Jamie Carragher Desak Pemilik Manchester City Jual Klub setelah Vonis 115 Pelanggaran

Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, meminta pemilik Manchester City menjual klub setelah vonis 115 pelanggaran.

Bola.com, Jakarta - Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, meminta pemilik Manchester City menjual klub setelah tim berjulukan The Citizens tersebut dinyatakan bersalah atas pelanggaran serius terhadap aturan finansial Premier League.

Sebuah komisi independen menyatakan City bersalah atas seluruh pelanggaran serius terkait aturan finansial Premier League serta sebagian besar tuduhan mengenai kegagalan bekerja sama dalam proses investigasi. Kasus tersebut berkaitan dengan periode 2009/10 hingga 2017/18.

Dalam putusannya, komisi independen menyebut City menggunakan sejumlah kontrak komersial yang dianggap "sham" untuk menggambarkan kesepakatan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Komisi juga menemukan adanya laporan keuangan yang tidak mencerminkan kondisi finansial klub serta pelanggaran terhadap batas pengeluaran Premier League dan UEFA.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

City Bantah Tuduhan

Manchester City membantah tuduhan tersebut dan menyatakan kecewa serta terkejut dengan putusan komisi independen. Klub juga menegaskan memiliki bukti yang menurut mereka dapat mendukung posisi mereka dan telah menyatakan akan menempuh jalur banding. Batas waktu pengajuan banding adalah 2 Oktober 2026.

Di tengah proses tersebut, Carragher menyampaikan pandangannya mengenai langkah yang menurutnya perlu dilakukan oleh pemilik Manchester City.

"Manchester City sudah berada di akhir era Abu Dhabi. Klub ini hanya bisa pulih dari rasa malu atas kesalahan tersebut ketika para pemilik mengakui bahwa mereka telah gagal menjalankan tanggung jawab dan menjual klub," ujar Carragher seperti dikutip Tribal Football, Kamis (1/10/2026).

Tak Tertolong Lagi

Carragher juga menilai skala pelanggaran yang diputuskan komisi independen membuat posisi para eksekutif Manchester City yang terlibat menjadi sulit dipertahankan. Ia meminta aturan kepemilikan dan direksi Premier League diterapkan secara konsisten apabila pelanggaran telah terbukti.

"Tak ada cara untuk memperhalusnya. Skala pelanggaran institusional dan kurangnya kerja sama dalam investigasi membuat posisi seluruh eksekutif City yang terlibat menjadi tidak dapat dipertahankan," lanjutnya.

Carragher juga menyinggung dampak kasus tersebut terhadap klub-klub lain dan kompetisi Premier League. Menurutnya, penerapan aturan harus berlaku terhadap seluruh klub yang menjadi anggota liga.

Sanksi Belum Ditentukan

Sementara itu, sanksi terhadap Manchester City belum ditentukan. Kemungkinan hukuman masih dapat mencakup denda, pengurangan poin, hingga hukuman lain berdasarkan proses yang akan berjalan.

Manchester City masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding atas putusan tersebut hingga 2 Oktober 2026. Dengan demikian, proses hukum dan regulasi terkait kasus ini masih jauh dari selesai.

Video Populer

Foto Populer