Ucapkan Pernyataan Kontroversial Sir Jim Ratcliffe soal Imigran, Bos MU Akhirnya Minta Maaf

Ratcliffe sebelumnya menyebut Inggris telah dikolonisasi oleh imigran dan menilai tingginya arus imigrasi membebani negara secara ekonomi.

Bola.com, Jakarta - Ratcliffe sebelumnya menyebut Inggris telah dikolonisasi oleh imigran dan menilai tingginya arus imigrasi membebani negara secara ekonomi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan Sky News dan langsung memantik kirtik dari berbagai pihak.

Ratcliffe sebelumnya menyebut Inggris telah “dikolonisasi” oleh imigran dan menilai tingginya arus imigrasi membebani negara secara ekonomi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan Sky News dan langsung memantik kritik dari berbagai pihak.

Seiring meningkatnya tekanan publik, Ratcliffe akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia mengakui pilihan bahasanya telah menyinggung sebagian masyarakat, meski tetap menegaskan pentingnya pembahasan soal kebijakan imigrasi yang terkelola dengan baik.

Isu ini turut menyeret nama Manchester United, mengingat Ratcliffe merupakan salah satu pemilik klub raksasa Liga Inggris tersebut. Hingga kini, pernyataan Ratcliffe masih menjadi perbincangan hangat di Inggris dan Eropa.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ucapan soal Kolonisasi dan Respons Publik

Dalam wawancara tersebut, Ratcliffe menyoroti tingginya angka penerima bantuan sosial di Inggris serta lonjakan jumlah penduduk akibat imigrasi dalam beberapa tahun terakhir.

“Tidak mungkin Anda memiliki ekonomi dengan sembilan juta orang bergantung pada tunjangan dan tingkat imigrasi yang sangat besar. Inggris telah dikolonisasi, ini menghabiskan terlalu banyak biaya,” ucap Ratcliffe kala itu.

Ia juga menyebut populasi Inggris meningkat drastis dari 58 juta menjadi 70 juta jiwa. Namun, data Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) menunjukkan angka yang berbeda, dengan populasi sekitar 67 juta pada pertengahan 2020 dan 70 juta pada pertengahan 2024. Adapun angka 58,9 juta tercatat pada tahun 2000.

 

Klarifikasi dan Permintaan Maaf Ratcliffe

Melalui pernyataan resmi pada Kamis, Ratcliffe menyampaikan penyesalan atas diksi yang ia gunakan. Ia menegaskan tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun.

“Saya meminta maaf jika pilihan bahasa saya menyinggung sebagian masyarakat di Inggris dan Eropa serta menimbulkan kekhawatiran. Namun, penting untuk mengangkat isu imigrasi yang terkontrol dan dikelola dengan baik agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi,” demikian pernyataannya.

Ratcliffe menjelaskan bahwa komentarnya muncul saat ia menjawab pertanyaan mengenai kebijakan Inggris dalam European Industry Summit di Antwerp. Menurutnya, fokus utama pembahasan saat itu adalah pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, keterampilan, dan sektor manufaktur.

 

Sindiran ke Pemerintah dan Perbandingan dengan MU

Ratcliffe juga menyinggung kepemimpinan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Ia meragukan apakah Starmer merupakan sosok yang tepat untuk menghadapi tantangan besar negara saat ini.

“Saya menyukai Keir, dia orang yang baik. Tetapi ini pekerjaan yang sangat berat dan saya rasa Anda harus melakukan hal-hal sulit agar Inggris bisa kembali ke jalur yang benar,” ucap Ratcliffe.

Ia bahkan membandingkan situasi tersebut dengan pengalamannya di Manchester United. Menurut Ratcliffe, keputusan sulit yang ia ambil di klub membuatnya sempat menjadi sosok yang tidak populer.

“Saya menjadi sangat tidak populer di Manchester United karena kami membuat banyak perubahan. Namun menurut saya itu demi kebaikan klub, dan sekarang mulai terlihat hasilnya,” tuturnya.

 

Pertemuan dengan Farage dan Isu Besar Inggris

Selain Starmer, Ratcliffe mengungkapkan dirinya sempat bertemu dengan Nigel Farage, pemimpin partai sayap kanan Reform UK. Ia menilai Farage sebagai sosok cerdas dengan niat baik, meski menekankan bahwa Inggris membutuhkan pemimpin yang siap mengambil keputusan tidak populer.

Ratcliffe menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa isu imigrasi, ketergantungan pada bantuan sosial, serta kondisi ekonomi nasional membutuhkan keberanian politik yang besar untuk diselesaikan.

Pernyataan tersebut disampaikan di sela European Industry Summit di Antwerp, yang juga membahas krisis di sektor industri kimia Eropa. Ratcliffe menilai industri tersebut tengah menghadapi kondisi yang sulit untuk bertahan, seiring gelombang penutupan pabrik di berbagai negara.

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer