap sebagai perlakuan diskriminatif.

Contohnya, Eric Cantona pernah dihukum karena penyerangan, Tony Adams dipenjara karena mengemudi dalam pengaruh alkohol, John Terry pernah diskors empat pertandingan karena rasisme, dan Rio Ferdinand dilarang bermain delapan bulan karena melewatkan tes narkoba.

Mereka semua tetap menjadi anggota Hall of Fame.

Giggs sebelumnya tampak tak terlalu mempermasalahkan pencoretannya.

"Bukan sesuatu yang benar-benar saya pikirkan. Hal ini muncul beberapa kali, baru kemudian saya memikirkannya. (Hall of Fame) bukan tujuan utama seseorang bermain sepak bola," kata Giggs kepada Daily Mail.

Proses Pemilihan

Proses pemilihan anggota Hall of Fame melibatkan kombinasi voting publik, daftar kandidat yang ditentukan panel, dan keputusan akhir oleh anggota Hall of Fame yang sudah ada.

Baru-baru ini, Eden Hazard dan Gary Neville masuk menjadi anggota.

Premier League, ketika dimintai komentar oleh Mirror Football, menjelaskan tanpa menyebut Giggs secara spesifik.

"Daftar kandidat Hall of Fame dipilih atas kebijakan Premier League, dengan konsultasi anggota Premier League Awards Panel. Anggota final setiap tahun ditentukan oleh anggota Hall of Fame yang ada. Daftar kandidat diperbarui setiap tahun dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk hasil voting sebelumnya, era, posisi pemain, dan prestasi. Pemain baru yang memenuhi kriteria berhak dipilih setelah pensiun dari sepak bola profesional," demikian penjelasan Premier League.

 

Sumber: Mirror

Video Populer

Foto Populer