Gary Neville: Manchester United Butuh Lebih Banyak Tenaga

Neville menilai Manchester United perlu menambah tenaga dan agresivitas, menyarankan 4-3-3, serta mendesak Carrick melakukan reset struktural.

Bola.com, Jakarta - Manchester United tersendat di awal Premier League 2026/2027. Dari lima laga, tim asuhan Michael Carrick baru mengumpulkan lima poin dan menempati posisi ke-12 klasemen.

Hasil imbang 1-1 di markas Fulham, Craven Cottage, pada akhir pekan lalu kembali menambah tekanan terhadap Carrick. Performa yang belum stabil membuat sorotan mengarah ke struktur permainan dan intensitas tim.

Gary Neville menilai problem utama Manchester United tidak berhenti di kualitas lini belakang. Ia melihat organisasi permainan saat kehilangan bola masih bermasalah dan membuat United mudah ditembus.

Data fisik menguatkan kritik tersebut: United berada di dasar liga pada beberapa indikator intensitas—jarak tempuh intensitas tinggi, durasi intensitas tinggi, jumlah sprint, dan waktu sprint. Ia juga menyebut tim memerlukan dorongan baru di lini tengah. "Manchester United membutuhkan lebih banyak tenaga, kekuatan, dan agresivitas," kata Neville dalam podcast-nya, seperti dikutip Tribal Football. Menurutnya, Carlos Baleba bisa memberi karakter berbeda selepas jeda internasional, sementara komposisi pemain ofensif saat ini mengganggu keseimbangan tim.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Formasi 4-3-3 dan Kebutuhan Tiga Gelandang

Neville menilai perubahan formasi bisa menjadi pintu masuk perbaikan. Ia membuka opsi bagi Carrick untuk meninggalkan pola 4-2-3-1 dan beralih ke 4-3-3 dengan tiga gelandang yang lebih solid.

Dalam skema tersebut, Marcus Rashford bisa menempati sisi kiri, Bryan Mbeumo beroperasi di kanan, Matheus Cunha menjadi penyerang tengah, sementara Bruno Fernandes tetap diberi kebebasan ofensif. Namun, struktur itu hanya efektif jika ditopang mesin lini tengah yang kuat.

Menurut Neville, kelemahan United kerap muncul ketika kehilangan bola. "Para pemain sayap terlalu melebar sehingga lini tengah menjadi terbuka. Jika Bruno tidak turun membantu, praktis United bermain seperti 4-2-4," ujarnya.

Ia melihat duet Carlos Baleba dan Kobbie Mainoo sebagai salah satu opsi mempertebal proteksi di tengah. Pada akhirnya, United membutuhkan tiga pemain yang mampu menjaga keseimbangan, menutup ruang antarlini, dan menaikkan intensitas tanpa bola agar tidak mudah dieksploitasi.

Tantangan Besar Carrick di Manchester United

Ketimpangan performa musim ini kontras dengan catatan Carrick pada periode sebelumnya. Menurut laporan Tribal Football, Carrick mencatat rata-rata satu poin per pertandingan pada lima laga Premier League musim ini, sedangkan dalam 17 pertandingan Premier League musim lalu rata-ratanya mencapai 2,3 poin per pertandingan.

Di sisi lain, Carrick sempat menegaskan keyakinannya terhadap kualitas skuad yang ada. Namun, tren hasil dan tampilan di lapangan membuat desakan perubahan kian kuat, terutama menyangkut intensitas dan organisasi tanpa bola.

Neville menyoroti United yang terlalu pasif saat tidak menguasai bola dan mendesak adanya "reset" pada struktur pertahanan serta cara tim menekan. "Kalau performa seperti itu terus berlanjut, dia akan berada dalam masalah besar. Mereka harus bekerja lebih keras untuknya," ujar Neville.

Jeda internasional selama tiga pekan memberi ruang evaluasi bagi Carrick. Perubahan formasi, peningkatan intensitas, dan perbaikan keseimbangan antara pemain menyerang dan gelandang menjadi pekerjaan utama sebelum Manchester United kembali tampil di Premier League.

Video Populer

Foto Populer