Ibrahima Konate Jadi Korban Rasisme, Liverpool Marah: Itu Tindakan Pengecut dan Penuh Kebencian

Liverpool kecam keras pelecehan rasial terhadap Ibrahima Konate, sebut itu tindakan tak manusiawi dan penuh kebencian.

Bola.com, Jakarta - Liverpool mengecam keras aksi pelecehan rasial yang menimpa bek mereka, Ibrahima Konate. The Reds menyebut tindakan tersebut sebagai sesuatu yang menjijikkan dan sangat tidak dapat diterima.

Konate menjadi sasaran serangan rasial di media sosial setelah pertandingan Liga Champions menjamu Galatasaray pada Kamis dini hari WIB lalu.

Dalam laga itu, ia terlibat insiden dengan striker lawan, Victor Osimhen, yang berujung cedera patah lengan.

Liverpool menegaskan bahwa bentuk pelecehan tersebut tidak manusiawi, pengecut, dan berakar dari kebencian. Klub juga mendesak pihak media sosial untuk mengambil langkah lebih tegas dalam memberantas praktik serupa.

"Para pemain kami bukanlah target. Mereka adalah manusia. Pelecehan yang terus diarahkan kepada pemain, yang sering kali dilakukan melalui akun anonim, merupakan noda bagi sepak bola dan juga platform yang membiarkannya terus terjadi," demikian pernyataan resmi Liverpool.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Serangan ke Pemain Lain

Liverpool menilai perusahaan media sosial sebenarnya memiliki kemampuan dan teknologi untuk mencegah penyebaran konten berbau kebencian.

"Membiarkan kebencian rasial menyebar tanpa kendali adalah sebuah pilihan, dan pilihan itu terus merugikan pemain, keluarga, serta komunitas dalam sepak bola."

Klub juga memastikan akan memberikan dukungan penuh kepada Konate serta bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengidentifikasi pelaku.

Kasus ini bukan yang pertama. Bulan lalu, empat pemain Premier League juga menjadi sasaran pelecehan rasial dalam satu akhir pekan.

Bek Chelsea, Wesley Fofana, gelandang Burnley, Hannibal Mejbri, serta penyerang Wolverhampton Wanderers, Tolu Arokodare, mengunggah bukti pesan yang mereka terima di Instagram. Winger Sunderland, Romaine Mundle, juga mengalami hal serupa.

Seruan Kick It Out

Organisasi anti-diskriminasi asal Inggris, Kick It Out, kembali menyerukan agar platform digital mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah yang terus berulang di level tertinggi sepak bola.

Dalam kasus lain, bek Timnas Inggris, Jess Carter, juga mengungkap dirinya menjadi korban pelecehan rasial secara online dalam ajang Euro Wanita 2025.

Liverpool pun menutup pernyataannya dengan penegasan keras.

"Situasi seperti ini tidak bisa terus dibiarkan. Ini harus dihadapi, dilawan, dan dihapuskan, bukan besok, tetapi sekarang."

 

Sumber: AP News

Video Populer

Foto Populer