Kompensasi Liverpool untuk Rio Ngumoha Termahal Kedua dalam Sejarah Premier League, Chelsea Tetap Gigit Jari

Kompensasi yang dibayarkan Liverpool ke Chelsea untuk Rio Ngumoha jadi yang terbesar kedua dalam sejarah Premier League.

Bola.com, Jakarta - Liverpool harus merogoh kocek dalam untuk mendatangkan winger muda, Rio Ngumoha, dari Chelsea. Klub Merseyside itu diputuskan wajib membayar kompensasi yang menjadi satu di antara yang terbesar dalam sejarah Premier League, meski sang pemain pindah tanpa biaya transfer.

Menurut laporan The Athletic, Liverpool diwajibkan membayar kompensasi awal sebesar 2,8 juta paun (sekitar Rp64,2 miliar) untuk Ngumoha, yang masih berusia 17 tahun.

Pemain muda tersebut menolak kontrak baru dari Chelsea dan memilih melanjutkan kariernya di Anfield.

Tak hanya itu, tribunal juga menetapkan tambahan bonus hingga 4 juta paun, serta klausul bagi hasil 20 persen dari keuntungan penjualan jika Ngumoha dilepas Liverpool di masa depan.

Dengan skema tersebut, total kompensasi yang diterima Chelsea bisa mencapai 6,8 juta paun (Rp155,9 miliar).

Besarnya angka itu menempatkan transfer Ngumoha sebagai kompensasi termahal kedua dalam sejarah Premier League, hanya kalah dari kepindahan Danny Ings dari Burnley ke Liverpool pada 2015 yang mencapai 8 juta paun.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Liverpool Langganan Kompensasi Besar

Kasus ini bukan hal baru bagi Liverpool. The Reds kerap berurusan dengan tribunal, yang menangani perpindahan pemain di bawah usia 24 tahun, yang menolak kontrak baru lalu hengkang secara bebas.

Biasanya, klub asal dan klub tujuan terlebih dahulu mencoba bernegosiasi soal nilai kompensasi atas proses pembinaan pemain. Jika tak tercapai kesepakatan, keputusan diserahkan kepada tribunal.

Dari lima kompensasi terbesar sepanjang sejarah Premier League, Liverpool tercatat terlibat dalam tiga di antaranya. Selain kasus Ings dan Ngumoha, transfer Harvey Elliott dari Fulham ke Liverpool juga masuk daftar, menempati posisi keempat.

Sementara itu, Chelsea juga tidak asing dengan mekanisme tersebut. Klub London itu pernah membayar kompensasi untuk Ethan Ampadu saat merekrutnya dari Exeter City, yang kini berada di posisi kelima dalam daftar.

Chelsea Untung, tapi Tetap Merasa Rugi

Di satu sisi, Chelsea bisa merasa beruntung karena mendapatkan hingga 6,8 juta paun, ditambah klausul penjualan di masa depan, dari pemain yang menolak kontrak dan pergi tanpa biaya transfer.

Di sisi lain, nilai tersebut dinilai belum mencerminkan potensi dan nilai pasar Ngumoha yang terus melonjak.

Faktor seperti potensi pemain dan pengalaman tampil di tim utama menjadi pertimbangan dalam penetapan kompensasi.

Ngumoha sudah mencatatkan delapan penampilan di Premier League dan mencetak satu gol, meski masih kalah dibandingkan Danny Ings, yang mencetak 11 gol untuk Burnley pada musim 2014/2015 sebelum pindah ke Liverpool.

Ngumoha disebut-sebut sebagai satu di antara talenta terbaik generasinya, bukan hanya di Inggris, tetapi juga di level global.

Dalam iklim sepak bola saat ini, pemain dengan reputasi seperti itu lazim dihargai dengan nilai transfer dua digit juta paun. Liverpool pun diyakini merasa telah mendapatkan kesepakatan yang sangat menguntungkan.

Chelsea Gagal Pertahankan Aset Berharga

Chelsea sebenarnya sempat berusaha keras membujuk Ngumoha agar bertahan pada musim panas 2024. Namun, sang pemain menilai jalur menuju tim utama lebih terbuka di Liverpool.

Sejak bergabung, Ngumoha sudah tampil 14 kali bersama The Reds, meski total menit bermainnya baru mencapai 421 menit.

Kepergian Ngumoha menjadi pukulan telak bagi Chelsea. The Blues bahkan dikabarkan begitu frustrasi hingga mulai membatasi kehadiran pemandu bakat Liverpool di pertandingan tim muda mereka, demi mencegah kehilangan pemain lain.

Spekulasi pun berkembang bahwa Chelsea sedang menyiapkan langkah balasan dengan membidik talenta muda berpotensi tinggi. Satu di antara nama yang mencuat adalah winger berusia 15 tahun, Joshua Abe.

Di tengah dinamika tersebut, Liverpool keluar dari proses tribunal dengan perasaan puas.

Mendapatkan penyerang sayap lokal berusia 17 tahun dengan potensi bersinar di tim utama selama lebih dari satu dekade, hanya dengan biaya 6,8 juta paun, dianggap sebagai keputusan yang sulit ditolak, meski di masa depan mereka harus merelakan 20 persen keuntungan jika sang pemain dijual.

Kompensasi Termahal dalam Sejarah Premier League

Daftar Kompensasi Termahal dalam Sejarah Premier League*

  1. Danny Ings – Burnley ke Liverpool: 8 juta
  2. Rio Ngumoha – Chelsea ke Liverpool: 6,8 juta
  3. Daniel Sturridge – Manchester City ke Chelsea: 6,5 juta
  4. Harvey Elliott – Fulham ke Liverpool: 4,3 juta
  5. Ethan Ampadu – Exeter City ke Chelsea: 2,5 juta

 

*Ket: dalam paun

 

Sumber: SI

Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer