Bola.com, Jakarta - Transfer Alexander Isak pada bursa musim panas lalu sempat mengguncang jagat sepak bola dunia.
Kisah yang sarat drama, intrik, dan kontroversi itu berakhir pahit ketika Liverpool menebus striker asal Swedia tersebut dari Newcastle United dengan nilai fantastis, 128 juta paun, rekor transfer termahal dalam sejarah sepak bola Inggris.
Isak melakukan berbagai cara ekstrem demi mewujudkan kepindahannya ke Anfield, termasuk mogok bermain pada Juli. Liverpool pun akhirnya mendapatkan penyerang yang sudah lama mereka incar. Pada saat itu, sang juara Premier League terlihat keluar sebagai pemenang besar.
Sebaliknya, Newcastle yang sejak awal berkeras tidak akan menjual pemain andalannya, akhirnya menyerah. Mereka kalah dalam pertarungan panjang yang melelahkan secara emosional untuk mempertahankan bintang terbaiknya.
Kepergian Isak menjadi pukulan telak, baik secara psikologis maupun teknis, yang seharusnya melemahkan Newcastle dan menguntungkan rival langsung mereka.
Namun, lima bulan berselang, gambaran besarnya justru berbeda. Tidak ada pihak yang benar-benar diuntungkan. Transfer ini, sejauh ini, belum berjalan baik bagi siapa pun.
Baca selengkapnya ulasan menarik Telegraph di bawah ini.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin lolos ke semifinal Indonesia Masters 2026 setelah menang dramatis atas Lee Jhe-Huei/Yang Po Hsuan di Istora Senayan, Kamis (22/1/2026), lewat laga tiga gim ketat.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Situasi Isak
Tanpa menjalani pramusim, Isak kesulitan beradaptasi di bulan-bulan awalnya bersama Liverpool. Dari 16 penampilan yang naik-turun, penyerang berusia 26 tahun itu hanya mencetak tiga gol. Sosok yang dulu kerap meneror lini belakang lawan bersama Newcastle seolah menghilang.
Setelah membakar hubungan demi memaksakan kepindahan dari St James' Park, Isak tampak kehilangan fokus, kepercayaan diri, dan terlihat rapuh.
Di Newcastle, Isak dikenal sebagai pribadi sensitif, sangat cerdas, dan memiliki motivasi tinggi, tetapi juga ingin disukai banyak orang. Untuk memuluskan kepergiannya, ia harus menampilkan sisi yang bertolak belakang dari karakter aslinya.
Ketika tiba di Liverpool, tekanan pun berlipat ganda, bukan hanya karena nilai transfer yang sangat besar, tetapi juga tuntutan untuk membenarkan segala cara yang telah ia tempuh demi pindah.
Situasinya makin rumit karena ia bergabung dengan klub di mana dirinya bukan pusat segalanya. Liverpool adalah tim juara, dengan sistem permainan yang tidak dibangun semata-mata untuk memaksimalkan kekuatan Isak.
Selain itu, Liverpool mendatangkan striker lain pada musim panas yang sama, Hugo Ekitike, yang direkrut justru dari incaran Newcastle, pemain yang telah disiapkan The Magpies sebagai penerus Isak.
Tanda Tanya dan Keheranan
Dengan melihat ke belakang, Liverpool akhirnya merekrut dua penyerang dengan profil serupa. Hal ini memunculkan tanda tanya, sebagaimana diutarakan mantan pemain Liverpool yang kini menjadi kolumnis Telegraph, Jamie Carragher, apakah klub memang membutuhkan keduanya sekaligus.
Masalah Isak kian bertambah ketika ia mengalami cedera pergelangan kaki saat mencetak gol indah ke gawang Tottenham pada 20 Desember. Cedera itu diperkirakan membuatnya menepi hingga April, yang berarti musim pertamanya di Merseyside berpotensi nyaris terbuang.
Liverpool bisa berargumen bahwa mereka merekrut Isak untuk kontrak jangka panjang enam tahun, bukan sekadar satu musim. Namun, tak bisa dimungkiri bahwa awal perjalanan ini jauh dari bayangan siapa pun.
Carragher mengaku heran dengan keputusan tersebut.
"Isak, saya tidak pernah benar-benar memahami transfer itu," ujar Carragher pekan ini.
"Liverpool biasanya membeli 'the next Isak'. Dalam pikiran mereka, 'the next Isak' adalah Ekitike. Jadi, saya tidak tahu mengapa mereka kemudian membeli Isak juga."
"Dia memang sangat sial karena cedera serius. Tapi, dia juga punya riwayat cedera di Newcastle. Dia pemain yang luar biasa, tapi saya tidak melihat bagaimana Anda bisa memainkan striker 125 juta dan striker 69 juta paun (Ekitike) dalam satu tim pada saat yang sama. Apalagi ketika Anda juga membeli (Florian) Wirtz sebagai nomor 10," ulas Carragher.
Mendukung Isak
Meski begitu, penilaian terhadap pemain baru seharusnya tidak hanya didasarkan pada 16 pertandingan. Seperti disampaikan manajer Newcastle, Eddie Howe, Liverpool tetap telah mendapatkan pemain yang fenomenal, pemain yang kepergiannya masih sulit diterima mantan klubnya.
"Anda kehilangan pemain seperti Alex," kata Howe.
"Dan, mari kita luruskan, Liverpool membayar mahal karena dia pesepak bola yang luar biasa. Talenta yang tidak bisa dipercaya. Kami merasa beruntung memilikinya selama bertahun-tahun. Kami senang bekerja dengannya."
"Ketika pemain seperti itu pergi, dinamika tim pasti berubah. Lalu Anda harus mencari cara, bukan untuk menggantikannya secara langsung, tapi menemukan pemain atau kombinasi pemain yang tetap membuat tim efektif. Kami masih berada dalam proses itu sepanjang musim ini," ungkap Howe.
Jika masa depan Isak di Liverpool masih menjadi tanda tanya, situasi serupa juga terjadi pada dua pemain yang direkrut Newcastle sebagai penggantinya.
Pada hari terakhir bursa transfer, Newcastle mengeluarkan 69 juta paun untuk Nick Woltemade dari Stuttgart dan 55 juta paun untuk Yoane Wissa dari Brentford, angka yang membengkak akibat situasi terdesak yang mereka alami.
Keduanya belum mampu menyamai dampak Isak, baik dari segi gol maupun performa.
Performa Woltemade dan Wissa
Woltemade sempat mengawali dengan cukup baik, tetapi ia adalah tipe penyerang yang sangat berbeda. Ia tidak memiliki kecepatan untuk berlari di belakang garis pertahanan, tidak agresif dalam menekan bek lawan, dan tidak mencetak gol dengan bobot yang sama seperti Isak.
Setelah mencetak enam gol dalam 11 laga pertamanya, Woltemade hanya menambah tiga gol dari 22 pertandingan berikutnya. Newcastle pun kesulitan menyesuaikan permainan dengan kelebihan dan kekurangannya.
Jadwal padat yang membatasi waktu latihan membuat penyerang asal Jerman itu tampak tidak selaras dengan rekan-rekannya.
Sebenarnya, kualitas Woltemade tetap terlihat. Ia mencetak lebih banyak gol dibandingkan striker mahal lain yang direkrut klub-klub Inggris musim panas lalu, kecuali Ekitike. Namun, apakah penyerang berusia 23 tahun itu benar-benar tipe yang dibutuhkan Newcastle, masih menjadi perdebatan.
Sementara itu, Wissa harus menjalani masa pemulihan selama empat bulan akibat cedera lutut yang ia alami saat membela timnas. Seperti Isak, Wissa juga sempat mogok bermain di Brentford demi memaksakan kepindahan, dan hal itu berdampak pada kondisi fisiknya.
Ada beberapa momen positif dari pemain Timnas RD Kongo tersebut, dengan torehan tiga gol dari 15 laga. Namun, ancamannya tidak lagi sama. Ia terlihat lebih berat dan sedikit lamban, serta mengalami kesulitan beradaptasi, mirip dengan Woltemade.
Akibatnya, daya gedor Newcastle menurun, terutama saat bermain tandang. Sebelumnya, gol-gol Isak kerap mengubah hasil imbang menjadi kemenangan.
Situasi Newcastle
Newcastle kini berada di peringkat kesembilan klasemen, sebagian besar karena hasil buruk di laga tandang. Sulit mengingat pertandingan di mana satu di antara dari dua penyerang baru itu tampil menonjol jauh dari St James' Park.
"Para pemain yang datang sebenarnya sudah bekerja dengan sangat baik," ujar Howe.
"Tapi, kami masih terus mencari cara untuk memaksimalkan potensi mereka. Ada analisis video, diskusi, dan itu semua bagus, tetapi tidak bisa menggantikan kerja langsung di lapangan latihan," imbuhnya.
Minggu (1-2-2026) dini hari WIB, ketika Newcastle bertandang ke Anfield, kenangan dan emosi dari saga musim panas lalu akan kembali mencuat, dan untuk saat ini, satu kesimpulan terasa adil: transfer Alexander Isak belum memberikan hasil manis bagi Liverpool maupun Newcastle.
Sumber: Telegraph
bola:strip_icc()/kly-media-production/avatars/337821/original/058832000_1460136394-Anugraheni_Prasetyaningjati.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5335117/original/067565900_1756787589-ISAK_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432458/original/008455400_1764797305-Sunderland_Granit_Xhaka_Liverpool_Alexander_Isak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5421004/original/083787900_1763864903-isak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5428601/original/054507100_1764553159-AP25334593491117.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5384114/original/062603900_1760755672-Nick_Woltemade.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5448452/original/099850700_1766030022-Newcastle_United.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5412362/original/085156000_1763089671-500x656_-_Timnas_Indonesia__2_.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489335/original/083734100_1769843802-InShot_20260130_155146781.jpg.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489240/original/014176800_1769832618-Grateful_for_the_open_and_constructive_discussions_with_Liga_Indonesia_and_National_Team_Head_Co.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5341957/original/034860200_1757342238-Timnas_Indonesia_vs_Lebanon_-09.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5457834/original/076905400_1767059927-InShot_20251230_085300398.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470965/original/075662100_1768272471-herdman.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5260065/original/035469700_1750509176-maarten_paes.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5340206/original/084747600_1757154718-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-031__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5207890/original/044419100_1746284199-Ilustrasi_-_Maarten_Paes_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484559/original/056959900_1769451710-Edit_Jordy_Wehrmann_Bola_Break_22.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4864984/original/044010700_1718512933-GQKf4zzXkAAb51l.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5428604/original/068977400_1764553160-AP25334568463289.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453686/original/056492500_1766486883-000_88QW6JC.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5451309/original/063740100_1766272048-alexander-isak-liverpool-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489335/original/083734100_1769843802-InShot_20260130_155146781.jpg.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489240/original/014176800_1769832618-Grateful_for_the_open_and_constructive_discussions_with_Liga_Indonesia_and_National_Team_Head_Co.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5341957/original/034860200_1757342238-Timnas_Indonesia_vs_Lebanon_-09.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5457834/original/076905400_1767059927-InShot_20251230_085300398.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4145420/original/031584800_1662191005-AP22246063080426.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5294460/original/077442800_1753406080-mason_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482948/original/011193900_1769304935-Victor_Montagliani.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5408157/original/046629700_1762765132-Manchester_City_vs_Liverpool-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477051/original/047762900_1768807690-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3151457/original/090570000_1591975260-Rossi_dan_Marquez.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489411/original/004232300_1769855667-G_-9U1-akAA7kcD.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486411/original/051217900_1769586166-Layvin_Marc_Kurzawa.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5083118/original/020267900_1736237221-20250107-Diskon_Tarif_Lstrik-HER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5216547/original/087226100_1746977085-voli-e3f228.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5214047/original/099114000_1746709930-Grand_Final_PROLIGA_PLN.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5201761/original/052430600_1745832872-WhatsApp_Image_2025-04-28_at_15.06.14.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5084947/original/041382900_1736372756-logo_proliga.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4890375/original/005197100_1720795966-Electric.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489397/original/074024300_1769850562-Derbi_Manchester.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5159502/original/055917400_1741746767-arne-slot-psg-reaction-110.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5335117/original/067565900_1756787589-ISAK_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486898/original/035366000_1769639879-000_94CT4H6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3953029/original/059349400_1646456811-000_O82GD.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5488923/original/002462100_1769770147-20260130IQ_Persita_vs_Persija-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489289/original/068806400_1769836853-voli-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485707/original/034073900_1769524974-20260127BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Korea_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-12.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483868/original/038803600_1769405420-IMG-20260125-WA0120.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5488592/original/080776000_1769758013-AP26029734235117.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5488220/original/002168700_1769743110-20260129IQ_Futsal_Indonesia_vs_Kirgistan-27.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485644/original/024964700_1769518610-IMG-20260127-WA0026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489428/original/064922000_1769862085-WhatsApp_Image_2026-01-31_at_18.23.31.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489427/original/021052400_1769861552-WhatsApp_Image_2026-01-31_at_18.22.48.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489426/original/090773100_1769860369-1000964367.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481615/original/091930400_1769139822-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489423/original/063719600_1769859359-1000328194.jpg)